Asah Logika Menuju Persiapan TKA, Pembelajaran Eksponensial Kelas IX MTsN 2 Rejang Lebong Dikemas dengan Discovery Learning
Rejang Lebong, (Humas) – Pembelajaran Matematika di kelas IX MTsN 2 Rejang Lebong berlangsung aktif dan kolaboratif pada Rabu (29/7). Guru Matematika, Ibu Ririn Pebriyanti, S.Pd., Gr., menerapkan model Discovery Learning pada materi sifat-sifat perpangkatan dengan mengajak peserta didik menemukan sendiri konsep dan pola operasi eksponensial melalui kegiatan diskusi kelompok.
Dalam proses pembelajaran, peserta didik dibagi ke dalam beberapa kelompok. Mereka diberikan permasalahan dan rangkaian aktivitas yang mendorong siswa untuk mengamati, mencoba, menghubungkan informasi, serta menemukan pola dari operasi perpangkatan. Setiap kelompok kemudian berdiskusi untuk merumuskan sifat-sifat operasi eksponensial berdasarkan hasil penemuan mereka.
Suasana kelas tampak hidup. Peserta didik tidak hanya menunggu penjelasan guru, tetapi aktif menyampaikan pendapat, menguji jawaban, bertanya kepada anggota kelompok, serta bekerja sama untuk menemukan konsep yang tepat.
Model Discovery Learning memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk membangun pemahamannya melalui pengalaman belajar secara langsung. Pada materi perpangkatan, pendekatan ini membantu siswa memahami mengapa suatu sifat operasi berlaku, bukan sekadar menghafalkan rumus.
Kemampuan tersebut menjadi penting karena pembelajaran Matematika di kelas IX tidak hanya diarahkan pada penguasaan konsep, tetapi juga penguatan penalaran, pemecahan masalah, komunikasi matematis, dan kemampuan berpikir kritis sebagai bekal menghadapi berbagai bentuk asesmen, termasuk Tes Kemampuan Akademik (TKA).
Melalui kegiatan menemukan konsep secara mandiri, peserta didik dilatih menghadapi soal yang membutuhkan pemahaman, analisis, dan penerapan konsep dalam situasi yang beragam. Dengan demikian, pembelajaran menjadi bagian dari persiapan jangka panjang siswa dalam menghadapi TKA, bukan sekadar latihan mengerjakan soal.
Kepala MTsN 2 Rejang Lebong, Bapak Wawan Herianto, S.Pd., M.M., melalui Waka Akademik, Bapak Apriliandi, M.Pd., Gr., mengapresiasi pembelajaran yang memberikan ruang kepada peserta didik untuk aktif menemukan dan membangun pengetahuannya sendiri.
“Pembelajaran Matematika tidak seharusnya berhenti pada menghafal rumus. Anak perlu diberi kesempatan untuk berpikir, mencoba, menemukan, berdiskusi, dan menyampaikan alasan. Proses seperti inilah yang akan membangun kemampuan bernalar dan kemandirian belajar mereka, sekaligus menjadi bekal penting dalam menghadapi TKA,” ungkap April.
Menurutnya, penerapan Discovery Learning juga sejalan dengan semangat Kurikulum Berbasis Cinta (KBC). Nilai cinta dalam pembelajaran tidak hanya diwujudkan melalui sikap guru yang mendampingi dengan penuh perhatian, tetapi juga melalui penghargaan terhadap proses belajar, kemampuan, dan keunikan setiap peserta didik.
“Kurikulum Berbasis Cinta mengajarkan kita untuk menghadirkan pembelajaran yang menghargai peserta didik. Ketika siswa diberi ruang untuk menemukan, berdiskusi, dan berpendapat, mereka belajar bahwa pemikirannya dihargai. Di sisi lain, kerja kelompok menumbuhkan cinta kepada diri dan sesama melalui sikap saling membantu, menghargai pendapat, dan bertanggung jawab,” tambahnya.
Pembelajaran kolaboratif tersebut juga memberikan manfaat dalam membangun keterampilan sosial peserta didik. Mereka belajar membagi tugas, mendengarkan pendapat teman, menyampaikan ide dengan santun, serta menyelesaikan perbedaan pemikiran melalui diskusi.
Bagi Ibu Ririn, penerapan Discovery Learning menjadi salah satu upaya menghadirkan pembelajaran Matematika yang lebih bermakna dan tidak monoton. Peserta didik diarahkan untuk menjadi penemu konsep, sementara guru berperan sebagai fasilitator yang memberikan stimulus, pertanyaan pemantik, dan pendampingan selama proses pembelajaran.
Melalui pembelajaran yang aktif, kolaboratif, dan berorientasi pada penalaran tersebut, MTsN 2 Rejang Lebong terus mempersiapkan peserta didik kelas IX agar memiliki fondasi akademik yang kuat dalam menghadapi TKA. Di saat yang sama, madrasah berupaya memastikan proses persiapan tersebut tetap berlangsung dalam suasana belajar yang menyenangkan, penuh penghargaan, dan selaras dengan nilai-nilai Kurikulum Berbasis Cinta.
(Ririn/Edwinsya)Hastag : #kemenagrejanglebong #mtsn2rejanglebong
From : MTsN 2



