Perkuat Validitas Data, Operator MIN 1 Rejang Lebong Kolaborasi Isi EMIS GTK dan EMIS 4.0
Rejang Lebong (Humas) – Operator MIN 1 Rejang Lebong Perkuat Kolaborasi dalam Pengisian Data EMIS GTK dan EMIS 4.0. Dalam rangka memastikan validitas dan akurasi data pendidikan, operator Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Rejang Lebong melaksanakan kegiatan pengisian dan pemutakhiran data EMIS GTK serta EMIS 4.0 pada Jumat (31/7) di Ruang Tata Usaha (TU) madrasah. Kegiatan tersebut dilaksanakan secara kolaboratif oleh operator madrasah, Aji Prayetno, M.Pd dan Sartika Saraswati, S.Sos.
Pengisian data dilakukan secara teliti dengan mencocokkan dokumen pendukung agar seluruh informasi yang diinput sesuai dengan kondisi riil di madrasah. Kedua operator saling berkoordinasi dalam melakukan verifikasi data sehingga setiap perubahan maupun pembaruan dapat tercatat secara akurat. Langkah ini menjadi bagian penting dalam mendukung sistem administrasi pendidikan berbasis digital yang diterapkan oleh Kementerian Agama.
EMIS GTK merupakan sistem pendataan Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) yang dikembangkan Kementerian Agama sebagai pengganti aplikasi Simpatika. Sistem ini berfungsi untuk mengelola data profil guru dan tenaga kependidikan, penugasan, riwayat kepegawaian, hingga berbagai layanan yang berkaitan dengan tunjangan dan administrasi kepegawaian. Oleh karena itu, ketepatan data menjadi hal yang sangat penting karena akan berpengaruh terhadap berbagai layanan yang diterima oleh GTK.
Sementara itu, EMIS 4.0 (Education Management Information System 4.0) merupakan sistem pendataan digital terpusat yang digunakan Kementerian Agama untuk mengelola data lembaga pendidikan, peserta didik, guru, tenaga kependidikan, serta sarana dan prasarana pendidikan Islam. Kehadiran EMIS 4.0 diharapkan mampu meningkatkan kualitas tata kelola data pendidikan sehingga dapat menjadi dasar dalam penyusunan kebijakan yang lebih tepat sasaran.
Operator MIN 1 Rejang Lebong, Aji Prayetno, M.Pd, mengatakan bahwa proses pengisian data memerlukan ketelitian dan kerja sama yang baik agar tidak terjadi kesalahan dalam sistem. "Kami berupaya memastikan seluruh data yang diinput telah sesuai dengan dokumen yang dimiliki madrasah. Kolaborasi yang baik menjadi kunci agar proses pengisian EMIS GTK maupun EMIS 4.0 dapat selesai tepat waktu dan menghasilkan data yang valid," ujarnya.
Hal senada disampaikan oleh Sartika Saraswati, S.Sos yang menegaskan pentingnya pembaruan data secara berkala. Menurutnya, data yang akurat akan sangat membantu kelancaran berbagai layanan administrasi serta mendukung program-program Kementerian Agama. "Setiap perubahan data harus segera diperbarui agar informasi yang tersimpan di sistem selalu relevan. Dengan demikian, pelayanan kepada guru, tenaga kependidikan, maupun madrasah dapat berjalan lebih optimal," jelasnya.
Kepala MIN 1 Rejang Lebong, Mufidatul Chairi, S.Ag., M.Pd.I, memberikan apresiasi atas sinergi yang ditunjukkan oleh para operator madrasah dalam menyelesaikan pengisian data EMIS. Ia menilai bahwa keberhasilan pengelolaan administrasi digital tidak terlepas dari kerja keras dan ketelitian operator dalam menjaga kualitas data.
"Kami mengapresiasi dedikasi operator madrasah yang terus bekerja secara profesional dalam melakukan pemutakhiran data. Data yang valid dan akurat merupakan fondasi penting dalam mendukung tata kelola madrasah yang efektif, transparan, serta mendukung berbagai program dan layanan pendidikan di lingkungan Kementerian Agama," tutur Mufidatul Chairi.
Melalui kolaborasi yang solid antara operator madrasah, MIN 1 Rejang Lebong terus berkomitmen meningkatkan kualitas pengelolaan data berbasis digital. Upaya tersebut diharapkan mampu mendukung terwujudnya administrasi pendidikan yang modern, akurat, dan terpercaya, sejalan dengan transformasi digital yang terus dikembangkan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia.
(Randi/Edwinsya)Hastag : #MIN1RL #Humas
From : MIN 1



