Bank Sampah SiPILAH MIN 1 Rejang Lebong Wujudkan Program Ekoteologi Kemenag RI Melalui Aksi Pilah Sampah
Rejang Lebong (Humas) – Komitmen Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Rejang Lebong dalam mendukung Program Ekoteologi Kementerian Agama Republik Indonesia terus diwujudkan melalui berbagai aksi nyata. Salah satunya adalah penguatan Bank Sampah SiPILAH (Sampah Terpilah Madrasah Berkah) yang mengajak seluruh warga madrasah untuk membiasakan memilah sampah sejak dini sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan.
Program yang digagas oleh Randi Sefto Fanedi, S.Pd selaku agen perubahan MIN 1 Rejang Lebong tersebut terus mendapat respons positif dari guru maupun peserta didik. Melalui Bank Sampah SiPILAH, siswa diajak untuk memilah sampah sesuai jenisnya, terutama sampah plastik yang masih memiliki nilai ekonomis. Kegiatan ini menjadi bagian dari pendidikan karakter sekaligus implementasi nilai-nilai cinta lingkungan yang sejalan dengan Program Ekoteologi Kementerian Agama RI.
Saat diwawancarai pada Jumat (31/7), Randi Sefto Fanedi, S.Pd menjelaskan bahwa Bank Sampah SiPILAH bukan hanya sekadar tempat mengumpulkan sampah, tetapi juga menjadi media pembelajaran bagi peserta didik untuk membangun budaya hidup bersih, disiplin, dan bertanggung jawab terhadap lingkungan.
"Melalui Program SiPILAH, kami ingin menanamkan kesadaran kepada siswa bahwa menjaga lingkungan adalah bagian dari ibadah dan tanggung jawab bersama. Sampah yang dipilah dengan baik tidak hanya membuat lingkungan madrasah bersih, tetapi juga dapat memberikan manfaat ekonomi dan edukasi. Inilah bentuk nyata dukungan MIN 1 Rejang Lebong terhadap Program Ekoteologi Kementerian Agama RI," ujar Randi.
Antusiasme peserta didik pun terlihat dalam pelaksanaan program tersebut. Salah seorang siswa kelas VI C, Rafael, mengaku senang dapat ikut berpartisipasi dalam kegiatan Bank Sampah SiPILAH. Menurutnya, kegiatan tersebut membuat dirinya lebih memahami pentingnya membuang dan memilah sampah sesuai dengan jenisnya.
"Saya senang bisa ikut menabung sampah di Bank Sampah SiPILAH. Sekarang saya jadi tahu kalau sampah plastik bisa dipilah dan dimanfaatkan lagi. Saya juga mengajak teman-teman untuk tidak membuang sampah sembarangan agar lingkungan sekolah tetap bersih dan nyaman," ungkap Rafael dengan penuh semangat.
Kepala MIN 1 Rejang Lebong, Mufidatul Chairi, S.Ag., M.Pd.I, memberikan apresiasi atas inovasi yang terus dikembangkan melalui Program SiPILAH. Menurutnya, program tersebut menjadi salah satu langkah strategis dalam membangun karakter peserta didik yang peduli terhadap kelestarian lingkungan sekaligus mendukung kebijakan Kementerian Agama dalam penguatan Ekoteologi di madrasah.
Melalui Bank Sampah SiPILAH, MIN 1 Rejang Lebong berharap budaya memilah sampah tidak hanya menjadi kebiasaan di lingkungan madrasah, tetapi juga dapat diterapkan oleh peserta didik di rumah dan di tengah masyarakat. Dengan demikian, semangat menjaga bumi sebagai amanah dari Allah SWT dapat terus tumbuh dan menjadi bagian dari karakter generasi muda madrasah yang berakhlak mulia, peduli lingkungan, serta siap mewujudkan madrasah yang bersih, sehat, hijau, dan berkelanjutan.
(Habsa/Edwinsya)Hastag : #MIN1RL #Humas #SiPILAH #Ekoteologi
From : MIN 1



