Khutbah Nikah Penuh Makna, Kepala KUA Curup Timur Jelaskan Filosofi Salam Tangan Istri kepada Suami
Rejang Lebong (Humas) – Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Curup Timur, Hafizano, S.Ag., M.H., memimpin langsung prosesi akad nikah yang berlangsung khidmat di Desa Kampung Delima, Kecamatan Curup Timur, Jumat (31/7). Selain memandu jalannya ijab kabul, Kepala KUA juga menyampaikan khutbah nikah yang sarat dengan pesan keislaman sebagai bekal bagi kedua mempelai dalam membangun keluarga yang harmonis.
Prosesi akad nikah berlangsung dengan tertib sesuai syariat Islam dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Suasana haru dan penuh kebahagiaan tampak menyelimuti keluarga kedua mempelai yang hadir menyaksikan berlangsungnya ikatan suci tersebut.
Dalam khutbah nikahnya, Hafizano mengangkat tema mengenai filosofi salam tangan istri kepada suami yang biasa dilakukan setelah prosesi akad nikah. Menurutnya, tradisi tersebut memiliki makna yang mendalam apabila dipahami sebagai simbol penghormatan, kasih sayang, dan komitmen untuk saling memuliakan dalam kehidupan rumah tangga.
"Salam tangan seorang istri kepada suami setelah akad nikah bukan sekadar tradisi seremonial. Di baliknya terdapat nilai penghormatan, keikhlasan, dan doa agar rumah tangga yang dibangun senantiasa diberkahi Allah SWT. Namun yang terpenting bukanlah gerakannya, melainkan bagaimana suami dan istri sama-sama menjaga rasa hormat, kasih sayang, dan amanah dalam kehidupan sehari-hari," ujar Hafizano.
Ia menjelaskan bahwa Islam menempatkan suami dan istri sebagai pasangan yang saling melengkapi. Oleh karena itu, penghormatan dalam rumah tangga harus diwujudkan oleh kedua belah pihak melalui akhlak yang baik, komunikasi yang santun, dan pelaksanaan hak serta kewajiban secara seimbang.
"Seorang suami memiliki kewajiban membimbing, melindungi, dan memperlakukan istrinya dengan penuh kelembutan. Sebaliknya, istri menghormati suaminya sebagai pemimpin keluarga. Ketika keduanya saling menghargai dan menjalankan peran masing-masing dengan baik, insya Allah akan lahir keluarga yang sakinah, mawaddah, wa rahmah," jelasnya.
Lebih lanjut, Hafizano mengingatkan bahwa kebahagiaan rumah tangga tidak hanya ditentukan oleh kecukupan materi, tetapi juga oleh kualitas iman, kesabaran, dan kemampuan pasangan dalam menjaga komunikasi serta menyelesaikan persoalan dengan musyawarah.
"Rumah tangga pasti akan menghadapi berbagai ujian. Karena itu, jadikan Al-Qur'an dan Sunnah sebagai pedoman hidup, biasakan saling mendoakan, saling memaafkan, dan jangan pernah meninggalkan komunikasi yang baik. Hal-hal sederhana inilah yang akan menjaga keutuhan keluarga hingga akhir hayat," pesannya kepada kedua mempelai.
Di akhir khutbahnya, Kepala KUA mendoakan agar kedua mempelai senantiasa diberikan keberkahan, keturunan yang saleh dan salehah, rezeki yang halal, serta kemampuan untuk menjaga keutuhan rumah tangga dalam bingkai nilai-nilai Islam.
Melalui pelayanan akad nikah yang disertai pembinaan dan khutbah nikah, KUA Kecamatan Curup Timur terus berkomitmen memberikan pelayanan keagamaan yang tidak hanya memenuhi aspek administrasi, tetapi juga memperkuat pemahaman keagamaan bagi pasangan pengantin sebagai bekal mewujudkan keluarga yang harmonis, berkualitas, dan diridai Allah SWT, sejalan dengan semangat Kemenag Berdampak.
(Reli/Edwinsya)Hastag : KUA CURUP TIMUR #HUMAS KUA CURUP TIMUR
From : KUA Curup Timur



