Suara Siswa Jadi Dasar Layanan BK, MTsN 2 Rejang Lebong Gelar Asesmen Kebutuhan Peserta Didik
Rejang Lebong, (Humas) – Dalam upaya menghadirkan layanan Bimbingan dan Konseling (BK) yang lebih tepat sasaran, MTsN 2 Rejang Lebong melaksanakan pengisian Angket Kebutuhan Peserta Didik pada Jumat (31/7) di ruang kelas masing-masing. Kegiatan ini diprakarsai oleh Guru Bimbingan dan Konseling (BK), Umi Repa Andespa, S.Pd., dan diikuti oleh seluruh peserta didik dengan penuh antusias.
Angket kebutuhan peserta didik merupakan salah satu instrumen asesmen yang digunakan untuk memetakan kondisi, kebutuhan, minat, serta berbagai persoalan yang dihadapi siswa, baik dalam aspek akademik, sosial, pribadi, maupun perencanaan karier. Melalui data tersebut, guru BK dapat menyusun program layanan yang lebih relevan dengan kebutuhan nyata peserta didik.
Selama proses pengisian angket, peserta didik diminta memberikan jawaban secara jujur sesuai dengan kondisi yang mereka alami. Guru BK juga memberikan penjelasan bahwa seluruh informasi yang disampaikan akan dijaga kerahasiaannya dan digunakan sebagai dasar dalam memberikan layanan pembinaan, pendampingan, maupun konseling secara profesional.
Melalui asesmen kebutuhan ini, diharapkan layanan BK tidak hanya berfokus pada penanganan masalah, tetapi juga mampu mengembangkan potensi peserta didik melalui berbagai program preventif, pengembangan diri, dan pembinaan karakter yang sesuai dengan kondisi mereka.
Kegiatan ini sejalan dengan implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC), khususnya nilai cinta kepada diri sendiri dan sesama. Dengan mengenali kebutuhan, potensi, serta tantangan yang dihadapi peserta didik, madrasah menunjukkan kepedulian terhadap perkembangan setiap individu. Peserta didik juga diajak untuk lebih mengenal dirinya sendiri sebagai langkah awal dalam membangun konsep diri yang positif, tangguh, dan bertanggung jawab.
Kepala MTsN 2 Rejang Lebong, Bapak Wawan Herianto, S.Pd., M.M., melalui Waka Humas, Ibu Ririn Pebriyanti, S.Pd., Gr., menyampaikan bahwa layanan BK yang berkualitas harus dibangun berdasarkan data yang akurat agar program yang dilaksanakan benar-benar memberikan manfaat bagi peserta didik.
"Layanan Bimbingan dan Konseling akan lebih efektif apabila disusun berdasarkan kebutuhan nyata peserta didik. Oleh karena itu, pengisian angket kebutuhan ini menjadi langkah penting untuk memetakan kondisi siswa sehingga program BK yang disusun benar-benar tepat sasaran. Madrasah berkomitmen memberikan layanan yang tidak hanya membantu menyelesaikan permasalahan, tetapi juga mengembangkan potensi, karakter, dan kesejahteraan peserta didik sesuai dengan semangat Kurikulum Berbasis Cinta," ungkap Ririn.
Beliau menambahkan bahwa hasil angket akan menjadi acuan dalam penyusunan program BK selama satu tahun pelajaran, mulai dari layanan klasikal, konseling individu, konseling kelompok, hingga kegiatan pembinaan karakter dan pencegahan berbagai permasalahan remaja.
Melalui kegiatan ini, MTsN 2 Rejang Lebong terus memperkuat budaya pelayanan yang berorientasi pada kebutuhan peserta didik. Dengan layanan BK yang berbasis data, madrasah berharap setiap peserta didik memperoleh pendampingan yang optimal sehingga mampu berkembang menjadi pribadi yang berkarakter, percaya diri, berprestasi, dan siap menghadapi berbagai tantangan di masa depan.
(Ririn/Edwinsya)Hastag : #kemenagrejanglebong #mtsn2rejanglebong
From : MTsN 2



