Pembiasaan Kepemimpinan Islami, Ketua OSIM MTsN 2 Rejang Lebong Jadi Imam Salat Duha di Musala Madrasah
Rejang Lebong, (Humas) – Suasana berbeda tampak pada pelaksanaan Salat Duha berjamaah di Musala MTsN 2 Rejang Lebong, Jumat (31/7). Jika biasanya imam salat dilakukan oleh dewan guru, kali ini Ketua OSIM MTsN 2 Rejang Lebong, Fahmi, siswa kelas IX A, diberikan kepercayaan untuk menjadi imam salat berjamaah di hadapan seluruh peserta didik, dewan guru, dan tenaga kependidikan.
Kepercayaan tersebut merupakan bagian dari program pembiasaan madrasah dalam melatih kepemimpinan, keberanian, rasa percaya diri, dan tanggung jawab peserta didik. Dengan didampingi para guru, Fahmi memimpin pelaksanaan Salat Duha dengan baik, sementara seluruh jamaah mengikuti rangkaian ibadah dengan khusyuk dan tertib.
Pemberian kesempatan kepada peserta didik untuk menjadi imam tidak hanya bertujuan melatih kemampuan membaca Al-Qur'an dan memimpin ibadah, tetapi juga membentuk karakter pemimpin yang siap tampil di tengah masyarakat. Melalui pengalaman langsung seperti ini, peserta didik belajar memikul amanah, menjadi teladan, serta meningkatkan kepercayaan diri dalam menjalankan peran sebagai pemimpin.
Program pembiasaan tersebut selaras dengan semangat Kurikulum Berbasis Cinta (KBC), khususnya nilai cinta kepada Allah Swt. melalui pembiasaan ibadah yang berkualitas, serta cinta kepada diri dan sesama melalui pembentukan karakter kepemimpinan, tanggung jawab, dan keteladanan.
Kepala MTsN 2 Rejang Lebong, Bapak Wawan Herianto, S.P., M.M., melalui Waka Kesiswaan, Bapak Jauhari, S.H.I., Gr., menyampaikan bahwa madrasah tidak hanya bertugas mencetak peserta didik yang unggul secara akademik, tetapi juga membina mereka agar siap menjadi pemimpin yang berakhlak mulia.
"Memberikan kepercayaan kepada peserta didik untuk menjadi imam salat merupakan bagian dari pendidikan karakter. Kami ingin mereka terbiasa memimpin, berani tampil, dan siap memikul amanah. Kepemimpinan tidak lahir secara instan, tetapi harus dilatih melalui pengalaman nyata sejak di bangku madrasah. Semoga pembiasaan ini melahirkan generasi yang religius, percaya diri, dan mampu menjadi teladan di tengah masyarakat," ungkap Jauhari.
Beliau menambahkan bahwa kesempatan seperti ini akan terus diberikan kepada peserta didik lainnya secara bergiliran sebagai bagian dari pembinaan karakter dan pengembangan potensi. Dengan demikian, madrasah menjadi tempat yang tidak hanya mengembangkan kemampuan akademik, tetapi juga menumbuhkan jiwa kepemimpinan yang dilandasi nilai-nilai keislaman.
Melalui pembiasaan ini, MTsN 2 Rejang Lebong terus berkomitmen menciptakan lingkungan pendidikan yang mampu membentuk peserta didik menjadi pribadi yang beriman, berakhlak mulia, percaya diri, bertanggung jawab, dan siap menjadi pemimpin masa depan, sejalan dengan visi madrasah dan implementasi Kurikulum Berbasis Cinta.
(Ririn/Edwinsya)Hastag : #kemenagrejanglebong #mtsn2rejanglebong
From : MTsN 2



