Jaga Kekhusyukan Salat, Waka Kesiswaan MTsN 2 Rejang Lebong Ingatkan Adab dan Rukun Salat
Rejang Lebong, (Humas) – Komitmen MTsN 2 Rejang Lebong dalam membentuk peserta didik yang religius terus diwujudkan melalui pembinaan ibadah secara berkelanjutan. Pada Sabtu (1/8), usai pelaksanaan Salat Duha di Musala MTsN 2 Rejang Lebong, Wakil Kepala Madrasah Bidang Kesiswaan, Jauhari, S.H.I., Gr., memberikan pembinaan kepada seluruh peserta didik mengenai pentingnya menjaga adab dan kesempurnaan salat.
Dalam arahannya, Jauhari mengingatkan agar peserta didik tidak bermain-main saat melaksanakan salat. Menurutnya, salat merupakan ibadah yang harus dikerjakan dengan penuh kekhusyukan, ketenangan, dan sesuai tuntunan syariat. Beliau juga menegaskan bahwa setiap gerakan dalam salat memiliki rukun dan tata cara yang telah diajarkan oleh Rasulullah saw.
Selain itu, peserta didik diberikan pemahaman mengenai pentingnya menghindari gerakan yang tidak diperlukan ketika salat. Jauhari menjelaskan bahwa para ulama menerangkan adanya batasan dalam melakukan gerakan di luar rukun salat; gerakan yang dilakukan secara berlebihan dan terus-menerus dapat memengaruhi keabsahan salat. Oleh karena itu, peserta didik diimbau untuk menjaga fokus, tidak bercanda, tidak menoleh tanpa kebutuhan, serta menghindari kebiasaan yang dapat mengurangi kekhusyukan ibadah.
Pembinaan tersebut disampaikan sebagai bagian dari pembiasaan ibadah di madrasah, sehingga peserta didik tidak hanya mampu melaksanakan salat, tetapi juga memahami tata cara yang benar sesuai ajaran Islam. Dengan pembinaan yang dilakukan secara rutin, diharapkan nilai-nilai ibadah dapat tertanam kuat dalam kehidupan sehari-hari.
Kepala MTsN 2 Rejang Lebong, Wawan Herianto, S.Pd., M.M., melalui Waka Akademik, Bapak Apriliandi, M.Pd.I., Gr., menegaskan bahwa pembinaan ibadah merupakan bagian penting dari pendidikan karakter di madrasah.
"Madrasah tidak hanya mengajarkan peserta didik untuk mampu melaksanakan salat, tetapi juga membimbing mereka agar memahami tata cara salat yang benar sesuai tuntunan syariat. Kekhusyukan, ketertiban, dan adab dalam beribadah harus dibiasakan sejak dini agar menjadi karakter yang melekat dalam kehidupan mereka. Inilah salah satu wujud implementasi Kurikulum Berbasis Cinta, yaitu menumbuhkan kecintaan kepada Allah Swt. melalui ibadah yang berkualitas," ungkap April.
Beliau berharap pembinaan seperti ini terus menjadi budaya positif di lingkungan madrasah, sehingga peserta didik tumbuh menjadi generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki akhlak mulia, disiplin dalam beribadah, dan mampu mengamalkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui pembinaan rutin usai Salat Duha, MTsN 2 Rejang Lebong terus memperkuat budaya religius sebagai bagian dari upaya membentuk generasi Qurani yang beriman, berakhlak mulia, dan berkarakter, sejalan dengan visi madrasah dan semangat Kurikulum Berbasis Cinta.
(Ririn/Edwinsya)Hastag : #kemenagrejanglebong #mtsn2rejanglebong
From : MTsN 2



