Mis Nurul Tanamkan Adab Mulia,Siswa Rutin Salim Usai Upacara
Rajang Lebong (Humas) - Pendidikan karakter menjadi pondasi utama dalam proses pembelajaran di MIS Nurul Kamal. Selain mengutamakan prestasi akademik dan hafalan, madrasah ini juga konsisten menanamkan nilai-nilai adab dan akhlak mulia kepada seluruh siswa. Salah satu pembiasaan yang terus dijaga adalah budaya salim atau cium tangan kepada guru setelah pelaksanaan upacara bendera setiap hari Senin. (3/8)
Usai upacara selesai dan lagu Indonesia Raya berkumandang terakhir kali, seluruh siswa dari kelas 1 sampai kelas 6 dengan tertib langsung berbaris di depan bapak dan ibu guru. Satu persatu siswa maju, bersalaman, mencium tangan guru, dan mengucapkan terima kasih. Suasana haru dan hangat terlihat jelas karena terjalin kedekatan antara guru dan murid.
Kepala MIS Nurul Kamal menjelaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar rutinitas, tetapi bagian dari pendidikan karakter yang sengaja ditanamkan sejak dini.
"Kami ingin anak-anak memahami makna hormat dan bakti kepada guru. Guru adalah orang yang berjasa besar dalam mencerdaskan dan membentuk akhlak anak-anak. Melalui salim ini, kami berharap tumbuh rasa sayang, hormat, dan tawadhu dalam diri siswa," jelasnya.
Para guru juga merasakan dampak positif dari kebiasaan ini. Hubungan antara guru dan siswa menjadi lebih dekat dan penuh kasih sayang. Selain itu, anak-anak juga menjadi lebih disiplin, santun, dan mudah diarahkan dalam belajar.
Antusiasme siswa pun sangat tinggi. Mereka berebut untuk bersalaman paling pertama dan selalu mengingatkan temannya jika ada yang lupa.
"Saya senang salim sama guru. Rasanya hati jadi tenang dan dapat doa dari guru," ujar salah satu siswa kelas 5.
MIS Nurul Kamal berharap pembiasaan kecil seperti ini dapat membentuk generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga beradab. Karena anak yang hebat adalah anak yang berilmu, berakhlak, dan tahu menghargai orang lain.
(Rahmadaniar /Edwinsya)Hastag : Mis Nurul Kamal
From : MIS Nurul Kamal



