Kemenag Rejang Lebong Gelar FGD Pelayanan Publik, Dorong Layanan Prima, Mudah, Cepat, dan Transparan
Rejang Lebong (Kemenag) — Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Rejang Lebong terus memperkuat komitmen dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Salah satu langkah yang dilakukan adalah melalui pelaksanaan Focus Group Discussion (FGD) Pelayanan Publik dengan mengusung tema “Mewujudkan Pelayanan Prima, Mudah, Cepat, dan Transparan” yang digelar di Aula Kantor Kemenag Kabupaten Rejang Lebong, Selasa (4/8).
Kegiatan tersebut menjadi ruang strategis bagi Kemenag Rejang Lebong untuk menghimpun berbagai pandangan, masukan, kritik, serta saran dari masyarakat dan para pemangku kepentingan terkait kualitas penyelenggaraan pelayanan publik di lingkungan Kemenag Rejang Lebong.
FGD dipimpin langsung oleh Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Rejang Lebong, Dr. H. Rahman Umar, S.Ag., M.Pd.I. Kegiatan turut dihadiri Kepala Subbagian Tata Usaha, para kepala seksi dan penyelenggara, serta sejumlah unsur organisasi keagamaan, lembaga pendidikan, satuan kerja, dan mitra Kemenag.
Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Rejang Lebong, Baznas Rejang Lebong, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Rejang Lebong, perwakilan akademisi, Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Rejang Lebong, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU), Muhammadiyah, LAZ Raihan, Ketua Persatuan Tarbiyah Islamiyah (PERTI) Rejang Lebong, perwakilan Kantor Urusan Agama (KUA), madrasah dan Raudhatul Athfal (RA), Ketua AGPAI, Ketua PGRI Rejang Lebong, pimpinan MDTA, pimpinan Pondok Pesantren Al-Kautsar, Badan Wakaf Indonesia (BWI), perwakilan pimpinan gereja, serta perwakilan media massa TVRI.
Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan bahwa peningkatan kualitas pelayanan publik membutuhkan keterlibatan bersama. Pelayanan yang baik tidak hanya menjadi tanggung jawab internal instansi pemerintah, tetapi juga membutuhkan partisipasi masyarakat sebagai penerima dan pengguna layanan.
Dalam sambutannya, Kepala Kantor Kemenag Rejang Lebong, Rahman Umar, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh undangan yang telah hadir serta meluangkan waktu untuk mengikuti kegiatan tersebut.
Menurutnya, FGD Pelayanan Publik tidak hanya menjadi bagian dari upaya penerapan regulasi dan pemenuhan standar pembangunan Zona Integritas (ZI), tetapi juga menjadi sarana untuk membangun kesamaan pemahaman antara Kemenag dengan masyarakat dan para pemangku kepentingan mengenai penyelenggaraan pelayanan publik.
“Tujuan kegiatan ini, di samping menerapkan undang-undang dan standar Zona Integritas, juga untuk memperoleh pemahaman yang sama serta mencari solusi atas berbagai permasalahan yang ada, terutama terkait pembahasan rancangan dan dampak evaluasi penyelenggaraan pelayanan publik itu sendiri,” ujar Rahman.
Ia menegaskan bahwa pelibatan masyarakat dan berbagai satuan kerja dalam kegiatan tersebut merupakan hal penting karena mereka merupakan pengguna layanan Kementerian Agama.
“Kenapa masyarakat dan satuan kerja dilibatkan dalam kegiatan ini? Karena mereka adalah pengguna layanan. Masyarakat boleh memberikan masukan maupun kritikan terhadap pelayanan kami. Apa yang harus kami perbaiki dan apa yang harus kami tingkatkan,” tegasnya.
Rahman juga menekankan bahwa pihaknya berkomitmen untuk memberikan pelayanan secara maksimal kepada masyarakat. Namun, ia menyadari bahwa dalam pelaksanaannya masih terdapat kemungkinan adanya kekurangan yang perlu diperbaiki.
“Kita utamakan semaksimal mungkin. Jika ada yang kurang maksimal, tolong sampaikan kepada kami,” ungkap Rahman.
Menurutnya, keterbukaan terhadap kritik dan masukan merupakan bagian penting dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan. Dengan adanya komunikasi dua arah antara penyelenggara layanan dan masyarakat, berbagai kekurangan dapat diketahui secara lebih cepat dan selanjutnya ditindaklanjuti melalui langkah-langkah perbaikan.
Rahman menambahkan, kritik dan saran dari masyarakat hendaknya tidak dipandang sebagai bentuk kelemahan institusi, melainkan sebagai bahan evaluasi untuk melakukan pembenahan secara berkelanjutan. Dengan adanya masukan secara langsung dari pengguna layanan, Kemenag Rejang Lebong dapat mengetahui sejauh mana pelayanan yang diberikan telah memenuhi harapan masyarakat.
Menurutnya, pelayanan publik yang berkualitas harus mampu memberikan kepastian, kemudahan, kecepatan, keterbukaan, serta memberikan rasa nyaman kepada masyarakat. Karena itu, setiap unsur pelayanan perlu terus dievaluasi agar mampu menjawab kebutuhan masyarakat yang semakin dinamis.
“Pelayanan publik harus terus kita perbaiki. Kita tidak boleh merasa bahwa pelayanan yang kita berikan sudah sempurna. Justru melalui masukan dari masyarakat, kita dapat mengetahui kekurangan dan menentukan langkah perbaikan ke depan,” lanjutnya.
Dalam forum tersebut, Kemenag Rejang Lebong juga mendorong terbangunnya komunikasi yang terbuka antara penyelenggara pelayanan dan masyarakat. Forum diskusi diharapkan dapat menghasilkan berbagai rekomendasi yang menjadi bahan evaluasi dan tindak lanjut dalam meningkatkan kualitas pelayanan pada masing-masing unit kerja.
Keterlibatan berbagai organisasi keagamaan, lembaga pendidikan, satuan kerja, lembaga sosial, tokoh masyarakat, hingga media massa juga menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem pelayanan publik yang transparan dan responsif.
Setelah pemaparan materi oleh Kepala Kantor Kemenag Rejang Lebong, kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan diskusi. Para peserta diberikan kesempatan untuk menyampaikan pertanyaan, pandangan, kritik, serta berbagai masukan terkait pelayanan yang selama ini mereka terima.
Diskusi berlangsung secara terbuka dan konstruktif. Berbagai masukan yang disampaikan menjadi bahan penting bagi Kemenag Rejang Lebong dalam melakukan evaluasi sekaligus menyusun langkah perbaikan pelayanan di masa mendatang.
Melalui FGD tersebut, Kemenag Rejang Lebong menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan pelayanan publik yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Prinsip mudah, cepat, transparan, akuntabel, dan berintegritas diharapkan tidak sekadar menjadi slogan, tetapi diwujudkan dalam setiap proses pelayanan.
Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara Kemenag Rejang Lebong dengan seluruh pemangku kepentingan dalam mewujudkan pelayanan publik yang semakin berkualitas, profesional, dan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
(Prada/Prada Utama, S.I.Kom)Hastag : #kemenagrl #rejanglebong
From : Kemenag


.jpg)
