Perkuat Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta, Seluruh Guru MTsN 2 Rejang Lebong Ikuti Diseminasi KBC
Rejang Lebong, (Humas) – Sebagai tindak lanjut dari Workshop Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama Kabupaten Rejang Lebong, MTsN 2 Rejang Lebong menggelar diseminasi hasil workshop kepada seluruh dewan guru pada Selasa (4/8) di ruang guru.
Kegiatan dipimpin oleh Wakil Kepala Madrasah Bidang Kurikulum, Apriliandi, M.Pd., Gr., bersama Tim Pengembang Kurikulum, yaitu Ririn Pebriyanti, S.Pd., Gr., Ade Sonnie Aglesia, S.Pd., M.Pd., dan Ropal Astiawan, S.H., Gr. Keempat delegasi tersebut merupakan peserta Workshop Implementasi KBC yang sebelumnya dilaksanakan di MAN Rejang Lebong.
Diseminasi diawali dengan pemaparan mengenai makna Panca Cinta, yang meliputi cinta Allah Swt., dan Rasulullah saw., cinta diri sendiri dan sesama, cinta alam dan lingkungan, cinta ilmu, serta cinta tanah air. Selanjutnya, peserta memperoleh penjelasan mengenai strategi implementasi nilai-nilai tersebut dalam budaya madrasah, kegiatan intrakurikuler, kokurikuler, ekstrakurikuler, hingga pembiasaan sehari-hari.
Pada sesi berikutnya, seluruh guru diajak menyusun perangkat pembelajaran yang terintegrasi dengan KBC. Tim pengembang kurikulum memberikan pendampingan dalam memetakan Capaian Pembelajaran (CP), Tujuan Pembelajaran (TP), topik pembelajaran, serta merancang aktivitas belajar yang tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga menanamkan nilai-nilai Panca Cinta kepada peserta didik.
Suasana diseminasi berlangsung interaktif. Para guru aktif berdiskusi, menyampaikan pertanyaan, serta berbagi pengalaman mengenai implementasi KBC sesuai karakteristik mata pelajaran masing-masing. Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk menyamakan persepsi sehingga pelaksanaan Kurikulum Berbasis Cinta dapat diterapkan secara utuh dan berkelanjutan di lingkungan madrasah.
Kepala MTsN 2 Rejang Lebong, Wawan Herianto, S.Pd., M.M., menyampaikan bahwa diseminasi merupakan bagian penting agar ilmu dan pengalaman yang diperoleh dari pelatihan dapat dirasakan manfaatnya oleh seluruh guru.
"Workshop akan memberikan dampak yang lebih besar apabila hasilnya dibagikan dan diterapkan bersama. Melalui diseminasi ini, kami ingin seluruh guru memiliki pemahaman yang sama tentang Kurikulum Berbasis Cinta, sehingga nilai-nilai Panca Cinta tidak hanya menjadi konsep, tetapi benar-benar hidup dalam budaya madrasah dan proses pembelajaran di setiap kelas. Guru adalah teladan, sehingga implementasi KBC harus dimulai dari perubahan pola pikir dan keteladanan pendidik," ujar Wawan.
Beliau menambahkan bahwa implementasi KBC merupakan bagian dari upaya meningkatkan mutu pendidikan madrasah melalui pembelajaran yang lebih bermakna, humanis, inklusif, dan berorientasi pada pembentukan karakter peserta didik.
Melalui kegiatan diseminasi ini, MTsN 2 Rejang Lebong menegaskan komitmennya untuk mengimplementasikan Kurikulum Berbasis Cinta secara menyeluruh. Dengan kolaborasi seluruh warga madrasah, diharapkan lahir generasi yang tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga memiliki akhlak mulia, kepedulian sosial, kecintaan terhadap ilmu, lingkungan, dan tanah air, sesuai dengan visi madrasah sebagai lembaga pendidikan Islam yang unggul, ramah, dan berkarakter.
(Ririn/Edwinsya)Hastag : #kemenagrejanglebong #mtsn2rejanglebong
From : MTsN 2


.jpg)
