Hijaukan Madrasah, Siswa MTsN 2 Rejang Lebong Belajar Prakarya Melalui Pembuatan Kebun Tanaman Obat
Rejang Lebong, (Humas) – Pembelajaran yang bermakna tidak hanya berlangsung di dalam kelas, tetapi juga melalui pengalaman nyata di lapangan. Hal tersebut tampak pada Rabu (5/8) ketika Guru Prakarya, Azizah, S.Pd., Gr., bersama peserta didik kelas VII melaksanakan pembelajaran berbasis praktik dengan merancang kebun tanaman obat keluarga (TOGA) di depan aula MTsN 2 Rejang Lebong.
Kegiatan diawali dengan pengenalan berbagai jenis tanaman obat yang mudah dibudidayakan di lingkungan madrasah, seperti jahe, kunyit, kencur, serai, lengkuas, dan tanaman herbal lainnya. Selanjutnya, peserta didik bersama guru menyiapkan lahan, menyusun tata letak kebun, serta mulai melakukan penanaman secara bergotong royong.
Ibu Azizah menjelaskan bahwa pembelajaran prakarya tidak hanya bertujuan menghasilkan sebuah karya, tetapi juga membangun keterampilan hidup (life skills), kreativitas, kepedulian terhadap lingkungan, serta menanamkan kebiasaan memanfaatkan potensi alam secara bijaksana.
Melalui kegiatan ini, peserta didik belajar bahwa tanaman obat memiliki banyak manfaat bagi kesehatan dan dapat dimanfaatkan sebagai alternatif pengobatan tradisional maupun sebagai upaya menjaga ketahanan pangan keluarga. Selain itu, mereka juga memperoleh pengalaman langsung mengenai teknik menanam, merawat tanaman, dan menjaga keberlanjutan lingkungan.
Suasana pembelajaran berlangsung aktif dan menyenangkan. Peserta didik tampak antusias bekerja sama, saling membantu, serta berdiskusi mengenai cara merawat tanaman agar dapat tumbuh dengan baik. Pembelajaran berbasis praktik ini diharapkan mampu meningkatkan pemahaman peserta didik karena mereka belajar melalui pengalaman langsung.
Kepala MTsN 2 Rejang Lebong, Wawan Herianto, S.Pd., M.M., melalui Waka Akademik, Apriliandi, M.Pd., Gr., mengapresiasi inovasi pembelajaran yang dilakukan oleh guru prakarya karena memberikan pengalaman belajar yang nyata dan bermanfaat bagi peserta didik.
"Kami terus mendorong guru menghadirkan pembelajaran yang kontekstual dan bermakna. Pembuatan kebun tanaman obat ini bukan sekadar memenuhi capaian pembelajaran mata pelajaran Prakarya, tetapi juga menjadi sarana menanamkan kepedulian terhadap lingkungan, membangun keterampilan hidup, serta mengenalkan kekayaan hayati yang bermanfaat bagi kesehatan. Inilah wujud pembelajaran yang selaras dengan Kurikulum Berbasis Cinta, di mana peserta didik tidak hanya memperoleh ilmu, tetapi juga belajar mencintai alam, menghargai ciptaan Allah, dan menghasilkan karya yang memberikan manfaat bagi banyak orang," ungkap April.
Beliau berharap kebun tanaman obat tersebut dapat terus dirawat oleh peserta didik sehingga berkembang menjadi laboratorium pembelajaran yang hidup dan menjadi salah satu ikon edukasi lingkungan di MTsN 2 Rejang Lebong.
Melalui pembelajaran berbasis praktik ini, MTsN 2 Rejang Lebong terus berkomitmen menghadirkan pendidikan yang aktif, inovatif, dan berorientasi pada pembentukan karakter. Dengan mengintegrasikan ilmu pengetahuan, keterampilan, dan nilai-nilai kepedulian lingkungan, madrasah berupaya mencetak generasi yang sehat, kreatif, berakhlak mulia, dan siap memberikan manfaat bagi masyarakat.
(Ririn/Edwinsya)Hastag : #kemenagrejanglebong #mtsn2rejanglebong
From : MTsN 2


.jpg)
