Evaluasi Demi Perbaikan, Guru MTsN 2 Rejang Lebong Isi Sulingjar sebagai Bagian Asesmen Nasional
Rejang Lebong, (Humas) – Dalam rangka mendukung pelaksanaan Asesmen Nasional (AN), seluruh guru MTsN 2 Rejang Lebong mengikuti pengisian Survei Lingkungan Belajar (Sulingjar) yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi pada Rabu (5/8) di ruang guru.
Pengisian Sulingjar dilaksanakan secara daring dan diikuti oleh seluruh pendidik dengan penuh tanggung jawab. Kegiatan ini merupakan salah satu komponen penting dalam Asesmen Nasional selain Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) dan Survei Karakter.
Berbeda dengan AKM yang mengukur kemampuan literasi dan numerasi peserta didik, Sulingjar berfokus pada pemetaan kondisi lingkungan belajar di sekolah. Melalui survei ini, pemerintah memperoleh gambaran mengenai berbagai aspek yang memengaruhi kualitas pembelajaran, seperti iklim sekolah, kepemimpinan, budaya belajar, keamanan, inklusivitas, hingga praktik pembelajaran yang diterapkan oleh guru.
Dengan demikian, hasil Sulingjar tidak digunakan untuk menilai individu guru, melainkan menjadi bahan evaluasi dalam meningkatkan mutu layanan pendidikan secara menyeluruh. Data yang dihimpun akan menjadi dasar bagi sekolah dalam merancang program perbaikan dan pengembangan yang lebih tepat sasaran.
Seluruh guru MTsN 2 Rejang Lebong mengikuti pengisian survei secara objektif dan sesuai dengan kondisi nyata di madrasah. Sikap jujur dan profesional dalam memberikan jawaban diharapkan mampu menghasilkan data yang valid sehingga rekomendasi perbaikan yang diperoleh benar-benar sesuai dengan kebutuhan sekolah.
Kepala MTsN 2 Rejang Lebong, Wawan Herianto, S.Pd., M.M., melalui Waka Akademik, Apriliandi, M.Pd., Gr., menegaskan bahwa pengisian Sulingjar merupakan bagian penting dari budaya mutu yang harus didukung oleh seluruh pendidik.
"Sulingjar bukan sekadar memenuhi administrasi Asesmen Nasional, tetapi menjadi instrumen penting untuk melihat sejauh mana lingkungan belajar di madrasah telah mendukung tumbuh kembang peserta didik. Oleh karena itu, saya mengajak seluruh guru mengisi survei ini secara jujur, objektif, dan bertanggung jawab. Data yang akurat akan menjadi dasar bagi kita untuk terus melakukan perbaikan, sehingga mutu layanan pendidikan di MTsN 2 Rejang Lebong semakin meningkat dari waktu ke waktu," ungkap April.
Beliau menambahkan bahwa peningkatan mutu pendidikan tidak hanya ditentukan oleh capaian akademik peserta didik, tetapi juga oleh kualitas proses pembelajaran, budaya sekolah, dan kolaborasi seluruh warga madrasah dalam menciptakan lingkungan belajar yang positif.
Melalui partisipasi aktif dalam pengisian Sulingjar, MTsN 2 Rejang Lebong kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung program peningkatan mutu pendidikan nasional. Dengan menjadikan evaluasi sebagai budaya kerja, madrasah optimistis mampu menghadirkan layanan pendidikan yang semakin berkualitas, berkarakter, dan berorientasi pada kebutuhan peserta didik.
(Ririn/Edwinsya)Hastag : #kemenagrejanglebong #mtsn2rejanglebong
From : MTsN 2


.jpg)
