Mimbar sebagai Media Belajar, MTsN 2 Rejang Lebong Bentuk Generasi Percaya Diri dan Berani Berdakwah
Rejang Lebong, (Humas) – Pembinaan karakter dan kemampuan komunikasi peserta didik terus menjadi perhatian MTsN 2 Rejang Lebong. Pada Rabu (5/8), usai pelaksanaan Salat Zuhur berjamaah di musala madrasah, Wakil Kepala Madrasah Bidang Akademik, Apriliandi, M.Pd., Gr., memberikan pembinaan kepada seluruh peserta didik mengenai pentingnya memiliki keberanian dan rasa percaya diri dalam menyampaikan kultum.
Dalam arahannya, Apriliandi menegaskan bahwa program kultum yang dilaksanakan setiap selesai salat berjamaah bukan sekadar rutinitas keagamaan, tetapi menjadi sarana melatih kemampuan berbicara di depan umum, kepemimpinan, serta keberanian menyampaikan pesan-pesan kebaikan.
Ia mengajak seluruh peserta didik untuk memandang mimbar sebagai tempat belajar, bukan sebagai sesuatu yang menakutkan. Menurutnya, rasa gugup merupakan hal yang wajar, namun dapat diatasi melalui latihan yang terus-menerus dan persiapan yang matang.
"Jangan jadikan mimbar sebagai beban, tetapi jadikanlah sebagai media belajar. Semua pembicara hebat berawal dari keberanian untuk mencoba. Persiapkan materi dengan baik, pahami isinya, lalu sampaikan dengan percaya diri. Insyaallah, semakin sering berlatih, kalian akan mampu menyampaikan kultum tanpa teks," pesan Apriliandi di hadapan seluruh peserta didik.
Beliau juga menekankan bahwa seorang penyampai kultum tidak hanya dituntut mampu berbicara dengan lancar, tetapi juga memahami materi yang disampaikan sehingga pesan yang diberikan dapat diterima dan menginspirasi pendengar. Oleh karena itu, peserta didik diharapkan membiasakan diri membaca, mencari referensi, serta memahami dalil Al-Qur'an dan hadis yang relevan dengan tema kultum.
Program kultum rutin ini merupakan salah satu program unggulan madrasah dalam membentuk generasi yang religius, komunikatif, dan berjiwa pemimpin. Selain memperkuat pemahaman keagamaan, kegiatan ini juga menjadi wadah melatih keterampilan public speaking, berpikir sistematis, serta membangun rasa percaya diri sejak usia dini.
Kegiatan tersebut selaras dengan implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC). Nilai cinta kepada Allah Swt. diwujudkan melalui penyampaian dakwah dan ajakan kepada kebaikan. Cinta kepada ilmu tercermin dari kebiasaan mempersiapkan materi dan memperdalam pemahaman agama, sedangkan cinta kepada diri sendiri diwujudkan melalui pengembangan potensi, keberanian, dan rasa percaya diri untuk tampil di depan umum.
Kepala MTsN 2 Rejang Lebong, Wawan Herianto, S.Pd., M.M., melalui Waka Humas, Ririn Pebriyanti, S.Pd., Gr., menyampaikan bahwa program kultum merupakan investasi karakter yang akan memberikan manfaat besar bagi masa depan peserta didik.
"Kami ingin setiap peserta didik memiliki keberanian untuk berbicara, menyampaikan kebenaran, dan mengajak kepada kebaikan. Mimbar adalah tempat belajar membangun kepercayaan diri, kemampuan komunikasi, sekaligus jiwa kepemimpinan. Karena itu, kami membiasakan siswa tampil secara bertahap hingga mampu menyampaikan kultum dengan baik, percaya diri, dan tanpa bergantung pada teks. Kami yakin, pengalaman sederhana di musala hari ini akan menjadi bekal berharga ketika mereka kelak memimpin di tengah masyarakat," ungkap Ririn.
Melalui pembiasaan kultum setelah Salat Zuhur, MTsN 2 Rejang Lebong terus berkomitmen melahirkan generasi Qurani yang tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga memiliki akhlak mulia, kemampuan komunikasi yang baik, serta keberanian menjadi penyampai nilai-nilai kebaikan di mana pun mereka berada.
(Ririn/Edwinsya)Hastag : #kemenagrejanglebong #mtsn2rejanglebong
From : MTsN 2


.jpg)
