Sanksi Edukatif Melalui Hafalan Surah Pendek, MIN 1 Rejang Lebong Tanamkan Disiplin dan Karakter Islami
Rejang Lebong (Humas) – Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Rejang Lebong terus memperkuat budaya disiplin di lingkungan madrasah melalui penerapan sanksi yang bersifat edukatif bagi peserta didik yang datang terlambat. Salah satu bentuk pembinaan yang diterapkan adalah sanksi menyetorkan hafalan surah-surah pendek Al-Qur'an maupun hadis. Kegiatan tersebut kembali dilaksanakan pada Rabu (5/8) sebagai bagian dari upaya membentuk karakter disiplin sekaligus meningkatkan kecintaan siswa terhadap nilai-nilai keislaman.
Pada pelaksanaannya, peserta didik yang datang melewati batas waktu yang telah ditentukan diarahkan oleh guru piket, Dimas Priambudi, S.Pd, untuk menyetorkan hafalan surah pendek atau hadis sebelum diperbolehkan mengikuti kegiatan pembelajaran. Sanksi ini tidak dimaksudkan sebagai bentuk hukuman, melainkan sebagai media pembinaan agar siswa semakin terbiasa menghargai waktu sekaligus memperkuat hafalan yang menjadi bekal dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan belajar mengajar di MIN 1 Rejang Lebong dimulai tepat pukul 07.15 WIB dengan pembiasaan shalat Dhuha berjamaah di halaman madrasah. Seluruh peserta didik diharapkan hadir sebelum kegiatan dimulai agar dapat mengikuti rangkaian pembiasaan pagi secara utuh. Kehadiran tepat waktu menjadi salah satu indikator kedisiplinan yang terus dibangun di lingkungan madrasah.
Kepala MIN 1 Rejang Lebong, Mufidatul Chairi, S.Ag., M.Pd.I, mengatakan bahwa penerapan sanksi hafalan merupakan langkah pembinaan yang mengedepankan nilai-nilai pendidikan Islam. Menurutnya, setiap bentuk pembinaan harus mampu memberikan manfaat dan menjadi pengalaman belajar yang positif bagi peserta didik.
"Kami ingin menanamkan kedisiplinan dengan cara yang mendidik. Hafalan surah pendek dan hadis bukan sekadar menjadi sanksi, tetapi juga menjadi sarana menambah bekal keagamaan peserta didik. Dengan demikian, anak-anak tidak merasa dihukum, melainkan dibimbing untuk menjadi pribadi yang lebih disiplin dan religius," ujar Mufida.
Lebih lanjut, Mufidatul Chairi menegaskan bahwa keberhasilan pembentukan karakter disiplin tidak hanya menjadi tanggung jawab madrasah, tetapi juga membutuhkan dukungan penuh dari keluarga. Kolaborasi yang baik antara guru dan orang tua akan membantu membangun kebiasaan positif yang berkelanjutan pada diri peserta didik.
Madrasah pun mengimbau kepada seluruh orang tua agar membiasakan anak berangkat lebih awal sehingga dapat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan pagi, termasuk shalat Dhuha berjamaah. Melalui sinergi antara madrasah dan keluarga, MIN 1 Rejang Lebong berharap mampu melahirkan generasi yang disiplin, bertanggung jawab, berakhlakul karimah, serta memiliki kecintaan yang kuat terhadap Al-Qur'an dan hadis sebagai pedoman hidup.
(Randi/Edwinsya)Hastag : #MIN1RL #Humas
From : MIN 1


.jpg)
