Bimwin Pra Nikah Catin, PAI Curup Tengah: Nikah Adalah Ibadah Terpanjang
Rejang Lebong (Humas) – Penyuluh Agama Islam (PAI) Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Curup Tengah menegaskan bahwa pernikahan bukan sekadar ikatan lahir dan batin antara seorang pria dan wanita, tetapi juga merupakan ibadah yang akan dijalani sepanjang kehidupan. Pesan tersebut disampaikan dalam kegiatan Bimbingan Perkawinan (Bimwin) Pra Nikah bagi calon pengantin (catin) yang dilaksanakan di Aula KUA Curup Tengah, Kamis (6/8).
Dalam sesi penyampaian materi, PAI Curup Tengah, Wawan Miharjo, S.Pd.I mengajak seluruh calon pengantin untuk mengubah cara pandang terhadap pernikahan. Menurutnya, pernikahan bukan hanya tentang penyelenggaraan akad nikah atau resepsi, melainkan awal dari perjalanan panjang yang penuh amanah, tanggung jawab, dan pengabdian kepada Allah SWT.
"Nikah adalah ibadah terpanjang. Karena itu, setiap pasangan harus mempersiapkan diri sebaik mungkin, baik secara spiritual, mental, emosional, maupun sosial. Rumah tangga yang sakinah tidak lahir secara instan, tetapi dibangun melalui komitmen, kesabaran, saling menghormati, dan kerja sama antara suami dan istri," ungkapnya di hadapan para peserta.
Wawan menjelaskan bahwa setiap aktivitas dalam rumah tangga dapat bernilai ibadah apabila dilandasi niat yang ikhlas dan dilaksanakan sesuai tuntunan syariat. Mulai dari mencari nafkah, mendidik anak, saling membantu dalam pekerjaan rumah, hingga menjaga komunikasi yang baik merupakan bentuk pengabdian kepada Allah SWT yang akan bernilai pahala.
Selain itu, peserta Bimwin juga dibekali materi mengenai hak dan kewajiban suami istri, komunikasi efektif dalam keluarga, pengelolaan konflik, kesehatan reproduksi, serta pengelolaan ekonomi rumah tangga. Seluruh materi disampaikan secara interaktif melalui diskusi, studi kasus, dan berbagi pengalaman sehingga mudah dipahami oleh para calon pengantin.
Suasana kegiatan berlangsung hangat dan penuh antusiasme. Para peserta aktif mengajukan pertanyaan mengenai berbagai persoalan yang mungkin dihadapi setelah menikah, mulai dari cara membangun komunikasi yang sehat, menyikapi perbedaan pendapat, hingga menjaga keharmonisan keluarga di tengah tantangan kehidupan modern.
Wawan berharap melalui Bimbingan Perkawinan Pra Nikah, para calon pengantin memiliki bekal pengetahuan dan kesiapan yang lebih matang dalam memasuki kehidupan rumah tangga. Dengan pemahaman yang baik tentang hakikat pernikahan sebagai ibadah terpanjang, pasangan diharapkan mampu membangun keluarga yang sakinah, mawaddah, dan rahmah serta menjadi teladan di tengah masyarakat.
Kegiatan Bimbingan Perkawinan ini merupakan bagian dari komitmen KUA Curup Tengah dalam meningkatkan kualitas pembinaan calon pengantin. Melalui pembekalan yang komprehensif dan berkelanjutan, KUA Curup Tengah terus berupaya mewujudkan keluarga Indonesia yang tangguh, harmonis, dan berkualitas sebagai fondasi lahirnya generasi yang berakhlak mulia.
(Ebit/Edwinsya)Hastag : #PenyuluhAgamaIslam#KUACurupTengah#Berdaya#
From : KUA Curup Tengah


.jpg)
