Lagu Jadi Media Belajar, Siswa Kelas IX MTsN 2 Rejang Lebong Asah Kemampuan Analisis dalam Pembelajaran Kolaboratif
Rejang Lebong, (Humas) – Pembelajaran Bahasa Indonesia di MTsN 2 Rejang Lebong kembali dikemas secara kreatif dan interaktif. Pada Jumat (7/8), Guru Bahasa Indonesia, M. Ali Saputra, S.Pd., mengajak peserta didik belajar menganalisis sudut pandang, konjungsi, dan makna lagu melalui pemanfaatan media digital di musala madrasah.
Dalam pembelajaran tersebut, Ali memanfaatkan video YouTube dan speaker yang ditampilkan melalui proyektor. Lirik lagu ditampilkan pada layar sehingga peserta didik dapat menyimak sekaligus mengamati teks secara lebih jelas. Media tersebut dimanfaatkan sebagai sumber belajar untuk membantu siswa menemukan unsur-unsur kebahasaan dan memahami makna yang terkandung dalam lagu.
Pembelajaran dilaksanakan menggunakan model Cooperative Learning. Peserta didik dibagi ke dalam beberapa kelompok dan bekerja sama untuk menyelesaikan tugas analisis yang diberikan. Setiap kelompok diminta mengidentifikasi sudut pandang, menemukan penggunaan konjungsi, serta menafsirkan makna lagu berdasarkan lirik yang telah diamati.
Hasil diskusi kemudian dituangkan oleh masing-masing kelompok ke dalam LKPD (Lembar Kerja Peserta Didik). Melalui kegiatan tersebut, siswa tidak hanya dituntut memahami materi secara individu, tetapi juga belajar menyampaikan pendapat, mendengarkan ide teman, berdiskusi, dan mencapai kesepakatan bersama.
Penggunaan lagu sebagai media pembelajaran memberikan pengalaman belajar yang lebih dekat dengan kehidupan peserta didik. Lagu yang selama ini akrab didengar dapat dimanfaatkan menjadi bahan untuk mengembangkan kemampuan literasi dan berpikir kritis. Peserta didik belajar bahwa sebuah teks tidak hanya dapat dinikmati, tetapi juga dapat dianalisis untuk menemukan pesan, struktur bahasa, dan makna yang terkandung di dalamnya.
Kepala MTsN 2 Rejang Lebong, Wawan Herianto, S.Pd., M.M., mengapresiasi kreativitas guru dalam menghadirkan pembelajaran yang memanfaatkan teknologi sekaligus melibatkan peserta didik secara aktif.
“Pembelajaran yang baik adalah pembelajaran yang mampu membuat siswa terlibat dan menemukan makna dari apa yang mereka pelajari. Pemanfaatan video dan lagu seperti ini merupakan inovasi yang menarik karena teknologi digunakan bukan sekadar untuk hiburan, tetapi menjadi sarana belajar. Melalui kerja kelompok, siswa juga belajar berkomunikasi, menghargai pendapat, dan bertanggung jawab terhadap tugasnya,” ujar Wawan.
Ia berharap para guru terus mengembangkan inovasi pembelajaran yang kontekstual, kreatif, dan sesuai dengan karakteristik peserta didik, sehingga proses belajar di madrasah semakin menyenangkan sekaligus bermakna.
Melalui pembelajaran yang menggabungkan teknologi, literasi, analisis teks, dan kerja sama, MTsN 2 Rejang Lebong terus berupaya menciptakan pengalaman belajar yang aktif dan relevan bagi peserta didik.
(Ririn/Edwinsya)Hastag : #kemenagrejanglebong #mtsn2rejanglebong
From : MTsN 2


.jpg)
