Filosofi Sepasang Sepatu, Pembina Apel Pramuka MTsN 2 Rejang Lebong Ajarkan Arti Kebersamaan
Rejang Lebong, (Humas) – Kegiatan kepramukaan di MTsN 2 Rejang Lebong kembali menjadi ruang pembentukan karakter dan penanaman nilai kehidupan bagi peserta didik. Pada Sabtu (8/8), seluruh peserta mengikuti Apel Pramuka yang dilaksanakan di lapangan madrasah.
Apel dipimpin oleh Afka, siswa kelas IX B, sedangkan amanat pembina disampaikan oleh Yeni Oktavia, S.Pd.I., Gr. Dalam amanatnya, Yeni menyampaikan sebuah filosofi sederhana namun sarat makna, yaitu filosofi sepasang sepatu.
Sepasang sepatu, menurutnya, mengajarkan bahwa manusia tidak dapat menjalani kehidupan seorang diri. Layaknya dua sepatu yang harus berjalan bersama agar dapat digunakan dengan baik, manusia juga membutuhkan kehadiran orang lain dalam menjalani kehidupan.
"Coba kita lihat sepasang sepatu. Keduanya berjalan bersama. Kalau hanya satu, tentu tidak akan berfungsi sebagaimana mestinya. Begitu juga kita sebagai manusia. Kita adalah makhluk sosial yang membutuhkan orang lain. Tidak semua hal bisa kita lakukan sendiri," pesan Yeni dalam amanatnya.
Filosofi tersebut kemudian dikaitkan dengan kehidupan peserta didik di madrasah. Setiap siswa memiliki kelebihan dan kekurangan yang berbeda. Karena itu, mereka perlu belajar untuk saling membantu, menghargai, bekerja sama, dan tidak meremehkan orang lain.
Pesan tersebut juga mengingatkan peserta didik bahwa keberhasilan tidak selalu lahir dari usaha seorang diri. Ada guru yang membimbing, orang tua yang mendukung, teman yang menyemangati, serta lingkungan yang turut memberikan pengalaman dan pelajaran.
Melalui kegiatan kepramukaan, nilai-nilai tersebut diharapkan tidak hanya didengar saat apel, tetapi juga diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Sikap gotong royong, kepedulian, kekompakan, tanggung jawab, dan kesetiakawanan merupakan bagian penting dari pendidikan karakter yang terus dibangun di madrasah.
Kegiatan ini juga sejalan dengan semangat Kurikulum Berbasis Cinta (KBC), terutama nilai cinta kepada sesama. Peserta didik diajak menyadari bahwa setiap manusia memiliki peran dan keberhargaan masing-masing. Saling menghormati dan membantu menjadi wujud nyata kepedulian terhadap orang lain.
Kepala MTsN 2 Rejang Lebong, Wawan Herianto, S.Pd., M.M., melalui Waka Akademik, Aprliandi, M.Pd., Gr., mengapresiasi amanat yang disampaikan dalam kegiatan apel tersebut. Menurutnya, pembelajaran karakter dapat hadir melalui berbagai cara, termasuk melalui kegiatan kepramukaan.
“Anak-anak perlu memahami bahwa hidup bukan tentang siapa yang paling hebat, tetapi bagaimana kita bisa berjalan bersama dan saling menguatkan. Filosofi sepasang sepatu sangat sederhana, tetapi memiliki pesan yang dalam. Kita membutuhkan orang lain, dan pada saat yang sama kita juga harus mampu menjadi orang yang bermanfaat bagi orang lain,” ungkap April.
Ia berharap kegiatan Pramuka terus menjadi wadah bagi peserta didik untuk belajar mandiri sekaligus memahami pentingnya kebersamaan. Dengan demikian, siswa tidak hanya tumbuh menjadi pribadi yang tangguh, tetapi juga memiliki kepedulian sosial dan mampu membangun hubungan yang positif dengan lingkungan.
Sepasang sepatu mengajarkan satu hal sederhana: untuk melangkah lebih jauh, kita tidak harus berjalan sendirian. Begitu pula kehidupan, karena setiap langkah akan terasa lebih bermakna ketika dijalani dengan saling mendukung dan menguatkan.
(Ririn/Edwinsya)Hastag : #kemenagrejanglebong #mtsn2rejanglebong
From : MTsN 2


