Cegah Stunting Sejak Sebelum Menikah, Catin KUA Curup Utara Dapat Penyuluhan 4T dan Peran Ayah
Rejang Lebong (Humas) – Upaya membangun keluarga sehat dan berkualitas terus diperkuat KUA Kecamatan Curup Utara melalui sinergi bersama Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN). Pada Kamis (6/8) calon pengantin (catin) mendapatkan bimbingan dan penyuluhan dari Penyuluh BKKBN, Titin Lusiany, S.KM, dengan materi seputar 4T, peran ayah dalam keluarga, pengenalan stunting, serta langkah-langkah pencegahannya.
Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam memberikan bekal kepada calon pengantin agar tidak hanya siap secara administratif dan mental memasuki kehidupan rumah tangga, tetapi juga memiliki pengetahuan mengenai kesehatan keluarga dan tumbuh kembang anak. Edukasi pencegahan stunting memang perlu dilakukan sejak dari hulu, termasuk kepada calon pengantin, sehingga pasangan memiliki kesiapan sebelum merencanakan kehamilan dan membangun keluarga.
Dalam penyuluhannya, Titin Lusiany menjelaskan mengenai 4T, yaitu kondisi yang perlu diwaspadai dalam perencanaan kehamilan, seperti terlalu muda, terlalu tua, terlalu dekat jarak kehamilan, dan terlalu banyak jumlah kehamilan. Pemahaman tersebut diharapkan dapat membantu calon pengantin merencanakan kehidupan berkeluarga secara lebih matang dengan mempertimbangkan kesehatan ibu dan anak.
Selain 4T, calon pengantin juga mendapatkan pemahaman mengenai apa itu stunting dan bagaimana cara mencegahnya. Stunting berkaitan dengan gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak akibat kekurangan gizi serta berbagai faktor lainnya. Karena itu, pencegahan perlu dilakukan secara menyeluruh melalui perencanaan keluarga, pemenuhan kebutuhan gizi, perhatian terhadap kesehatan ibu dan anak, serta pola pengasuhan yang baik.
Hal yang menarik dalam penyuluhan tersebut adalah penekanan terhadap peran seorang ayah. Ayah tidak hanya berperan sebagai pencari nafkah, tetapi juga memiliki tanggung jawab dalam mendampingi pasangan, ikut mengambil keputusan terkait kesehatan keluarga, mendukung pemenuhan gizi, serta terlibat aktif dalam pengasuhan anak. BKKBN juga menekankan bahwa keterlibatan ayah dalam pengasuhan dan masa 1.000 Hari Pertama Kehidupan dapat menjadi bagian penting dalam upaya pencegahan stunting.
“Menjadi orang tua bukan hanya tentang memenuhi kebutuhan anak, tetapi juga bagaimana ayah dan ibu hadir bersama dalam menjaga kesehatan, memberikan kasih sayang, serta membangun pola pengasuhan yang baik,” demikian pesan yang disampaikan dalam penyuluhan.
Melalui kegiatan ini, calon pengantin diharapkan semakin memahami bahwa pencegahan stunting bukanlah persoalan yang baru dimulai ketika anak lahir. Persiapannya justru dapat dimulai sejak sebelum pernikahan melalui perencanaan keluarga yang sehat, kesiapan menjadi orang tua, serta komitmen ayah dan ibu untuk menjalankan peran masing-masing.
KUA Curup Utara terus mendorong agar bimbingan kepada calon pengantin tidak berhenti pada aspek pernikahan semata, tetapi turut menjadi ruang edukasi untuk membentuk keluarga yang sehat, harmonis, dan berkualitas. Sinergi dengan BKKBN menjadi langkah strategis dalam memperkuat pesan bahwa keluarga berkualitas dibangun sejak sebelum pernikahan dan generasi sehat dipersiapkan sejak dari hulu.
(Rodia/Prada Utama, S.I.Kom)Hastag : #BKKBN#KUACurupUtara
From : KUA Curup Utara

.jpg)

