KUA Sindang Beliti Ulu Berikan Bimbingan Perkawinan kepada Tiga Pasang Calon Pengantin
Rejang Lebong (Humas) – Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sindang Beliti Ulu terus menunjukkan komitmennya dalam mempersiapkan generasi keluarga yang berkualitas. Komitmen tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan Bimbingan Perkawinan (Bimwin) bagi tiga pasang calon pengantin yang digelar di Balai Nikah KUA setempat, Senin (10/8).
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 09.30 WIB ini diikuti oleh pasangan Vivi dan Vaka Hendra asal Desa Karang Pinang, Efriyansyah dan Eri Susan dari Desa Pengambang, serta Julian dan Dira Hasfirullah yang berasal dari Desa Tanjung Agung. Bimbingan ini merupakan bagian dari rangkaian layanan pra-nikah wajib yang difasilitasi oleh KUA sebelum pelaksanaan akad nikah.
Pelaksanaan Bimwin kali ini dipandu oleh dua Penyuluh Agama Islam KUA Sindang Beliti Ulu, yaitu Alam Nuari, S.Kom.I dan Zerdino, S.Pd.I, dengan pendampingan langsung dari Kepala KUA Sindang Beliti Ulu, Darwis, S.Ag., M.H. Dalam sesi yang interaktif tersebut, para peserta diberikan pemahaman komprehensif mengenai dinamika kehidupan berumah tangga.
Materi yang disampaikan mencakup empat pilar utama keluarga harmonis, yaitu kesiapan mental dan spiritual sebagai bekal utama, pemahaman mendalam tentang hak dan kewajiban suami istri sesuai syariat, teknik komunikasi efektif dalam keluarga, serta strategi pengelolaan perbedaan pendapat. Para penyuluh juga menekankan pentingnya membangun fondasi rumah tangga yang dilandasi nilai-nilai agama untuk menciptakan ketenangan dan keberkahan.
Kepala KUA Sindang Beliti Ulu, Darwis, S.Ag., M.H., menegaskan bahwa Bimwin bukan sekadar formalitas administratif, melainkan investasi jangka panjang bagi keutuhan rumah tangga.
"Kami ingin memastikan bahwa para calon pengantin tidak hanya siap secara dokumen dan administrasi, tetapi juga memiliki bekal pengetahuan, kematangan mental, dan ketahanan spiritual. Rumah tangga itu bukan hanya tentang kebahagiaan sesaat, tetapi membutuhkan komunikasi yang terbuka, kesabaran yang tinggi, tanggung jawab bersama, serta komitmen seumur hidup. Inilah esensi dari keluarga sakinah yang kami targetkan," ujar Darwis.
Senada dengan hal tersebut, Penyuluh Agama Islam Alam Nuari menambahkan bahwa pernikahan adalah ibadah yang membutuhkan ilmu. "Kami berharap calon pengantin mampu menjadikan nilai-nilai agama sebagai filter dalam menghadapi setiap masalah. Jagalah komunikasi yang baik, saling menghargai, dan selesaikan segala persoalan dengan cara bijaksana serta mengedepankan musyawarah," pesannya.
Selama kurang lebih tiga jam, kegiatan Bimwin berlangsung dengan suasana tertib dan penuh antusiasme. Para calon pengantin terlihat aktif bertanya dan merespons setiap materi yang disampaikan, menunjukkan keseriusan mereka dalam mempersiapkan jenjang pernikahan.
Melalui kegiatan rutin ini, KUA Sindang Beliti Ulu berharap ketiga pasangan calon pengantin dapat memahami bahwa pernikahan merupakan amanah suci dan ibadah yang harus dipertanggungjawabkan. Dengan pembekalan yang maksimal, diharapkan mereka mampu membangun keluarga yang harmonis, bahagia, dan senantiasa dipenuhi dengan sakinah (ketenangan), mawaddah (cinta kasih), serta warahmah (kasih sayang) dari Allah SWT.
(eri/Edwinsya)Hastag : Kemenagrejanglebong Kuasindangbelitiulu
From : KUA S. Beliti Ulu


.jpg)
