Bukan Sekadar Projek, Kokurikuler MTsN 2 Rejang Lebong Tanamkan Panca Cinta dalam Keseharian
Rejang Lebong, (Humas) – Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) terus diperkuat melalui berbagai program pembelajaran di MTsN 2 Rejang Lebong. Salah satunya melalui perencanaan kegiatan kokurikuler kelas VII yang dibahas dalam rapat pada Senin (10/8) di ruang guru madrasah.
Rapat kokurikuler kelas VII tersebut dipimpin oleh Penanggung Jawab (PJ) Kokurikuler, M. Ali Saputra, S.Pd. Kegiatan ini melibatkan kolaborasi guru dari empat mata pelajaran, yaitu Bahasa Indonesia, Al-Qur’an Hadis, Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK), serta Pendidikan Pancasila.
Adapun guru yang terlibat dalam program kokurikuler kelas VII tersebut adalah Jamilawati, S.Pd.I., Gr., Rahayu Nengsih, S.Pd.I., Gr., Repa Andespa, S.Pd., dan Khairul Anwar, M.Pd., Gr.
Dalam rapat, tim membahas rancangan program kokurikuler yang diarahkan pada pembiasaan implementasi nilai-nilai Panca Cinta dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, KBC tidak berhenti pada pemahaman konsep di dalam kelas, tetapi diharapkan dapat menjadi kebiasaan dan tercermin dalam sikap peserta didik.
Nilai-nilai Panca Cinta akan diintegrasikan melalui aktivitas yang dekat dengan kehidupan siswa. Peserta didik akan diarahkan untuk membangun kecintaan kepada Allah dan Rasul-Nya, ilmu, diri dan sesama, lingkungan, serta tanah air, sesuai dengan konteks pembelajaran dan kehidupan mereka di madrasah.
Salah satu program yang dirancang adalah projek penilaian kemampuan membaca Al-Qur’an pada akhir semester. Projek tersebut diharapkan dapat menjadi sarana untuk melihat perkembangan kemampuan peserta didik sekaligus mendorong mereka agar semakin terbiasa membaca Al-Qur’an dengan baik.
Kolaborasi lintas mata pelajaran menjadi kekuatan utama dalam program ini. Bahasa Indonesia dapat menguatkan kemampuan literasi dan komunikasi, Al-Qur’an Hadis memperkuat nilai keagamaan, PJOK mendukung pembiasaan hidup sehat dan kecintaan terhadap diri, sementara Pendidikan Pancasila menguatkan karakter, tanggung jawab, dan kecintaan terhadap bangsa.
Kepala MTsN 2 Rejang Lebong, Wawan Herianto, S.Pd., M.M., melalui Waka Akademik, Apriliandi, M.Pd., Gr., mengapresiasi perencanaan kokurikuler tersebut. Menurutnya, kokurikuler harus menjadi ruang bagi peserta didik untuk mengalami secara langsung nilai-nilai yang dipelajari.
“Kita ingin Panca Cinta bukan hanya menjadi materi yang disampaikan kepada siswa, tetapi benar-benar menjadi kebiasaan dalam kehidupan mereka. Karena itu, kolaborasi antarguru sangat penting. Anak-anak perlu mengalami, mempraktikkan, dan membiasakan nilai-nilai tersebut dalam keseharian,” ungkap April.
Ia juga menekankan bahwa program kokurikuler perlu dirancang secara terarah agar mampu memberikan pengalaman belajar yang bermakna bagi peserta didik.
“Projek membaca Al-Qur’an di akhir semester juga menjadi bagian dari evaluasi sekaligus pembiasaan. Kita tidak hanya ingin melihat hasil akhirnya, tetapi bagaimana proses anak-anak membangun kecintaan terhadap Al-Qur’an sejak awal hingga menjadi kebiasaan,” tambahnya.
Melalui program tersebut, MTsN 2 Rejang Lebong berupaya menghadirkan kokurikuler yang tidak sekadar menambah aktivitas peserta didik, tetapi menjadi jembatan antara ilmu, karakter, dan kehidupan nyata.
Dengan kolaborasi empat mata pelajaran dan penguatan Panca Cinta, kokurikuler kelas VII diharapkan mampu membentuk peserta didik yang tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga berakhlak, mencintai ilmu, peduli terhadap sesama dan lingkungan, serta memiliki kecintaan kepada bangsa dan agama.
(Ririn/Edwinsya)Hastag : #kemenagrejanglebong #mtsn2rejanglebong
From : MTsN 2


.jpg)
