Menyusun Materi, Menyiapkan Solusi, PAI KUA Curup Utara Perkuat Peran Penyuluh di Tengah Masyarakat
Rejang Lebong (Humas) — Menjadi penyuluh agama tidak hanya dituntut mampu menyampaikan materi di hadapan masyarakat, tetapi juga harus memiliki kesiapan dalam memahami kebutuhan umat. Hal inilah yang terus diperkuat oleh Penyuluh Agama Islam (PAI) KUA Kecamatan Curup Utara, Siti Rodiatul Kholidawati, S.H.I, melalui penyusunan materi bimbingan dan penyuluhan yang terarah, sistematis, serta mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Jumat (7/8).
Penyusunan materi bimbingan menjadi salah satu bagian penting dalam mendukung pelaksanaan tugas kepenyuluhan. Sebelum memberikan pembinaan kepada masyarakat, materi dipersiapkan dengan mempertimbangkan kondisi, kebutuhan, serta tingkat pemahaman kelompok binaan. Dengan demikian, penyuluhan tidak berhenti pada penyampaian teori, tetapi dapat menjadi sarana memberikan pemahaman sekaligus solusi terhadap berbagai persoalan keagamaan yang dihadapi masyarakat.
Rodia mengatakan bahwa materi penyuluhan perlu disiapkan dengan baik agar pesan keagamaan yang disampaikan dapat diterima secara sederhana dan tidak sulit dipahami oleh masyarakat.
“Materi yang kita susun harus benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Penyuluh bukan hanya menyampaikan informasi keagamaan, tetapi juga berusaha memberikan pemahaman yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” ungkap Rodia.
Menurutnya, penyusunan materi juga menjadi kesempatan bagi penyuluh untuk kembali memperdalam dan memastikan setiap materi yang akan disampaikan memiliki dasar yang jelas. Hal tersebut penting agar kegiatan bimbingan berjalan terarah, komunikatif, serta mampu menjawab pertanyaan dan persoalan yang muncul di tengah masyarakat.
Dalam proses penyusunan, materi bimbingan dapat dikembangkan berdasarkan berbagai tema keagamaan yang dekat dengan kehidupan masyarakat, mulai dari pembelajaran Al-Qur’an, ibadah, akhlak, keluarga, hingga penguatan pemahaman keagamaan bagi kelompok binaan. Materi kemudian disusun dengan bahasa yang sederhana sehingga masyarakat lebih mudah mengikuti, memahami, dan mempraktikkannya.
Bagi Siti Rodiatul, penyuluhan agama merupakan bentuk kehadiran Kementerian Agama yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Karena itu, seorang penyuluh perlu terus meningkatkan kemampuan, memperkaya bahan pembinaan, serta menyesuaikan metode penyampaian dengan karakter masyarakat yang menjadi sasaran bimbingan.
“Setiap kelompok masyarakat memiliki kebutuhan yang berbeda. Karena itu, materi juga harus kita sesuaikan. Kita ingin kegiatan penyuluhan benar-benar memberikan manfaat, bukan sekadar menyampaikan materi kemudian selesai,” tambahnya.
Penyusunan materi yang matang juga diharapkan dapat membuat kegiatan bimbingan lebih interaktif. Masyarakat tidak hanya menjadi pendengar, tetapi diberikan ruang untuk bertanya, berdiskusi, menyampaikan persoalan, dan mencari solusi bersama berdasarkan nilai-nilai agama.
Langkah tersebut sekaligus memperkuat fungsi PAI KUA Kecamatan Curup Utara sebagai garda terdepan dalam memberikan pembinaan keagamaan. Kehadiran penyuluh di tengah masyarakat diharapkan mampu menjadi jembatan antara kebutuhan umat dengan layanan dan pembinaan keagamaan yang diberikan Kementerian Agama.
Dengan persiapan materi yang baik, penyuluhan diharapkan semakin berkualitas, tepat sasaran, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat. PAI KUA Kecamatan Curup Utara terus berkomitmen menghadirkan bimbingan keagamaan yang edukatif, humanis, dan solutif sebagai bagian dari upaya membangun masyarakat yang semakin memahami, menghayati, dan mengamalkan nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui semangat menyusun materi, menyiapkan solusi, penyuluh agama tidak hanya hadir untuk berbicara di hadapan umat, tetapi juga hadir untuk mendengar, memahami, mendampingi, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
(Rodia/Edwinsya)Hastag : #PenyuluhAgamaIslamBergerak#KUACurupUtara
From : KUA Curup Utara


.jpg)
