“Jangan Mudah Menyerah!” Penyuluh Agama KUA Curup Tanamkan Semangat Juang kepada Remaja Masjid At-Tariyat MTs Tarbiyah
Rejang Lebong, (Humas) — Menjadi remaja di tengah perkembangan zaman yang begitu cepat bukanlah perkara mudah. Berbagai tantangan, tekanan pergaulan, kemajuan teknologi, hingga gempuran berbagai godaan di media sosial menjadi ujian tersendiri yang harus dihadapi generasi muda. Tidak sedikit remaja yang akhirnya kehilangan arah, bahkan berhenti berjuang sebelum cita-cita mereka benar-benar tercapai.
Kondisi inilah yang menjadi perhatian Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Curup, Ibu Oli Sholihat, saat mengisi tausiah dalam kegiatan Pengajian Remaja Masjid At-Tariyat MTs Tarbiyah, Kabupaten Rejang Lebong, Sabtu (8/8).
Dalam tausiah yang disampaikan dengan bahasa yang dekat dengan kehidupan remaja, Ibu Oli Sholihat mengajak para peserta untuk membangun karakter sebagai generasi muda yang kuat, tangguh, disiplin, memiliki tujuan hidup, serta tidak mudah menyerah dalam menghadapi tantangan.
Menurutnya, perjalanan meraih cita-cita tidak selalu berjalan mulus. Ada kalanya seseorang mengalami kegagalan, mendapatkan penolakan, menghadapi keterbatasan, bahkan merasa lelah dan ingin berhenti. Namun, keadaan tersebut bukan alasan untuk menyerah. “Jangan takut gagal. Yang harus ditakutkan adalah ketika kita berhenti mencoba dan memilih menyerah sebelum perjuangan selesai,” pesan Ibu Oli dalam tausianya.
Ia menekankan bahwa setiap remaja memiliki potensi yang besar untuk menjadi pribadi yang sukses dan bermanfaat. Namun, potensi tersebut harus dibarengi dengan kemauan untuk belajar, berlatih, memperbaiki diri, serta berani menghadapi berbagai tantangan. Dalam kesempatan tersebut, Ibu Oli juga mengingatkan para remaja agar tidak mudah terbawa arus lingkungan. Pergaulan dan perkembangan teknologi memang memberikan banyak manfaat, tetapi jika tidak digunakan dengan bijak justru dapat menjadi jebakan yang menghambat masa depan.
Media sosial, menurutnya, jangan hanya dijadikan tempat untuk mencari hiburan atau mengikuti tren. Remaja harus mampu memanfaatkannya untuk hal-hal positif, menambah wawasan, mengembangkan kreativitas, serta membangun kemampuan yang dapat menunjang masa depan. “Jadilah remaja yang memiliki prinsip. Jangan sampai hidup kita hanya mengikuti apa yang sedang viral. Masa depan kalian terlalu berharga jika hanya dihabiskan untuk mengikuti sesuatu yang tidak memberikan manfaat,” ujarnya.
Ia mengajak peserta pengajian untuk berani mengatakan tidak terhadap berbagai bentuk pergaulan yang dapat merusak masa depan. Menurutnya, kemampuan menjaga diri merupakan salah satu bentuk keberanian terbesar yang harus dimiliki seorang remaja.
Lebih lanjut, Ibu Oli Sholihat memberikan motivasi bahwa kegagalan bukanlah akhir dari sebuah perjalanan. Justru dari kegagalan seseorang dapat belajar untuk menjadi lebih kuat dan dewasa.
Ia mengajak para remaja untuk tidak membandingkan perjalanan hidupnya dengan orang lain. Setiap orang memiliki waktu, kemampuan, tantangan, dan jalan kesuksesan yang berbeda. “Jangan merasa minder ketika melihat teman kalian lebih dahulu berhasil. Fokuslah pada perjalanan kalian sendiri. Terus belajar, terus berdoa, terus berusaha. Setiap orang memiliki waktunya masing-masing untuk bersinar,” tuturnya.
Pesan tersebut diharapkan dapat menjadi penguat bagi para remaja agar tidak mudah patah semangat ketika menghadapi masalah dalam kehidupan maupun dalam proses pendidikan.
Kegiatan pengajian Remaja Masjid At-Tarbiyat MTs Tarbiyah juga menjadi ruang strategis dalam membentuk karakter generasi muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kekuatan spiritual dan akhlak yang baik.
Ibu Oli mengajak para peserta untuk tidak menjauh dari masjid. Masjid bukan hanya tempat untuk melaksanakan ibadah, tetapi juga dapat menjadi tempat belajar, berdiskusi, membangun persaudaraan, serta menumbuhkan kepedulian terhadap sesama. Remaja yang dekat dengan masjid diharapkan memiliki fondasi agama yang kuat sehingga mampu menghadapi berbagai tantangan zaman dengan lebih bijaksana.
Melalui kegiatan tersebut, Penyuluh Agama Islam KUA Curup terus mengambil peran dalam mendampingi generasi muda agar memiliki karakter yang kuat, berakhlak, dan mampu merancang masa depan dengan penuh optimisme. Remaja hari ini adalah pemimpin di masa depan. Karena itu, sejak sekarang mereka harus mulai belajar bertanggung jawab terhadap pilihan hidupnya, menjaga pergaulan, menghormati orang tua dan guru, memperkuat ibadah, serta terus mengembangkan kemampuan diri.
Pengajian tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan rutin semata, tetapi mampu meninggalkan pesan dan semangat yang terus hidup dalam diri para peserta. “Teruslah bermimpi, jangan takut berjuang, dan jangan mudah menyerah. Karena masa depan tidak diberikan kepada mereka yang hanya menunggu, tetapi kepada mereka yang mau berusaha, berdoa, dan terus melangkah.”
Melalui tausiah ini, KUA Kecamatan Curup menunjukkan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat, khususnya dalam membina generasi muda agar tumbuh menjadi pribadi yang religius, tangguh, berkarakter, berprestasi, dan siap menghadapi tantangan zaman.
(Lidya /Edwinsya)Hastag : #KUAhebat #KUAkeren #PenyuluhBergerak
From : KUA Curup


.jpg)
