Kajian Majelis Tauhid Jadi Ruang Bertumbuh, Penyuluh Agama KUA Curup Raih Ilmu, Silaturahmi, dan Mitra Baru
Rejang Lebong, (Humas) — Menjadi Penyuluh Agama Islam yang profesional membutuhkan semangat untuk terus belajar dan memperluas wawasan. Tidak cukup hanya menyampaikan ilmu kepada masyarakat, seorang penyuluh juga harus senantiasa mengisi diri dengan pengetahuan dan pengalaman agar semakin siap menjalankan amanah pembinaan umat.
Semangat tersebut ditunjukkan oleh Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Curup dengan mengikuti Kajian Majelis Tauhid bersama Prof. Dr. H. Yusefri, S.Ag., M.Ag. yang berlangsung di Resto Hotel Syakilla, Kabupaten Rejang Lebong, Minggu (9/8).
Kegiatan ini menjadi momentum berharga untuk menambah wawasan keagamaan sekaligus memperkuat semangat dalam menjalankan tugas sebagai penyuluh di tengah masyarakat. Kajian tidak hanya menjadi tempat menimba ilmu, tetapi juga menjadi ruang untuk bertemu, berdiskusi, dan membangun hubungan baik dengan berbagai pihak. Bagi Penyuluh Agama Islam, ilmu merupakan bekal utama dalam menjalankan tugas. Beragam persoalan keagamaan dan sosial yang dihadapi masyarakat membutuhkan penyuluh yang memiliki wawasan luas, kemampuan komunikasi yang baik, serta kesiapan untuk terus belajar.
Melalui kajian bersama Yusefri, para penyuluh mendapatkan kesempatan untuk memperkaya pemahaman dan memperdalam wawasan keislaman. Ilmu yang diperoleh diharapkan dapat menjadi bekal untuk memberikan pembinaan yang lebih baik kepada masyarakat melalui pengajian, majelis taklim, pembinaan remaja, maupun kegiatan keagamaan lainnya.
Semangat belajar ini menjadi bagian dari upaya membentuk penyuluh yang semakin kompeten, berwawasan, komunikatif, dan mampu memberikan pencerahan kepada umat. Keistimewaan kegiatan tersebut tidak berhenti pada bertambahnya ilmu. Pertemuan dalam majelis tauhid juga menjadi kesempatan untuk mempererat silaturahmi. Suasana kajian yang penuh kekeluargaan membuka ruang bagi para peserta untuk saling mengenal, bertukar pengalaman, dan membangun komunikasi. Dari silaturahmi sederhana tersebut, dapat tumbuh hubungan yang lebih luas dan bermanfaat bagi kegiatan dakwah di masa mendatang.
Bagi penyuluh, silaturahmi merupakan modal penting dalam membangun sinergi. Sebab, dakwah dan pembinaan masyarakat akan semakin kuat apabila dilakukan dengan semangat kebersamaan dan kolaborasi. Salah satu manfaat lain yang dirasakan adalah kesempatan bertemu dengan partner atau mitra baru. Pertemuan dalam sebuah kajian dapat menjadi awal terbentuknya jaringan kerja sama dalam berbagai kegiatan sosial dan keagamaan.
Mitra baru tersebut dapat menjadi bagian dari jejaring yang mendukung kegiatan penyuluhan, pembinaan masyarakat, majelis taklim, kegiatan kepemudaan, hingga program-program keagamaan lainnya. Semakin luas silaturahmi yang dibangun, semakin banyak pula peluang untuk menghadirkan manfaat bagi masyarakat.
Hal ini sejalan dengan peran Penyuluh Agama Islam sebagai bagian dari garda terdepan Kementerian Agama dalam memberikan pembinaan dan pelayanan keagamaan secara langsung kepada masyarakat.
Keikutsertaan Penyuluh Agama KUA Curup dalam Kajian Majelis Tauhid menjadi gambaran bahwa proses menjadi penyuluh yang handal tidak pernah berhenti. Ilmu terus dicari, silaturahmi terus dirawat, pengalaman terus ditambah, dan jejaring terus diperluas. Dari satu kegiatan sederhana, banyak manfaat dapat diraih sekaligus. Ilmu bertambah, silaturahmi semakin erat, dan partner baru pun ditemukan.
Semangat tersebut diharapkan terus menjadi energi bagi Penyuluh Agama KUA Curup untuk semakin aktif memberikan pelayanan dan pembinaan kepada masyarakat. Karena bagi seorang penyuluh, belajar adalah cara meningkatkan kualitas diri, silaturahmi adalah cara memperkuat ukhuwah, dan kolaborasi adalah jalan untuk memperluas kebermanfaatan.
(Lidya /Edwinsya)Hastag : #KUAhebat #KUAkeren #PenyuluhBergerak
From : KUA Curup


.jpg)
