Sebelum Melayani Umat, PAI KUA Curup Utara Awali Aktivitas dengan Al-Qur’an, Bangun Budaya Kerja Bernilai Ibadah
Rejang Lebong (Humas) – Sebelum memulai berbagai aktivitas dan pelayanan kepada masyarakat, Penyuluh Agama Islam (PAI) KUA Kecamatan Curup Utara, Parida Sianti, S.Ag., M.Pd.I, mengawali aktivitasnya dengan membaca Al-Qur’an, Senin (10/8).
Kebiasaan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun budaya kerja yang tidak hanya berorientasi pada penyelesaian tugas, tetapi juga dilandasi ketenangan hati, nilai spiritual, dan semangat pengabdian kepada masyarakat.
Bagi seorang penyuluh agama, membaca Al-Qur’an sebelum menjalankan aktivitas bukan sekadar rutinitas. Tilawah menjadi sarana untuk mempersiapkan diri secara lahir dan batin sebelum memberikan pelayanan, pendampingan, serta bimbingan keagamaan kepada masyarakat.
Parida Sianti menyampaikan bahwa membiasakan diri membaca Al-Qur’an sebelum beraktivitas merupakan langkah sederhana yang memiliki makna besar. Menurutnya, aktivitas sehari-hari akan terasa lebih bermakna ketika diawali dengan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
“Sebelum kita memberikan pelayanan dan bimbingan kepada masyarakat, kita perlu menata hati terlebih dahulu. Salah satunya dengan membaca Al-Qur’an agar aktivitas yang kita jalankan mendapat keberkahan dan menjadi bagian dari ibadah,” ujar Parida.
Ia menambahkan, seorang penyuluh agama tidak hanya dituntut mampu menyampaikan pesan-pesan keagamaan, tetapi juga harus berusaha menghadirkan keteladanan dalam kehidupan sehari-hari. Kebiasaan membaca Al-Qur’an diharapkan dapat menjadi energi positif dalam menjalankan tugas sebagai pelayan masyarakat.
“Al-Qur’an bukan hanya untuk dibaca ketika ada waktu luang, tetapi hendaknya menjadi bagian dari keseharian kita. Ketika hati dekat dengan Al-Qur’an, insyaallah kita akan lebih tenang dalam menghadapi berbagai tugas dan persoalan,” lanjutnya.
Menurut Parida, pekerjaan yang dilakukan dengan niat yang baik dan dilandasi nilai-nilai keagamaan akan memberikan makna yang lebih luas. Pelayanan kepada masyarakat dapat menjadi ladang amal apabila dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab, keikhlasan, dan kesungguhan.
Kebiasaan tersebut juga menjadi pengingat bahwa tugas seorang PAI memiliki dimensi pengabdian yang tidak terpisahkan dari nilai-nilai agama. Setiap pelayanan, komunikasi, dan bimbingan yang diberikan kepada masyarakat diharapkan mampu membawa manfaat serta memberikan penguatan keagamaan di tengah kehidupan masyarakat.
Membaca Al-Qur’an sebelum beraktivitas sekaligus menjadi upaya membangun suasana kerja yang religius di lingkungan KUA Kecamatan Curup Utara. Dengan membiasakan tilawah, diharapkan semangat bekerja tidak hanya tumbuh karena tuntutan tugas, tetapi juga karena kesadaran bahwa pekerjaan merupakan bagian dari amanah yang harus dipertanggungjawabkan.
Langkah sederhana tersebut memperlihatkan bahwa membangun budaya kerja religius dapat dimulai dari kebiasaan kecil. Sebelum melayani masyarakat, hati terlebih dahulu didekatkan kepada Allah SWT melalui kalam-Nya.
Dengan semangat “melayani dengan hati, bekerja dengan amanah, dan beraktivitas dengan nilai-nilai Al-Qur’an,” PAI KUA Kecamatan Curup Utara terus berupaya menghadirkan pelayanan keagamaan yang tidak hanya profesional, tetapi juga sarat dengan keteladanan dan nilai ibadah.
(Rodia/Edwinsya)Hastag : #PenyuluhAgamaIslamBergerak#KUACurupUtara
From : KUA Curup Utara



