Diulang, Disambung, Diperbaiki: PAI KUA Curup Utara Dampingi Anak Desa Batu Panco Kuasai Iqro 2
Rejang Lebong (Humas) – Belajar membaca Al-Qur’an tidak cukup hanya dengan mengenali bentuk huruf. Ketepatan dalam mengucapkan, menyambungkan huruf, serta memahami sifat setiap huruf menjadi bagian penting agar bacaan tumbuh dengan baik sejak dini. Hal inilah yang menjadi perhatian Penyuluh Agama Islam (PAI) KUA Curup Utara, Desi Marlina, S.Pd.I, saat memberikan bimbingan membaca Iqro 2 kepada anak-anak di Desa Batu Panco, Senin (10/8).
Dalam kegiatan tersebut, Desi menerapkan pola pembelajaran sederhana namun berulang. Anak-anak terlebih dahulu diarahkan mengenali huruf, kemudian membacanya secara perlahan, mengulang bagian yang masih kurang tepat, dan selanjutnya mencoba menyambungkan huruf demi huruf menjadi satu rangkaian bacaan.
Menurut Desi, pengulangan merupakan salah satu cara efektif untuk membantu anak mengingat bentuk dan bunyi huruf sekaligus membangun ketepatan dalam membaca.
“Kita tidak ingin anak sekadar cepat menyelesaikan halaman Iqro, tetapi yang lebih penting adalah mereka memahami dan mampu membaca setiap huruf dengan benar. Karena itu, ketika ada bacaan yang belum tepat, kita ulangi bersama sampai anak benar-benar memahami,” ujar Desi.
Ia menjelaskan bahwa pada pembelajaran Iqro 2, anak-anak mulai diarahkan untuk lebih terbiasa menghadapi huruf yang sudah tersambung. Karena itu, kemampuan mengenali perubahan bentuk huruf ketika berada di posisi tertentu menjadi salah satu latihan yang terus diberikan.
“Anak-anak kita latih melihat huruf satu per satu, kemudian kita sambungkan. Mereka belajar bahwa ketika huruf berdiri sendiri dan ketika sudah tersambung, bentuknya bisa mengalami perubahan. Dari sini mereka dilatih agar tidak hanya menghafal, tetapi benar-benar mengenali huruf,” jelasnya.
Selain penyambungan huruf, Desi juga memberikan perhatian terhadap sifat huruf. Anak-anak diarahkan untuk memperhatikan cara keluarnya suara dan karakter bunyi setiap huruf sehingga bacaan tidak sekadar benar secara bentuk, tetapi juga semakin tepat dalam pengucapannya.
Kegiatan berlangsung secara interaktif. Anak-anak diberikan kesempatan membaca secara bergantian. Ketika menemukan huruf atau rangkaian bacaan yang masih sulit, Desi memberikan contoh terlebih dahulu, kemudian anak diminta mengikuti dan mengulanginya beberapa kali.
“Kalau satu huruf belum tepat, jangan langsung pindah. Kita perbaiki dulu. Setelah anak bisa, baru kita lanjutkan ke huruf berikutnya. Prinsipnya sederhana, diulang, disambung, lalu diperbaiki,” ungkapnya.
Menurutnya, pendekatan seperti ini juga membantu anak belajar dengan suasana yang lebih nyaman. Anak tidak merasa terburu-buru untuk menyelesaikan bacaan, tetapi justru memiliki kesempatan untuk memperbaiki kesalahan secara bertahap.
Bimbingan tersebut sekaligus menjadi bagian dari ikhtiar PAI KUA Curup Utara dalam memperkuat gerakan pembelajaran Al-Qur’an di tengah masyarakat. Pembinaan sejak usia anak-anak dinilai penting agar kemampuan membaca Al-Qur’an dapat dibangun melalui kebiasaan yang benar dan berkelanjutan.
Desi berharap anak-anak Desa Batu Panco semakin percaya diri dalam membaca Iqro dan terus melanjutkan pembelajaran hingga mampu membaca Al-Qur’an dengan lancar dan sesuai kaidah.
“Harapan kita, anak-anak tidak hanya bisa membaca Iqro sampai selesai, tetapi membawa kebiasaan membaca yang benar ini ketika nanti masuk ke pembelajaran Al-Qur’an. Semoga sedikit demi sedikit, dari satu huruf menjadi satu kata, dari satu kata menjadi ayat, mereka tumbuh menjadi generasi yang dekat dengan Al-Qur’an,” pungkasnya.
Kegiatan bimbingan ini menjadi bukti bahwa pembelajaran Al-Qur’an dapat dimulai dari langkah sederhana: mengenal satu huruf, mengulanginya dengan sabar, menyambungkannya dengan tepat, kemudian memperbaiki bacaan hingga benar. Dari proses kecil tersebut, diharapkan lahir generasi Desa Batu Panco yang semakin cinta, dekat, dan mampu berinteraksi dengan Al-Qur’an.
(Rodia/Edwinsya)Hastag : #PenyuluhAgamaIslamBergerak#KUACurupUtara
From : KUA Curup Utara



