Bangun Kesadaran Beribadah, MTsN 2 Rejang Lebong Bekali Siswa dengan Adab Salat Jumat
Rejang Lebong, (Humas) – Pembiasaan ibadah di MTsN 2 Rejang Lebong tidak hanya diarahkan pada pelaksanaan gerakan salat, tetapi juga pemahaman mengenai adab dan ketentuan dalam beribadah. Hal tersebut disampaikan oleh Waka Kesiswaan, Jauhari, S.H.I., Gr., setelah pelaksanaan salat duha berjamaah pada Selasa (11/8) di mushola madrasah.
Dalam arahannya, Jauhari secara khusus mengingatkan peserta didik mengenai adab ketika melaksanakan salat Jumat, terutama saat khatib telah naik ke mimbar dan menyampaikan khutbah.
Ia mengimbau siswa agar tidak berbicara, bercanda, atau mengobrol dengan teman ketika khutbah sedang berlangsung. Menurutnya, khutbah Jumat merupakan bagian penting dari rangkaian ibadah Jumat sehingga harus didengarkan dengan penuh perhatian dan sikap hormat.
“Ketika khatib sudah naik mimbar dan mulai berkhutbah, jangan lagi mengobrol atau bercanda. Dengarkan dengan baik apa yang disampaikan. Jangan sampai kita datang ke masjid untuk beribadah, tetapi justru mengganggu kekhusyukan orang lain,” pesan Jauhari.
Ia kemudian menjelaskan beberapa ketentuan dan adab penting dalam pelaksanaan salat Jumat kepada siswa. Salat Jumat merupakan kewajiban bagi laki-laki Muslim yang telah memenuhi syarat, dan pelaksanaannya didahului dengan dua khutbah yang disampaikan oleh khatib.
Saat khutbah berlangsung, jamaah dianjurkan untuk diam dan menyimak dengan baik. Bahkan, berbicara ketika imam sedang berkhutbah merupakan perbuatan yang harus dihindari karena dapat menghilangkan kesempurnaan adab dalam mengikuti khutbah.
Bapak Jauhari juga mengingatkan siswa untuk mempersiapkan diri sebelum berangkat salat Jumat, seperti menjaga kebersihan diri, mengenakan pakaian yang baik dan bersih, datang lebih awal, serta menghindari segala aktivitas yang dapat mengganggu jamaah lainnya.
“Jangan hanya belajar bagaimana gerakan salatnya, tetapi pelajari juga adabnya. Ketika berada di masjid, kita harus tahu bagaimana bersikap, bagaimana menghormati khatib, dan bagaimana menghargai jamaah lainnya,” lanjutnya.
Menurutnya, pembiasaan tersebut penting diberikan sejak usia madrasah agar siswa memiliki pemahaman bahwa ibadah membutuhkan ilmu sekaligus adab. Dengan demikian, mereka tidak hanya menjalankan kewajiban secara formal, tetapi juga memahami makna dan tata cara menghormati setiap proses ibadah.
Kepala MTsN 2 Rejang Lebong, Wawan Herianto, S.Pd., M.M., melalui Waka Akademik, Apriliandi, M.Pd., Gr., mengapresiasi pembinaan yang dilakukan kepada peserta didik. Ia menilai penguatan pemahaman keagamaan perlu dilakukan secara konsisten melalui pembiasaan sehari-hari.
“Madrasah memiliki tanggung jawab untuk membekali anak-anak bukan hanya dengan ilmu pengetahuan, tetapi juga ilmu agama dan adab. Kebiasaan sederhana seperti diam ketika khutbah berlangsung harus terus ditanamkan sampai menjadi karakter,” ungkap April.
Ia menambahkan bahwa pembiasaan tersebut sejalan dengan semangat Kurikulum Berbasis Cinta (KBC), terutama cinta kepada Allah dan Rasul-Nya. Menghormati khutbah, menjaga ketenangan masjid, dan menghargai jamaah merupakan bentuk nyata dari kecintaan dan penghormatan terhadap ibadah.
Melalui pembinaan rutin seperti ini, MTsN 2 Rejang Lebong terus berupaya membentuk peserta didik yang berilmu, beradab, disiplin dalam beribadah, dan mampu menerapkan nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari.
Sebab, menjadi pribadi yang baik bukan hanya tentang mengetahui apa yang harus dilakukan, tetapi juga memahami bagaimana melakukannya dengan adab.
(Ririn/Edwinsya)Hastag : #kemenagrejanglebong #mtsn2rejanglebong
From : MTsN 2



