Cegah Kekerasan di Madrasah, Guru BK MTsN 2 Rejang Lebong Ingatkan Siswa Jaga Sikap dan Saling Menghormati
Rejang Lebong, (Humas) – Upaya menciptakan lingkungan madrasah yang aman, nyaman, dan bebas dari kekerasan terus diperkuat oleh MTsN 2 Rejang Lebong. Pada Selasa (11/8) di lapangan madrasah, Guru BK, Repa Andespa, S.Pd., memberikan himbauan sekaligus peringatan tegas kepada seluruh peserta didik agar tidak melakukan tindakan kekerasan, baik secara fisik maupun verbal.
Dalam arahannya, Repa menegaskan bahwa setiap siswa memiliki tanggung jawab untuk menjaga keamanan dan kenyamanan lingkungan madrasah. Kekerasan dalam bentuk apa pun, termasuk memukul, mendorong, mengejek, menghina, mengancam, maupun melontarkan kata-kata yang menyakiti orang lain, tidak dapat dibenarkan.
“Jangan melakukan kekerasan, baik secara fisik maupun verbal. Jangan merasa bahwa bercanda adalah alasan untuk menyakiti teman. Setiap perkataan dan tindakan kita harus dipikirkan karena bisa berdampak kepada orang lain,” tegas Repa.
Ia secara khusus mengingatkan siswa kelas VIII dan IX agar mampu menjadi teladan bagi adik kelas. Sebagai siswa yang lebih senior, mereka diharapkan menunjukkan sikap yang dewasa, menghargai siswa kelas VII, serta membantu menciptakan suasana madrasah yang penuh persahabatan.
“Kakak kelas harus memberikan contoh yang baik. Jangan justru menakut-nakuti atau mengganggu adik kelas. Kalau kalian ingin dihormati, tunjukkan sikap yang pantas untuk dihormati,” lanjutnya.
Selain pencegahan kekerasan, Repa juga mengimbau siswa agar bermain dan beraktivitas di area kelas masing-masing. Siswa diminta tidak masuk ke kelas lain tanpa keperluan yang jelas. Himbauan tersebut disampaikan sebagai langkah preventif untuk menghindari berbagai potensi permasalahan, termasuk kehilangan barang, kesalahpahaman, hingga terjadinya perkelahian antarsiswa.
Siswa juga diarahkan untuk menyelesaikan persoalan melalui komunikasi yang baik dan segera meminta bantuan guru apabila menghadapi masalah. Dengan demikian, konflik tidak berkembang menjadi tindakan kekerasan.
Kepala MTsN 2 Rejang Lebong, Wawan Herianto, S.Pd., M.M., melalui Waka Humas, Ririn Pebriyanti, S.Pd., Gr., mendukung penuh pembinaan yang diberikan oleh Guru BK tersebut. Menurutnya, keamanan dan kenyamanan madrasah merupakan tanggung jawab seluruh warga madrasah.
“Madrasah harus menjadi tempat yang aman bagi setiap anak untuk belajar dan berkembang. Tidak boleh ada siswa yang merasa takut, terancam, atau tidak nyaman karena tindakan temannya. Karena itu, kami mendukung pembinaan yang tegas sekaligus edukatif seperti ini,” ujar Wawan.
Ia menambahkan bahwa siswa kelas VIII dan IX memiliki peran penting dalam membangun budaya positif di madrasah.
“Anak-anak kelas VIII dan IX sudah lebih senior. Jadilah contoh yang baik bagi adik-adik kelas. Tunjukkan bahwa menjadi kakak kelas berarti mampu melindungi, membimbing, dan memberikan teladan, bukan melakukan kekerasan,” tegasnya.
Pembinaan tersebut sejalan dengan implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC), terutama nilai cinta kepada sesama. Peserta didik diajak memahami bahwa setiap orang memiliki perasaan yang harus dihargai. Menjaga ucapan, menghindari kekerasan, membantu teman, dan menciptakan lingkungan yang aman merupakan bentuk nyata dari kepedulian terhadap sesama.
(Ririn/Edwinsya)Hastag : #kemenagrejanglebong #mtsn2rejanglebong
From : MTsN 2



