Ulangi, Pahami, Lancarkan! PAI KUA Curup Utara Dampingi Anak-Anak Batu Panco Kuasai Iqro 2
Rejang Lebong (Humas) – Mengulang bacaan bukan berarti kembali ke titik awal, melainkan menjadi bagian penting untuk memastikan setiap huruf benar-benar dipahami dan dibaca dengan tepat. Semangat inilah yang ditanamkan Penyuluh Agama Islam (PAI) KUA Kecamatan Curup Utara, Desi Marlina, S.Pd.I, saat memberikan bimbingan kepada anak-anak Desa Batu Panco, Selasa (11/8).
Dalam kegiatan tersebut, anak-anak kembali diajak mempelajari dan mengulang materi Iqro jilid 2, khususnya dalam mengenali bentuk huruf, memahami cara mengeluarkan huruf atau makharijul huruf, mengenali sifat-sifat huruf, serta berlatih menggabungkan huruf menjadi rangkaian bacaan yang benar.
Desi Marlina menjelaskan bahwa pengulangan menjadi metode penting dalam pembelajaran Iqro karena kemampuan membaca tidak cukup hanya dengan mengenali bentuk huruf. Anak-anak juga perlu memahami bagaimana huruf tersebut dilafalkan dan bagaimana perubahan susunan huruf memengaruhi cara membacanya.
“Kita tidak ingin anak-anak hanya hafal bentuk huruf, tetapi juga memahami dari mana huruf itu keluar dan bagaimana sifatnya ketika dibaca. Dengan pengulangan, mereka akan semakin terbiasa dan percaya diri dalam membaca Iqro,” jelas Desi.
Ia menambahkan, pembelajaran Iqro jilid 2 menjadi salah satu tahapan penting karena anak-anak mulai diarahkan untuk tidak sekadar membaca huruf secara terpisah, tetapi juga belajar menggabungkan huruf sehingga membentuk bacaan yang lebih utuh.
“Kalau huruf sudah dikenali, berikutnya kita latih cara menggabungkannya. Anak-anak harus teliti melihat bentuk huruf dan tidak terburu-buru ketika membacanya. Pelan, tepat, kemudian dilancarkan melalui pengulangan,” ungkapnya.
Suasana bimbingan berlangsung dengan pendekatan yang sederhana dan komunikatif. Anak-anak diberikan kesempatan membaca secara bergantian, kemudian PAI menyimak dan memberikan koreksi apabila terdapat pelafalan yang belum tepat. Kesalahan tidak langsung dianggap sebagai kekurangan, tetapi dijadikan kesempatan untuk belajar dan memperbaiki bacaan.
Menurut Desi, setiap anak memiliki kemampuan yang berbeda dalam menerima dan mengingat materi. Karena itu, pendampingan dilakukan secara bertahap dengan memberikan ruang bagi anak untuk mengulang bacaan sampai mereka benar-benar memahami pola huruf yang sedang dipelajari.
“Yang paling penting bukan cepat menyelesaikan jilid, tetapi benar dalam membaca. Kita ingin anak-anak memiliki dasar bacaan yang kuat sejak Iqro, sehingga ketika nanti masuk ke pembelajaran Al-Qur’an, mereka sudah terbiasa memperhatikan huruf dan pelafalannya,” katanya.
Selain melatih kemampuan membaca, kegiatan tersebut juga menjadi sarana menanamkan kebiasaan belajar Al-Qur’an secara rutin kepada anak-anak. Pengulangan yang dilakukan secara konsisten diharapkan dapat membangun ketelitian, kesabaran, dan kecintaan mereka terhadap Al-Qur’an sejak usia dini.
Bimbingan Iqro 2 di Desa Batu Panco ini sekaligus memperlihatkan peran PAI KUA Curup Utara yang tidak hanya hadir dalam pelayanan keagamaan administratif, tetapi juga aktif mendampingi masyarakat melalui pembinaan keagamaan di tengah lingkungan desa.
Desi berharap anak-anak terus memiliki semangat untuk belajar dan tidak mudah menyerah ketika menemukan huruf atau bacaan yang dirasakan sulit.
“Terus berlatih dan jangan takut salah. Kalau salah, kita perbaiki bersama. Semakin sering diulang, insyaallah semakin paham, semakin lancar, dan semakin baik bacaannya,” pesannya kepada anak-anak.
Melalui kegiatan tersebut, PAI KUA Curup Utara terus berupaya menghadirkan pembinaan Al-Qur’an yang dekat dengan masyarakat. Dari mengenal satu huruf, memahami tempat keluarnya, mengenali sifatnya, hingga mampu menggabungkannya menjadi bacaan yang benar, setiap tahapan menjadi bagian dari proses membentuk generasi yang lebih dekat dengan Al-Qur’an.
(Rodia/Edwinsya)Hastag : #IlmuTajwid#PenyuluhAgamaIslamBergerak#KUACurupUtara
From : KUA Curup Utara



