Bukan Sekadar Membaca, Tapi Memahami! PAI KUA Curup Utara Siti Rodiatul Kholidawati, S.H.I Perkuat Penyambungan Huruf Iqro 2 di MT Al Arofah.
Rejang Lebong (Humas) — Membaca Al-Qur’an bukan sekadar mampu melafalkan rangkaian huruf, tetapi juga memahami cara setiap huruf dibaca ketika berdiri sendiri maupun ketika disambungkan. Semangat inilah yang terus diperkuat Penyuluh Agama Islam (PAI) KUA Curup Utara, Siti Rodiatul Kholidawati, S.H.I, saat memberikan bimbingan kepada ibu-ibu Majelis Taklim (MT) Al Arofah, Selasa (11/8).
Dalam kegiatan tersebut, Siti kembali mengajak peserta untuk mengulang pembelajaran Iqro 2, khususnya kemampuan menyambungkan huruf demi huruf dengan tepat. Pengulangan dilakukan agar peserta semakin terbiasa mengenali perubahan bentuk huruf ketika berada di awal, tengah maupun akhir rangkaian bacaan.
Menurutnya, kemampuan menyambungkan huruf merupakan salah satu tahapan penting sebelum seseorang semakin lancar membaca Al-Qur’an. Karena itu, peserta tidak hanya diarahkan untuk cepat membaca, tetapi juga memperhatikan bentuk, bunyi dan sifat huruf secara benar.
“Dalam belajar Iqro, kita tidak mengejar cepat selesai, tetapi bagaimana setiap huruf benar-benar dikenali dan dibaca dengan tepat. Ketika huruf disambungkan, peserta harus tetap memperhatikan bunyi dan sifat masing-masing huruf,” jelas Siti Rodiatul Kholidawati.
Ia menambahkan, pengulangan materi bukan berarti peserta mengalami kemunduran dalam belajar. Justru dengan mengulang, kesalahan-kesalahan kecil yang sebelumnya belum disadari dapat diperbaiki sehingga kemampuan membaca menjadi lebih kuat.
“Kalau ada bagian yang masih terasa sulit, kita ulangi bersama. Tidak perlu malu untuk kembali ke dasar, karena dari pengulangan itulah bacaan menjadi semakin lancar dan percaya diri,” tambahnya.
Pada praktiknya, ibu-ibu MT Al Arofah diberikan contoh penyambungan beberapa huruf dalam Iqro 2. Peserta kemudian mengikuti bacaan secara bersama-sama dan secara bergantian. PAI memberikan koreksi ketika terdapat kekeliruan dalam mengenali huruf maupun dalam menggabungkan bunyinya.
Suasana pembelajaran berlangsung aktif dan penuh semangat. Peserta tampak berusaha mengikuti setiap contoh yang diberikan, terutama ketika menghadapi perubahan bentuk huruf yang membutuhkan ketelitian lebih. Pendekatan secara perlahan dilakukan agar peserta dapat memahami pola penyambungan tanpa merasa terbebani.
Siti juga menekankan pentingnya ketelitian sejak tahap dasar. Menurutnya, kebiasaan membaca huruf dengan tepat sejak Iqro akan menjadi bekal penting ketika peserta mulai membaca rangkaian ayat Al-Qur’an yang lebih panjang.
“Huruf demi huruf harus kita perhatikan. Jangan hanya melihat rangkaiannya, tetapi pahami bagaimana huruf itu dibaca ketika bertemu dengan huruf berikutnya. Dengan begitu, insyaallah bacaan kita semakin baik,” ungkapnya.
Bimbingan tersebut menjadi bagian dari upaya PAI KUA Curup Utara dalam meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an di tengah masyarakat. Majelis taklim tidak hanya menjadi tempat untuk memperkuat pemahaman keagamaan, tetapi juga menjadi ruang belajar yang memungkinkan masyarakat memperbaiki bacaan Al-Qur’an secara bertahap dan berkelanjutan.
Melalui pembelajaran Iqro 2 yang dilakukan secara berulang dan terarah, ibu-ibu MT Al Arofah diharapkan semakin percaya diri dalam mengenali, menyambungkan dan melafalkan huruf-huruf hijaiyah dengan benar.
Kegiatan ini sekaligus menunjukkan bahwa proses belajar Al-Qur’an tidak mengenal kata terlambat. Setiap pengulangan adalah kesempatan untuk memperbaiki, setiap huruf yang dipelajari adalah bagian dari perjalanan menuju bacaan yang lebih baik.
Dengan semangat belajar yang konsisten, PAI KUA Curup Utara terus menghadirkan bimbingan keagamaan yang menyentuh kebutuhan masyarakat, dari mengenal satu huruf hingga mampu membaca Al-Qur’an dengan lancar, tepat dan penuh ketelitian.
(Rodia/Edwinsya)Hastag : #PenyuluhAgamaIslamBergerak#KUACurupUtara
From : KUA Curup Utara



