Tetap Bugar di Penghujung Masa Dinas, Penghulu KUA Curup Ramadan Tunjukkan Semangat Tak Kenal Usia di Lapangan Bulu Tangkis
Rejang Lebong, (Humas) — Usia bukan alasan untuk berhenti bergerak. Justru dengan menjaga kesehatan dan kebugaran, semangat untuk terus berkarya dan memberikan manfaat kepada masyarakat dapat tetap terjaga. Semangat itulah yang kembali ditunjukkan Penghulu KUA Curup, Bapak Ramadan, saat berlaga di lapangan bulu tangkis dalam rangka memeriahkan berbagai kegiatan kebersamaan keluarga besar Kementerian Agama. (12/8)
Dengan penuh semangat, Bapak Ramadan kembali turun ke lapangan. Raket di tangan, langkah yang tetap lincah, serta semangat berkompetisi menjadi bukti bahwa menjaga kesehatan merupakan bagian penting dari kehidupan seorang aparatur, termasuk ketika berada di penghujung masa pengabdian sebagai ASN Kementerian Agama.
Bagi Ramadan, olahraga bukan semata-mata tentang mengejar kemenangan. Lebih dari itu, aktivitas di lapangan menjadi sarana untuk menjaga kebugaran, menghilangkan kejenuhan setelah menjalankan rutinitas pelayanan, sekaligus mempererat silaturahmi dengan rekan-rekan kerja.
Di tengah pertandingan, suasana penuh keakraban dan keceriaan begitu terasa. Saling memberikan dukungan, candaan, serta semangat dari rekan-rekan membuat pertandingan bulu tangkis tersebut menjadi momen yang tidak hanya menyehatkan tubuh, tetapi juga menyegarkan pikiran.
Kehadiran Ramadan di lapangan juga memberikan inspirasi bagi generasi yang lebih muda. Semangat hidup sehat tidak mengenal batas usia. Selama tubuh masih mampu bergerak dan kesempatan masih terbuka, menjaga kesehatan harus menjadi bagian dari gaya hidup.
Sebagai seorang Penghulu KUA Curup, Ramadan selama ini telah menjadi bagian dari perjalanan pelayanan keagamaan kepada masyarakat. Tugas sebagai penghulu menuntut ketelitian, tanggung jawab, kesabaran, serta kesiapan untuk hadir di tengah masyarakat dalam berbagai momentum penting kehidupan.
Kini, di penghujung masa dinasnya sebagai ASN Kementerian Agama, momen olahraga tersebut terasa semakin istimewa. Lapangan bulu tangkis seakan menjadi salah satu ruang untuk meninggalkan kenangan indah bersama rekan-rekan kerja sebelum memasuki babak kehidupan berikutnya.
Bukan sekadar pertandingan, tetapi sebuah potret pengabdian yang ditutup dengan semangat, kesehatan, kebersamaan, dan keceriaan. Setiap langkah di lapangan menjadi simbol bahwa perjalanan panjang dalam menjalankan tugas dapat diakhiri dengan energi positif dan kenangan yang membahagiakan.
Keluarga besar KUA Curup tentu memberikan apresiasi atas semangat yang terus ditunjukkan Bapak Ramadan. Keteladanan untuk tetap aktif, menjaga kesehatan, dan membangun kebersamaan menjadi warisan positif yang dapat terus dikenang oleh rekan-rekan kerja.
(Lidya /Edwinsya)Hastag : #Kuahebat#Kuakeren#KuaCurup
From : KUA Curup



