Kepala KUA Curup Dorong Masjid Jadi Pelopor Ekoteologi dan Energi Ramah Lingkungan
Rejang Lebong, (Humas) — Komitmen terhadap kepedulian lingkungan terus menjadi perhatian Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Curup. Hal tersebut ditunjukkan oleh Kepala KUA Curup, Bapak Suryono, yang mengikuti webinar bertajuk “Ekoteologi dalam Aksi: Menjadikan Masjid Pelopor Transisi Energi dan Ramah Lingkungan” melalui media daring Zoom. (14/8)
Kegiatan webinar ini menjadi momentum penting untuk memperluas wawasan mengenai hubungan antara nilai-nilai keagamaan dengan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan. Masjid tidak hanya dipandang sebagai pusat ibadah, tetapi juga memiliki potensi besar menjadi pusat edukasi dan gerakan masyarakat dalam menjaga lingkungan serta mendorong penggunaan energi yang lebih ramah lingkungan.
Keikutsertaan Bapak Suryono dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan KUA Curup terhadap berbagai gerakan positif yang mengintegrasikan nilai keagamaan dengan kepedulian ekologis. Sebagai lembaga yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, KUA memiliki peran strategis dalam menyampaikan pesan-pesan kebaikan, termasuk pentingnya menjaga alam sebagai bagian dari tanggung jawab bersama.
Dalam webinar tersebut, isu transisi energi dan masjid ramah lingkungan menjadi salah satu perhatian utama. Konsep tersebut mendorong masjid agar dapat melakukan langkah-langkah nyata dalam menghemat energi, menjaga kebersihan, mengurangi penggunaan bahan yang berpotensi mencemari lingkungan, serta membangun kesadaran jamaah untuk ikut menjaga kelestarian alam.
Semangat ekoteologi juga mengajarkan bahwa menjaga lingkungan bukan sekadar persoalan sosial, melainkan bagian dari nilai moral dan tanggung jawab manusia. Alam merupakan amanah yang harus dijaga dan dimanfaatkan secara bijaksana agar tetap memberikan manfaat bagi generasi sekarang maupun generasi yang akan datang.
Bagi KUA Curup, wawasan yang diperoleh dari webinar tersebut dapat menjadi inspirasi untuk memperkuat sinergi dengan para penyuluh agama, penghulu, pengurus masjid, tokoh agama, dan masyarakat. Pesan tentang kepedulian lingkungan dapat terus disampaikan melalui berbagai kegiatan keagamaan dan pembinaan masyarakat.
Masjid sebagai tempat berkumpulnya umat memiliki kekuatan besar dalam membangun budaya peduli lingkungan. Gerakan sederhana seperti menjaga kebersihan masjid, menghemat penggunaan listrik dan air, memperbanyak penghijauan, serta mengelola sampah dengan baik dapat menjadi langkah nyata menuju masjid yang lebih ramah lingkungan.
Kepala KUA Curup, Bapak Suryono, melalui keikutsertaannya dalam webinar ini menunjukkan bahwa peningkatan kapasitas dan wawasan aparatur juga penting dalam menghadapi tantangan kehidupan masyarakat yang semakin kompleks. Nilai-nilai agama diharapkan dapat terus hadir memberikan solusi terhadap berbagai persoalan, termasuk persoalan lingkungan dan keberlanjutan energi.
Kegiatan tersebut sekaligus memperkuat semangat KUA Curup untuk mendukung gerakan yang membawa manfaat luas bagi masyarakat. Masjid bukan hanya tempat beribadah, tetapi juga dapat menjadi pusat perubahan, edukasi, dan gerakan sosial yang memberikan dampak positif bagi lingkungan.
(Lidya /Edwinsya)Hastag : #Kuahebat#Kuakeren#KuaCurup
From : KUA Curup



