Dakwah Lewat Mimbar Jumat, Kepala KUA Curup Tengah Ajak Jamaah Rayakan HUT Kemri ke-81 Tanpa Maksiat
Rejang Lebong (Humas) — Momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia yang diperingati pada 17 Agustus 2026 menjadi kesempatan bagi umat Islam untuk menumbuhkan rasa syukur sekaligus memperkuat semangat menjaga persatuan. Pesan tersebut disampaikan Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Curup Tengah, H. Bulkis, S.Th.I.,MHI melalui dakwah dalam khutbah Jumat di Masjid Agung Baitul Makmur Curup Rejang Lebong, Jum’at (14/8).
Dalam kesempatan tersebut, Kepala KUA Curup Tengah, H. Bulkis, S.Th.I.,MHI mengajak jamaah untuk mengisi momentum kemerdekaan dengan berbagai kegiatan positif, bermanfaat, dan tidak bertentangan dengan nilai-nilai agama. Perayaan kemerdekaan hendaknya menjadi wujud rasa syukur atas nikmat kemerdekaan yang telah diperjuangkan oleh para pahlawan.
Ia mengingatkan jamaah agar semarak peringatan HUT Kemri tidak diwarnai dengan kegiatan yang mengarah pada kemaksiatan, seperti perjudian, pesta minuman keras, pergaulan bebas, maupun aktivitas lain yang dapat merusak moral masyarakat.
“Merayakan kemerdekaan merupakan bentuk rasa syukur. Karena itu, mari kita isi dengan kegiatan yang positif, mempererat silaturahmi, menjaga kerukunan, dan menjauhi segala bentuk kemaksiatan,” pesannya dalam khutbah.
Menurutnya, kemerdekaan yang telah diraih bangsa Indonesia merupakan nikmat besar yang patut disyukuri. Rasa syukur tersebut tidak cukup hanya diwujudkan melalui kemeriahan kegiatan, tetapi juga dengan menjaga keamanan, ketertiban, persaudaraan, dan moral generasi penerus.
Ia juga mengajak jamaah untuk menjadikan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI sebagai momentum meningkatkan kepedulian terhadap sesama. Kegiatan seperti gotong royong, perlombaan yang mendidik, kegiatan sosial, serta berbagai aktivitas yang mempererat persatuan dinilai lebih bermanfaat dan sesuai dengan semangat kemerdekaan.
Selain itu, Bulkis mengingatkan para orang tua agar turut mengawasi anak-anak selama rangkaian perayaan kemerdekaan. Pengawasan dan pendampingan keluarga diperlukan agar generasi muda dapat menikmati suasana perayaan dengan aman serta terhindar dari pengaruh negatif.
“Jangan sampai atas nama merayakan kemerdekaan, kita justru melakukan hal-hal yang dilarang agama. Kemerdekaan harus menjadi jalan untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT dan berbuat baik kepada sesama,” lanjutnya.
Pesan tersebut mendapat perhatian jamaah yang hadir. Melalui dakwah dari mimbar Jumat, diharapkan masyarakat dapat memahami bahwa semangat kemerdekaan dan nilai-nilai keagamaan dapat berjalan beriringan.
(Ebit/Edwinsya)Hastag : #KUACurupTengah#BerkhidmatdanBersinergiUntukUmmat#
From : KUA Curup Tengah



