Bimluh MT Syahida, PAI Curup Tengah Bahas Adab Terhadap Tetangga
Rejang Lebong (Humas) – Penyuluh Agama Islam (PAI) KUA Kecamatan Curup Tengah kembali melaksanakan Bimbingan dan Penyuluhan (Bimluh) keagamaan bersama jamaah Majelis Taklim (MT) Syahida Kelurahan Sidorejo, Senin (17/8). Dalam kesempatan tersebut, PAI Curup Tengah mengangkat materi tentang adab terhadap tetangga sebagai bagian penting dalam membangun kehidupan masyarakat yang rukun dan harmonis.
Kegiatan berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan dan diikuti dengan antusias oleh jamaah MT Syahida. Materi yang disampaikan mengajak jamaah untuk memahami bahwa Islam memberikan perhatian besar terhadap hubungan sosial, termasuk bagaimana seorang Muslim memperlakukan orang-orang yang tinggal di lingkungan sekitarnya.
PAI Curup Tengah, Mariyati, S.Pd.I, menjelaskan bahwa tetangga merupakan orang terdekat yang sering kali menjadi pihak pertama yang hadir ketika seseorang membutuhkan bantuan. Karena itu, menjaga hubungan baik dengan tetangga merupakan bagian dari akhlak mulia yang harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Islam mengajarkan kita untuk berbuat baik kepada tetangga. Jangan sampai kita rajin beribadah, tetapi hubungan dengan orang di sekitar justru tidak terjaga. Kehidupan beragama harus tercermin dalam akhlak dan kepedulian kepada sesama,” jelasnya.
Dalam penyuluhan tersebut, jamaah diajak memahami beberapa adab penting terhadap tetangga, di antaranya saling menghormati, menjaga lisan, tidak mengganggu kenyamanan, membantu ketika membutuhkan, serta menjaga privasi dan kehormatan tetangga.
PAI juga mengingatkan agar jamaah tidak mudah menyebarkan kabar atau membicarakan keburukan tetangga. Kebiasaan bergosip dan menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya dapat merusak hubungan sosial dan menimbulkan konflik di tengah masyarakat.
Selain itu, jamaah juga diajak membangun budaya saling berbagi dan peduli. Ketika tetangga mengalami kesulitan, sakit, musibah, maupun membutuhkan pertolongan, sudah sepatutnya seorang Muslim menunjukkan kepedulian sesuai dengan kemampuan yang dimiliki.
Menurut Maryati, hubungan bertetangga yang baik tidak mengenal perbedaan latar belakang. Setiap orang memiliki hak untuk mendapatkan perlakuan yang baik, rasa aman, dan penghormatan dari lingkungan sekitarnya.
“Menjadi tetangga yang baik tidak harus menunggu kita memiliki banyak harta. Senyum, menyapa, tidak mengganggu, menjaga ucapan, dan membantu ketika mampu juga merupakan bentuk kebaikan,” tambahnya.
Kegiatan Bimluh tersebut mendapat respons positif dari jamaah MT Syahida. Para jamaah mengikuti materi dengan penuh perhatian dan turut berbagi pengalaman mengenai kehidupan bertetangga serta berbagai persoalan sosial yang sering ditemui di lingkungan masing-masing.
Melalui kegiatan tersebut, PAI Curup Tengah berharap jamaah dapat mengimplementasikan nilai-nilai yang disampaikan dalam kehidupan sehari-hari. Hubungan bertetangga yang harmonis diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan penuh kepedulian.
Bimluh MT Syahida sekaligus menjadi bagian dari komitmen PAI KUA Curup Tengah untuk terus menghadirkan pembinaan keagamaan yang dekat dengan kehidupan masyarakat. Dengan memperkuat akhlak dan kepedulian sosial, diharapkan nilai-nilai Islam semakin nyata dalam kehidupan bermasyarakat.
(Ebit/Edwinsya)Hastag : #PenyuluhAgamaIslam#KUACurupTengah#Berdaya#
From : KUA Curup Tengah



