Seru dan Penuh Tantangan, Santri Madrasah Aliyah Darul Maarif NU Ikuti Lomba Menampung Air dengan Pandangan Terbatas
Rejang Lebong (Humas) — Keseruan dan keceriaan mewarnai kegiatan perlombaan santri Madrasah Aliyah Darul Ma’arif NU Rejang Lebong dalam rangka memeriahkan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81. Salah satu permainan yang menarik perhatian adalah lomba mengambil dan menampung air menggunakan penutup kepala berbentuk kerucut dengan lubang pandangan yang terbatas. (19/8)
Dalam permainan ini, para santri ditantang untuk mengambil air dengan kondisi pandangan yang sangat terbatas, kemudian membawa dan menuangkannya ke dalam wadah yang telah disediakan. Peserta harus mengandalkan konsentrasi, ketelitian, keseimbangan, serta kemampuan memperkirakan jarak agar air yang dibawa dapat tertampung sebanyak mungkin.
Meski terlihat sederhana, permainan ini menghadirkan keseruan tersendiri. Para santri tampak berusaha fokus menjalankan tantangan, sementara teman-teman lainnya memberikan dukungan dan semangat. Tawa dan keceriaan pun mewarnai jalannya perlombaan.
Lebih dari sekadar hiburan, permainan tersebut memiliki nilai filosofi yang dapat menjadi pembelajaran bagi para santri. Pandangan yang terbatas menggambarkan bahwa dalam kehidupan seseorang tidak selalu dapat melihat seluruh jalan yang akan dilalui. Dalam kondisi tersebut, diperlukan fokus, kesabaran, kehati-hatian, dan keberanian untuk terus melangkah menuju tujuan.
Sementara itu, air yang diambil dan ditampung menjadi simbol bahwa keberhasilan membutuhkan proses. Sedikit demi sedikit, setiap usaha yang dilakukan dengan tekun akan menghasilkan sesuatu yang berarti. Dari permainan sederhana ini, santri diajak memahami bahwa keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh kecepatan, tetapi juga oleh ketelitian dan ketekunan.
Waka Kurikulum Madrasah Aliyah Darul Ma’arif NU Rejang Lebong, Dwi Ayu Wulandari, M.Pd.Gr., menyampaikan bahwa perlombaan tersebut sengaja dikemas sebagai permainan yang menyenangkan sekaligus memiliki nilai pendidikan.
“Permainan ini bukan hanya untuk bersenang-senang. Santri belajar bagaimana tetap fokus ketika memiliki keterbatasan, belajar bersabar, berhati-hati, dan terus berusaha sampai mencapai tujuan. Air yang dikumpulkan sedikit demi sedikit mengajarkan bahwa setiap usaha, sekecil apa pun, tetap memiliki nilai jika dilakukan dengan sungguh-sungguh.”
Ia juga menambahkan bahwa kegiatan perlombaan menjadi salah satu cara madrasah membangun karakter santri melalui pengalaman langsung.
“Kami berharap melalui kegiatan seperti ini santri semakin kompak, sportif, percaya diri, dan mampu menikmati proses bersama. Kemerdekaan bukan hanya dirayakan dengan perlombaan, tetapi juga menjadi momentum untuk menanamkan semangat juang, kebersamaan, dan pantang menyerah kepada para santri,” ungkapnya.
Kegiatan tersebut menjadi salah satu warna dalam perayaan HUT Kemerdekaan RI ke-81 di lingkungan keluarga besar Pondok Pesantren Darul Ma’arif NU Rejang Lebong. Kesederhanaan permainan justru menghadirkan kebahagiaan, tawa, dan kebersamaan yang menjadi pengalaman berharga bagi para santri.
(ahmad/Edwinsya)Hastag : #HUTRI81 #SantriHebat #DarulMaarifNU #SantriCeria #SemarakKemerdekaan #PesantrenHebat
From : MA Darul Maarif NU



