Gerakan Santri Merawat Tanaman di Tengah Cuaca Panas, Wujud Kepedulian terhadap Lingkungan
Rejang Lebong, (Humas) — Menghadapi kondisi cuaca panas yang berlangsung cukup lama dan minimnya air hujan, Madrasah Aliyah Darul Ma’arif NU Rejang Lebong menggerakkan para santri untuk lebih peduli terhadap tanaman dan lingkungan di sekitar madrasah. (19/8)
Kondisi cuaca yang panas menyebabkan tanah lebih cepat kering sehingga tanaman, khususnya tanaman bunga dan tanaman penghijauan di lingkungan madrasah, membutuhkan perhatian dan penyiraman secara rutin. Bahkan, ketika tanaman tidak mendapatkan asupan air dalam waktu satu hari, beberapa tanaman dapat terlihat mulai layu akibat kondisi tanah yang kehilangan kelembapan.
Melalui gerakan ini, para santri diajak untuk secara bergantian merawat dan menyiram tanaman setiap hari. Kegiatan tersebut tidak hanya bertujuan menjaga tanaman agar tetap segar dan tumbuh dengan baik, tetapi juga menjadi bagian dari pendidikan karakter dan kepedulian lingkungan.
Kepala Madrasah Aliyah Darul Ma’arif NU Rejang Lebong, Dedi Priyanto, S.E., M.E.Gr., menyampaikan bahwa kondisi cuaca panas menjadi momentum untuk mengajarkan kepada santri tentang pentingnya tanggung jawab terhadap lingkungan.
“Tanaman yang ada di lingkungan madrasah merupakan bagian dari kehidupan kita bersama. Ketika cuaca panas dan hujan tidak turun dalam waktu yang cukup lama, tanaman membutuhkan perhatian lebih. Karena itu, kami menggerakkan santri untuk ikut merawat dan menyiram tanaman setiap hari agar tetap segar, tumbuh dengan baik, dan lingkungan madrasah tetap hijau.”
Menurutnya, kegiatan menyiram tanaman terlihat sederhana, tetapi memiliki nilai pendidikan yang besar. Santri belajar bahwa merawat sesuatu membutuhkan konsistensi, kesabaran, kepedulian, dan tanggung jawab.
“Kami ingin santri memahami bahwa menjaga lingkungan tidak cukup hanya dengan berbicara tentang kebersihan dan penghijauan. Harus ada tindakan nyata. Satu tanaman yang kita siram hari ini mungkin terlihat sederhana, tetapi jika dilakukan bersama-sama dan secara konsisten, dampaknya akan besar bagi lingkungan madrasah,” ungkapnya.
Ia juga berharap kebiasaan tersebut dapat membentuk karakter santri agar memiliki kepedulian terhadap lingkungan di mana pun mereka berada.
“Harapan kami, kepedulian ini tidak hanya tumbuh di lingkungan madrasah. Santri juga mampu membawa kebiasaan merawat tanaman, menghemat air, menjaga kebersihan, dan peduli terhadap lingkungan ke rumah serta masyarakat. Mereka harus menjadi generasi yang memahami bahwa alam juga membutuhkan perhatian dan tanggung jawab dari kita.”
Gerakan merawat tanaman ini menjadi bentuk nyata komitmen Madrasah Aliyah Darul Ma’arif NU Rejang Lebong dalam menciptakan lingkungan belajar yang hijau, asri, sehat, dan nyaman, sekaligus menanamkan kepedulian lingkungan kepada santri melalui kebiasaan sederhana yang dilakukan secara berkelanjutan.
(Dwi/Edwinsya)Hastag : #PeduliLingkungan #SantriPeduliLingkungan #DarulMaarifNU #MadrasahHijau #SantriHebat #JagaTanaman #CintaLingkungan
From : MA Darul Maarif NU



