MIN 1 Rejang Lebong Gelar Sosialisasi EMIS GTK dan Aplikasi MAGIS untuk Perkuat Tata Kelola Digital Madrasah
Rejang Lebong (Humas) – Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Rejang Lebong terus berupaya meningkatkan kualitas tata kelola administrasi dan layanan pendidikan berbasis digital melalui kegiatan Sosialisasi EMIS GTK dan Aplikasi MAGIS (Madrasah Digital Supervision). Kegiatan yang berlangsung pada Selasa (18/8) di ruang guru tersebut diikuti oleh seluruh dewan guru dan dibuka secara resmi oleh Kepala MIN 1 Rejang Lebong, Mufidatul Chairi, S.Ag., M.Pd.I. Sosialisasi dipandu langsung oleh Operator Madrasah, Aji Prayetno, M.Pd, sebagai narasumber utama.
Dalam sambutannya, Kepala Madrasah Mufida menegaskan bahwa transformasi digital merupakan bagian penting dalam meningkatkan mutu layanan pendidikan di madrasah. Menurutnya, seluruh guru perlu memahami sistem terbaru yang diterapkan Kementerian Agama agar pengelolaan data dan administrasi dapat berjalan secara efektif, akurat, dan sesuai dengan regulasi yang berlaku.
“EMIS GTK dan MAGIS merupakan instrumen penting dalam mendukung tata kelola madrasah yang modern. Saya berharap seluruh guru dapat memahami mekanisme penggunaan kedua aplikasi ini sehingga proses administrasi, pelaporan, hingga supervisi pembelajaran dapat terlaksana dengan lebih baik dan profesional,” ujar Mufida.
Pada sesi pemaparan materi, Aji menjelaskan bahwa EMIS GTK (Education Management Information System Guru dan Tenaga Kependidikan) merupakan sistem pendataan resmi Kementerian Agama Republik Indonesia yang mengelola data guru dan tenaga kependidikan di lingkungan madrasah. Sistem ini menjadi pengganti aplikasi sebelumnya dan berfungsi sebagai basis data utama dalam berbagai layanan kepegawaian, termasuk pencairan Tunjangan Profesi Guru (TPG), pemetaan kebutuhan guru, pengembangan karier, serta penyaluran berbagai hak kepegawaian secara tepat sasaran.
Selain itu, peserta juga mendapatkan penjelasan mengenai MAGIS (Madrasah Digital Supervision) yang merupakan platform supervisi digital terintegrasi dengan EMIS. Melalui aplikasi ini, kepala madrasah dan pengawas dapat melakukan pemantauan serta evaluasi proses pembelajaran secara lebih efektif tanpa dibatasi ruang dan waktu. Guru juga dapat mengisi refleksi pembelajaran, menyusun rencana tindak lanjut, serta mengirimkan laporan yang langsung terhubung dengan kepala madrasah maupun pengawas sehingga proses supervisi menjadi lebih efisien, transparan, dan terdokumentasi dengan baik.
Koordinator Bidang Kurikulum MIN 1 Rejang Lebong, Hilda Kurniati, S.Pd.SD, menyampaikan bahwa implementasi kedua aplikasi tersebut akan memberikan dampak positif terhadap peningkatan mutu pembelajaran di madrasah. Menurutnya, digitalisasi supervisi tidak hanya mempermudah administrasi, tetapi juga mendorong guru untuk terus melakukan refleksi dan pengembangan kompetensi secara berkelanjutan.
“Melalui EMIS GTK dan MAGIS, seluruh proses administrasi dan supervisi menjadi lebih tertata. Guru dapat lebih fokus meningkatkan kualitas pembelajaran karena pelaporan dan evaluasi dilakukan secara terintegrasi. Ini menjadi langkah maju dalam mewujudkan madrasah yang adaptif terhadap perkembangan teknologi,” ungkap Hilda.
Salah seorang peserta sosialisasi, Windi Setia Ningsih, M.Pd, mengaku memperoleh banyak wawasan baru melalui kegiatan tersebut. Ia menilai penjelasan yang diberikan sangat membantu guru memahami mekanisme penggunaan aplikasi sekaligus pentingnya menjaga validitas data kepegawaian dan pelaksanaan supervisi digital.
“Sosialisasi ini sangat bermanfaat karena memberikan pemahaman yang lebih jelas mengenai pengelolaan data pada EMIS GTK maupun penggunaan aplikasi MAGIS. Kami menjadi lebih siap mengoperasikan aplikasi tersebut dalam mendukung tugas sebagai pendidik,” tutur Windi.
Melalui kegiatan sosialisasi ini, MIN 1 Rejang Lebong menunjukkan komitmennya dalam mendukung kebijakan transformasi digital Kementerian Agama. Dengan pemahaman yang baik terhadap EMIS GTK dan MAGIS, diharapkan seluruh guru mampu mengoptimalkan pengelolaan administrasi, meningkatkan kualitas pembelajaran, serta mewujudkan tata kelola madrasah yang semakin profesional, efektif, dan berorientasi pada peningkatan mutu pendidikan.
(Randi/Edwinsya)Hastag : #MIN1RL #Humas
From : MIN 1


.jpg)
.jpg)