Peduli Lingkungan Dimulai dari Diri Sendiri, Siswa MTsN 2 Rejang Lebong Antusias Belajar Kelola Sampah
Rejang Lebong, (Humas) — Kepedulian terhadap lingkungan terus ditanamkan di lingkungan MTsN 2 Rejang Lebong. Bertempat di mushola madrasah, Selasa (18/8), alumni MTsN 2 Rejang Lebong, Durian Toni, melaksanakan sosialisasi tentang pengolahan dan pemilahan sampah plastik kepada seluruh siswa MTsN 2 Rejang Lebong serta bapak dan ibu dewan guru.
Kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk edukasi lingkungan bagi warga madrasah agar semakin memahami pentingnya mengelola sampah secara bertanggung jawab. Dalam sosialisasinya, Durian Toni mengajak seluruh siswa untuk membangun kebiasaan memilah sampah secara mandiri sebelum membuangnya.
Ia menjelaskan bahwa sampah secara umum dapat dibedakan menjadi dua kategori utama, yaitu sampah organik dan sampah anorganik. Sampah organik berasal dari bahan yang mudah terurai, sedangkan sampah anorganik umumnya berasal dari bahan yang membutuhkan waktu lebih lama untuk terurai, seperti plastik.
“Sampah sebaiknya dipilah terlebih dahulu sebelum dibuang. Kita perlu membiasakan diri mengetahui jenis sampah yang kita hasilkan, sehingga sampah dapat dikelola dengan lebih baik dan tidak semuanya berakhir tercampur di tempat pembuangan,” jelas Durian.
Para siswa terlihat antusias mengikuti kegiatan tersebut. Antusiasme tidak hanya terlihat dari perhatian mereka selama sosialisasi berlangsung, tetapi juga dari berbagai pertanyaan yang disampaikan kepada narasumber.
Menariknya, sejumlah siswa mengembangkan rasa ingin tahu mereka dengan mengajukan pertanyaan yang lebih luas dari materi utama, di antaranya mengenai pengolahan sampah kaca dan sampah medis. Hal tersebut menunjukkan bahwa materi yang disampaikan mampu mendorong siswa untuk berpikir lebih kritis mengenai persoalan sampah yang mereka temui dalam kehidupan sehari-hari.
Kepala MTsN 2 Rejang Lebong, Wawan Herianto, S.Pd., MM., mengapresiasi kegiatan edukasi lingkungan yang diberikan oleh alumni tersebut. Menurutnya, pembentukan kepedulian terhadap lingkungan perlu dilakukan secara konsisten dan dimulai dari kebiasaan sederhana.
“Kami sangat mengapresiasi kepedulian alumni yang terus memberikan kontribusi positif kepada madrasah. Edukasi seperti ini sangat penting karena kepedulian terhadap lingkungan tidak cukup hanya dipahami, tetapi harus diwujudkan melalui kebiasaan sehari-hari, salah satunya dengan memilah sampah sebelum membuangnya,” ujar Wawan.
Ia juga menegaskan bahwa madrasah memiliki peran penting dalam membangun karakter siswa yang peduli terhadap lingkungan. Kebiasaan menjaga kebersihan, mengurangi penggunaan plastik, dan memilah sampah diharapkan dapat menjadi bagian dari budaya positif yang diterapkan oleh seluruh warga madrasah.
“Kami berharap siswa dapat menerapkan ilmu yang diperoleh hari ini, bukan hanya di madrasah, tetapi juga di rumah dan lingkungan masyarakat. Jika kebiasaan baik ini dilakukan bersama-sama, dampaknya akan jauh lebih besar bagi kelestarian lingkungan,” tambahnya.
Kegiatan sosialisasi tersebut berlangsung interaktif dan edukatif. Materi tentang pemilahan sampah disampaikan secara langsung kepada siswa, sementara siswa diberikan ruang untuk bertanya dan berdiskusi mengenai berbagai persoalan sampah.
Melalui kegiatan ini, MTsN 2 Rejang Lebong terus berupaya menumbuhkan kesadaran ekologis sekaligus membangun budaya madrasah yang bersih dan peduli lingkungan. Kepedulian terhadap lingkungan diharapkan tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi, tetapi tumbuh menjadi karakter dan kebiasaan positif setiap warga madrasah.
(Ririn/Edwinsya)Hastag : #kemenagrejanglebong #mtsn2rejanglebong
From : MTsN 2



