PAI KUA Curup Tengah dan MUI Jalin Sinergi Perkuat Pembinaan Majelis Taklim
Rejang Lebong (Humas) – Dalam upaya memperkuat pembinaan keagamaan di tengah masyarakat, Penyuluh Agama Islam (PAI) KUA Kecamatan Curup Tengah bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Curup Tengah terus membangun sinergi dalam melakukan pembinaan terhadap majelis taklim. Kolaborasi tersebut menjadi langkah strategis dalam meningkatkan pemahaman keagamaan sekaligus memperkuat peran majelis taklim sebagai pusat pembelajaran Islam di masyarakat, Rabu (19/8) di Masjid Syahida Kelurahan Sidorejo.
Kegiatan pembinaan dilakukan melalui kunjungan dan pendampingan ke sejumlah majelis taklim di wilayah Kecamatan Curup Tengah. PAI dan MUI memberikan materi keagamaan yang disesuaikan dengan kebutuhan jamaah, mulai dari akidah, ibadah, akhlak, hingga persoalan kehidupan sosial kemasyarakatan.
PAI Curup Tengah, Mariyati, S.Pd.I menyampaikan bahwa majelis taklim memiliki peran penting dalam meningkatkan literasi keagamaan masyarakat. Keberadaan majelis taklim bukan hanya menjadi tempat untuk menambah ilmu agama, tetapi juga menjadi ruang mempererat silaturahmi dan membangun kepedulian sosial.
“Majelis taklim merupakan salah satu sarana yang sangat efektif untuk menyampaikan pesan-pesan keagamaan kepada masyarakat. Karena itu, pembinaan harus dilakukan secara berkelanjutan agar jamaah mendapatkan pemahaman agama yang benar, moderat, dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujar PAI Curup Tengah.
Sementara itu, Ketua Penasehat MUI Curup Tengah, H. Wahono, SP menjadi bagian penting dalam memberikan penguatan dari sisi keulamaan. Sinergi antara PAI dan MUI diharapkan mampu menghadirkan pembinaan yang lebih komprehensif serta menjawab berbagai kebutuhan keagamaan masyarakat.
Dalam pembinaan tersebut, jamaah juga diajak untuk menjadikan nilai-nilai agama sebagai landasan dalam membangun keluarga dan kehidupan bermasyarakat. Sikap saling menghormati, menjaga persaudaraan, menghindari perpecahan, serta mengedepankan musyawarah menjadi bagian dari pesan yang terus ditekankan.
Selain memberikan materi, PAI dan MUI juga membuka ruang dialog dengan jamaah. Berbagai pertanyaan dan persoalan yang dihadapi masyarakat dapat disampaikan secara langsung sehingga pembinaan tidak hanya bersifat satu arah, tetapi berlangsung secara interaktif.
Menurut Mariyati, sinergi antara penyuluh agama dan ulama sangat diperlukan dalam menghadapi perkembangan persoalan keagamaan di era digital. Masyarakat saat ini begitu mudah mendapatkan berbagai informasi keagamaan, sehingga diperlukan pendampingan agar masyarakat mampu memilah informasi dan tidak mudah terpengaruh oleh pemahaman yang keliru.
“Di tengah derasnya arus informasi, masyarakat membutuhkan pembimbing yang dapat memberikan penjelasan secara tepat. Karena itu, PAI dan MUI harus hadir bersama-sama memberikan edukasi dan pendampingan kepada jamaah,” tambahnya.
Jamaah majelis taklim menyambut baik kegiatan pembinaan tersebut. Mereka berharap sinergi PAI dan MUI dapat terus dilakukan secara rutin sehingga jamaah memiliki kesempatan untuk memperdalam ilmu agama sekaligus mendapatkan pencerahan dalam menghadapi berbagai persoalan kehidupan.
Melalui kolaborasi tersebut, PAI KUA Curup Tengah dan MUI Curup Tengah berkomitmen untuk terus memperkuat pembinaan majelis taklim. Diharapkan sinergi ini dapat melahirkan masyarakat yang semakin religius, berakhlak mulia, memiliki pemahaman keagamaan yang baik, serta mampu menjaga kerukunan dan persatuan di tengah kehidupan bermasyarakat.
(Ebit/Edwinsya)Hastag : #PenyuluhAgamaIslam#KUACurupTengah#Berdaya#
From : KUA Curup Tengah



