Bengkulu Masuk 10 Besar Pengguna Alef, MA Darul Maarif NU Apresiasi Prestasi dan Terus Beradaptasi
Rejang Lebong, (Humas) - Bengkulu berhasil masuk dalam 10 besar provinsi pengguna Alef Education dengan predikat “Sangat Baik”. Capaian tersebut mendapat apresiasi dari Kepala Madrasah Aliyah Darul Ma’arif NU Rejang Lebong, Dedi Priyanto, S.E., M.E.Gr., yang menilai prestasi tersebut menjadi dorongan positif bagi madrasah-madrasah di Provinsi Bengkulu untuk terus mengembangkan pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran (29/8).
Berdasarkan hasil yang disampaikan dalam kegiatan sosialisasi implementasi pembelajaran digital Alef Education, Provinsi Bengkulu berada di peringkat ke-9 dengan total skor 76,2 dan memperoleh predikat “Sangat Baik”. Capaian ini menunjukkan adanya perkembangan dan partisipasi madrasah di Bengkulu dalam memanfaatkan platform pembelajaran digital.
Kepala MA Darul Ma’arif NU Rejang Lebong, Dedi menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut. Menurutnya, hasil ini dapat menjadi motivasi bagi madrasah untuk semakin aktif mengenal dan memanfaatkan Alef Education sebagai salah satu media pembelajaran yang menarik dan inovatif.
“Kami mengapresiasi capaian Provinsi Bengkulu yang berhasil masuk 10 besar pengguna Alef dengan predikat sangat baik. Semoga ke depan semakin banyak madrasah yang aktif menggunakan dan mengembangkan pemanfaatan Alef Education dalam proses pembelajaran,” ungkap Dedi.
Dedi juga menyampaikan bahwa MA Darul Ma’arif NU Rejang Lebong terus berupaya terlibat aktif dalam penggunaan Alef Education. Namun, penerapannya masih membutuhkan proses penyesuaian dengan karakteristik madrasah yang berada dalam lingkungan Pondok Pesantren Darul Ma’arif NU Rejang Lebong.
Kehidupan santri di pesantren memiliki berbagai aktivitas pendidikan yang cukup padat. Santri mengikuti pembelajaran madrasah sekaligus menjalankan berbagai kegiatan kepesantrenan. Selain itu, penggunaan telepon seluler dan media digital secara aktif juga memiliki keterbatasan karena menyesuaikan dengan aturan dan pola pendidikan yang diterapkan di lingkungan pesantren.
“Kami sangat mendukung penggunaan Alef karena pembelajaran digital seperti ini sangat dibutuhkan untuk membuat proses belajar lebih menarik. Anak-anak di pesantren memiliki aktivitas yang cukup padat, sehingga pembelajaran yang lebih variatif dapat membantu mengurangi kejenuhan atau rasa boring santri dalam mengikuti pembelajaran,” jelas Dedi.
Menurutnya, tantangan tersebut bukan menjadi alasan untuk berhenti beradaptasi. Sebaliknya, madrasah perlu mencari pola penerapan yang paling sesuai agar manfaat Alef Education tetap dapat dirasakan santri tanpa mengganggu sistem pendidikan pesantren yang telah berjalan.
Ke depan, MA Darul Ma’arif NU Rejang Lebong berharap dapat semakin memahami dan mengoptimalkan penggunaan Alef Education secara bertahap. Sinergi antara madrasah, pesantren, guru, dan seluruh stakeholder menjadi penting agar transformasi pembelajaran digital dapat berjalan sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik pendidikan di lingkungan pesantren.
(Dwi/Edwinsya)Hastag : #AlefEducation #MadrasahDigital #Bengkulu #DarulMaarifNU #MadrasahHebat #PembelajaranDigital #SantriHebat #RejangLebong
From : MA Darul Maarif NU



