MA Darul Maarif NU Luncurkan Bank Sampah DARLING, Wujudkan Sampah Bernilai Ekonomis
Rejang Lebong (Humas) – Upaya menjaga kebersihan sekaligus memberikan nilai manfaat dari sampah terus dilakukan oleh Madrasah Aliyah Darul Ma’arif NU Rejang Lebong. Salah satu langkah nyata yang kini mulai diterapkan adalah peluncuran Bank Sampah DARLING (Darul Ma’arif Peduli Lingkungan) di lingkungan madrasah dan Pondok Pesantren Darul Ma’arif NU Rejang Lebong. (20/8)
Program Bank Sampah DARLING hadir sebagai bentuk kepedulian madrasah terhadap persoalan sampah sekaligus sebagai upaya memberikan edukasi kepada santri bahwa sampah tertentu, khususnya botol plastik dan gelas plastik, masih memiliki nilai ekonomis apabila dikumpulkan dan dikelola dengan baik.
Untuk tahap awal, Bank Sampah DARLING masih dalam masa uji coba selama satu pekan. Selama masa uji coba tersebut, para santri mulai dibiasakan untuk memilah sampah yang memiliki nilai ekonomis dan memasukkannya ke tempat yang telah disediakan.
Kebiasaan tersebut mulai terlihat dalam aktivitas sehari-hari. Para santri tidak lagi hanya membuang botol plastik dan gelas plastik sebagai sampah biasa, tetapi mulai diarahkan untuk menempatkannya pada Bank Sampah DARLING. Langkah sederhana ini diharapkan menjadi awal terbentuknya budaya memilah sampah di lingkungan madrasah dan pesantren.
Kepala Madrasah Aliyah Darul Ma’arif NU Rejang Lebong, Dedi Priyanto, S.E., M.E.Gr., menyampaikan bahwa program ini merupakan bentuk ikhtiar madrasah untuk menjawab persoalan sampah dengan pendekatan yang edukatif dan memiliki manfaat ekonomi.
“Bank Sampah DARLING ini kami hadirkan sebagai salah satu upaya untuk mengatasi persoalan sampah di lingkungan madrasah dan pesantren. Kami ingin memberikan pemahaman kepada santri bahwa sampah, terutama botol plastik dan gelas plastik, tidak selalu harus dianggap sebagai sesuatu yang tidak berguna. Jika dikumpulkan dan dikelola dengan baik, sampah tersebut masih memiliki nilai ekonomis,” ujar Dedi.
Menurutnya, penerapan program pada tahap awal memang masih membutuhkan proses penyesuaian. Karena itu, pihak madrasah sengaja melakukan uji coba terlebih dahulu selama satu pekan untuk melihat respons santri sekaligus mengetahui berbagai kendala yang mungkin muncul dalam pelaksanaannya.
“Selama satu pekan ini kami masih melakukan uji coba. Kami ingin melihat bagaimana kebiasaan santri, seberapa besar partisipasinya, bagaimana sampah terkumpul, serta apa saja yang perlu diperbaiki. Setelah satu pekan, tentunya akan kami evaluasi agar sistem Bank Sampah DARLING ini dapat berjalan lebih baik,” jelasnya.
Dedi menambahkan, hasil evaluasi nantinya akan menjadi bahan untuk menyempurnakan mekanisme pengelolaan Bank Sampah DARLING sebelum diterapkan secara lebih luas. Madrasah juga akan melakukan sosialisasi kepada seluruh masyarakat madrasah dan pesantren agar program tersebut dapat dipahami dan dilaksanakan secara bersama-sama.
Program ini diharapkan tidak hanya menghasilkan lingkungan yang lebih bersih, tetapi juga menanamkan karakter peduli lingkungan kepada para santri. Melalui kegiatan memilah dan mengumpulkan sampah, santri belajar tentang kedisiplinan, tanggung jawab, kepedulian, serta pemanfaatan barang yang sebelumnya dianggap tidak bernilai.
“Kami berharap Bank Sampah DARLING nantinya bukan sekadar tempat membuang sampah, tetapi menjadi bagian dari budaya hidup bersih di madrasah dan pesantren. Anak-anak belajar bahwa menjaga lingkungan bisa dimulai dari hal yang sangat sederhana, yaitu memilah dan membuang sampah pada tempat yang tepat,” tutur Dedi.
Lebih jauh, keberadaan Bank Sampah DARLING diharapkan dapat menjadi sarana pembelajaran nyata bagi santri. Nilai ekonomis yang dihasilkan dari sampah nantinya dapat menjadi bagian dari edukasi kewirausahaan dan kepedulian lingkungan, sehingga santri tidak hanya memahami pentingnya kebersihan secara teori, tetapi juga melihat langsung bagaimana sampah dapat dikelola menjadi sesuatu yang bermanfaat.
Setelah melalui tahap uji coba dan evaluasi, madrasah akan terus melakukan penyempurnaan terhadap program tersebut. Sosialisasi kepada masyarakat madrasah dan pesantren menjadi langkah berikutnya agar seluruh warga dapat berpartisipasi dan memiliki kesadaran yang sama dalam menjaga kebersihan lingkungan.
Peluncuran Bank Sampah DARLING menjadi salah satu bentuk komitmen MA Darul Ma’arif NU Rejang Lebong dalam membangun lingkungan pendidikan yang bersih, sehat, peduli, dan produktif.
Dari sampah kita belajar peduli. Dari kepedulian kita menciptakan manfaat. Dari Bank Sampah DARLING, bersama wujudkan lingkungan madrasah dan pesantren yang bersih serta bernilai ekonomis.
(Dwi/Edwinsya)Hastag : #BankSampahDARLING #DarulMaarifNU #PeduliLingkungan #SantriPeduliLingkungan #SampahBernilaiEkonomis #MadrasahHebat #PesantrenHijau #RejangLebong
From : MA Darul Maarif NU



