Hari Kunjungan Jadi Momen Istimewa, Rindu Santri Darul Maarif NU Terbayar dalam Hangatnya Pelukan Keluarga
Rejang Lebong, (Humas) — Ada rindu yang tidak cukup disampaikan lewat pesan, ada cerita yang lebih indah ketika disampaikan secara langsung. Hari kunjungan menjadi momen istimewa bagi para santri Pondok Pesantren Darul Ma’arif NU Rejang Lebong untuk kembali menikmati hangatnya kebersamaan bersama keluarga. (24/8)
Sejak kedatangan para orang tua, suasana lingkungan pesantren tampak lebih hangat dan penuh kebahagiaan. Para santri terlihat antusias menyambut keluarga yang datang. Senyum dan keceriaan terpancar ketika mereka dapat kembali duduk bersama, berbincang, berbagi cerita, serta mencurahkan rasa rindu yang selama ini tersimpan.
Bagi para santri yang menjalani kehidupan di pesantren, waktu bersama keluarga menjadi kesempatan berharga. Tidak hanya sekadar bertemu, tetapi juga mendapatkan perhatian, nasihat, motivasi, dan doa dari orang tua sebagai bekal untuk kembali menjalani aktivitas pendidikan dan kehidupan pesantren.
Sutrisno, wali santri Fella Tris, menyampaikan bahwa hari kunjungan menjadi kesempatan yang sangat berarti bagi keluarga untuk melihat secara langsung kondisi dan perkembangan anak selama berada di pesantren.
“Kami sebagai orang tua tentu sangat senang bisa datang dan bertemu langsung dengan anak. Rasa rindu itu pasti ada. Melalui kunjungan seperti ini, kami bisa berbincang, mendengar cerita anak selama di pondok, sekaligus memberikan semangat agar tetap rajin belajar, mengikuti kegiatan pesantren, dan menjaga sikap,” ungkap Sutrisno.
Menurutnya, keberadaan anak di pesantren bukan berarti hubungan antara orang tua dan anak menjadi jauh. Justru, momen kunjungan menjadi kesempatan untuk semakin memperkuat komunikasi dan kasih sayang keluarga.
“Yang paling penting bagi kami sebagai orang tua adalah anak merasa diperhatikan dan tetap mendapatkan dukungan. Kami ingin Fella terus semangat, betah di pondok, dan mengambil sebanyak mungkin pelajaran serta pengalaman selama berada di Darul Ma’arif NU,” tambahnya.
Kehadiran orang tua juga menjadi energi positif bagi para santri. Setelah melewati rutinitas belajar, mengaji, dan berbagai kegiatan pesantren, pertemuan dengan keluarga memberikan ruang bagi mereka untuk melepas kerinduan sekaligus mengisi kembali semangat.
Hari kunjungan pun menjadi lebih dari sekadar agenda pertemuan. Di sinilah rindu menemukan tempat untuk pulang, cerita menemukan telinga untuk didengar, dan kasih sayang kembali terasa begitu dekat.
Momen sederhana ini menjadi pengingat bahwa di balik setiap langkah santri menuntut ilmu, selalu ada keluarga yang mendoakan, mendukung, dan menantikan keberhasilan mereka. Dari pesantren, santri belajar menjadi pribadi yang mandiri; dari keluarga, mereka mendapatkan kekuatan untuk terus melangkah.
(Dedi/Edwinsya)Hastag : #HariKunjungan #SantriDarulMaarif #DarulMaarifNU #KeluargaSantri #WaliSantri #SantriDanOrangTua #PondokPesantren #SantriHebat #KebersamaanSantri #RinduTerbayar
From : MA Darul Maarif NU


