Ketua Pokjaluh Kemenag Rejang Lebong Sampaikan Empat Hal yang Memuliakan Manusia dalam Peringatan Maulid Nabi di MAN Curup
Rejang Lebong,( Humas) — Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Curup berlangsung khidmat dan penuh makna. Kegiatan yang dilaksanakan pada Senin (24/8) tersebut diisi dengan tausiyah oleh Ketua Kelompok Kerja Penyuluh (Pokjaluh) Kementerian Agama Kabupaten Rejang Lebong, H. Irsan Sidik, S.Ag., M.H.
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW menjadi momentum bagi keluarga besar MAN Curup untuk mengenang kembali keteladanan Rasulullah SAW sekaligus menumbuhkan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW di kalangan siswa dan seluruh warga madrasah.
Kegiatan diawali dengan pembukaan, dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an serta lantunan selawat yang dibawakan oleh siswa dan siswi MAN Curup. Suasana semakin khidmat ketika seluruh peserta bersama-sama mengikuti rangkaian kegiatan sebagai bentuk penghormatan dan kecintaan kepada Rasulullah SAW.
Kepala MAN Curup, H. Yusrizal, M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh guru serta siswa yang telah berpartisipasi dalam menyukseskan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H.
Ia menilai kegiatan tersebut bukan sekadar agenda seremonial, tetapi menjadi sarana penting untuk memperkuat nilai-nilai keagamaan dan membentuk karakter peserta didik agar senantiasa meneladani akhlak Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.
“Terima kasih kepada para guru dan seluruh siswa yang telah melaksanakan serta menyukseskan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah. Semoga kegiatan ini memberikan manfaat dan semakin meningkatkan kecintaan kita kepada Rasulullah SAW,” ungkapnya.
Memasuki acara inti, Ketua Pokjaluh Kemenag Rejang Lebong, H. Irsan Sidik, S.Ag., M.H., menyampaikan tausiyah yang mengajak seluruh peserta untuk menjadikan peringatan Maulid Nabi sebagai momentum memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas keimanan serta akhlak.
Dalam tausiyahnya, H. Irsan menjelaskan bahwa terdapat empat hal yang menjadi sebab seseorang dimuliakan oleh Allah SWT, yaitu ketakwaan, keimanan, ilmu pengetahuan, dan akhlak.
Pertama, manusia dimuliakan karena ketakwaannya kepada Allah SWT. Menurutnya, ketakwaan merupakan ukuran utama kemuliaan seseorang di hadapan Allah. Ketakwaan tidak hanya diwujudkan melalui pelaksanaan ibadah, tetapi juga tercermin dalam sikap dan perilaku sehari-hari, termasuk dalam menjalankan amanah, menjaga perkataan, serta menjauhi perbuatan yang dilarang Allah SWT.
Kedua, kemuliaan seseorang juga berkaitan dengan keimanannya kepada Allah SWT. Keimanan yang kuat akan menjadi landasan dalam menjalani kehidupan. Dengan iman, seseorang memiliki keyakinan bahwa setiap perbuatan akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah sehingga terdorong untuk senantiasa melakukan kebaikan.
“Allah memuliakan manusia karena ketakwaannya, karena imannya kepada Allah, karena ilmunya, dan karena akhlaknya,” jelas H. Irsan dalam tausiyahnya.
Selanjutnya, ia menekankan pentingnya ilmu dalam kehidupan. Bagi para siswa, ilmu bukan hanya menjadi bekal untuk memperoleh prestasi akademik, tetapi juga harus menjadi sarana untuk memahami ajaran agama, membedakan yang benar dan yang salah, serta memberikan manfaat bagi orang lain.
Ilmu yang dimiliki, lanjutnya, hendaknya disertai dengan ketakwaan dan diamalkan dalam kehidupan. Dengan demikian, ilmu tidak berhenti pada pengetahuan semata, tetapi mampu melahirkan tindakan yang bermanfaat bagi diri sendiri, keluarga, masyarakat, bangsa, dan agama.
Hal keempat yang menjadi sumber kemuliaan manusia adalah akhlak. H. Irsan mengingatkan bahwa Rasulullah Muhammad SAW merupakan teladan utama dalam membangun akhlak mulia. Karena itu, kecintaan kepada Rasulullah SAW hendaknya dibuktikan dengan mengikuti sunnah dan meneladani perilaku beliau.
Bagi generasi muda, penerapan akhlak mulia dapat diwujudkan melalui sikap hormat kepada orang tua dan guru, menghargai sesama teman, berkata jujur, disiplin, bertanggung jawab, menjaga sopan santun, serta menjauhi perilaku yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain.
“Peringatan Maulid Nabi jangan hanya menjadi kegiatan tahunan. Yang lebih penting adalah bagaimana kita mengambil keteladanan Rasulullah SAW dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari,” pesannya.
Ia juga mengajak para siswa MAN Curup untuk terus meningkatkan keimanan, memperdalam ilmu, menjaga ketakwaan, dan membangun akhlak yang baik. Menurutnya, keempat hal tersebut merupakan bekal penting bagi generasi muda dalam menghadapi tantangan kehidupan yang semakin kompleks.
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H di MAN Curup diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi seluruh warga madrasah. Tidak hanya meningkatkan kecintaan kepada Rasulullah SAW, tetapi juga memperkuat komitmen untuk menjadikan nilai-nilai Islam sebagai pedoman dalam belajar, bekerja, berinteraksi, dan menjalani kehidupan.
Melalui kegiatan tersebut, keluarga besar MAN Curup diharapkan semakin mampu mewujudkan generasi yang tidak hanya unggul dalam ilmu pengetahuan dan prestasi, tetapi juga memiliki keimanan yang kokoh, ketakwaan yang kuat, serta akhlak mulia sebagaimana yang telah dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW.
(Prada/Prada Utama, S.I.Kom)
Hastag : #kemenagrl #rejanglebong
From : Kemenag


