Perkuat Kerukunan dan Solidaritas, Kakan Kemenag Rejang Lebong Ikuti Doa Kebangsaan untuk Duka NTT dan Indonesia Damai
Rejang Lebong (HUMAS) — Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Rejang Lebong, Dr. H. Rahman Umar, S.Ag., M.Pd.I., mengikuti kegiatan Doa Kebangsaan untuk Duka NTT dan Indonesia Damai yang digagas Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bengkulu bersama Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno (UINFAS) Bengkulu dan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Bengkulu, Selasa (25/8/2026).
Kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk mempererat persaudaraan dan solidaritas lintas agama di Provinsi Bengkulu. Doa kebangsaan digelar sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang tengah menghadapi musibah, khususnya masyarakat di Nusa Tenggara Timur (NTT), sekaligus menjadi ikhtiar bersama untuk mendoakan terwujudnya kedamaian dan kerukunan di Indonesia.
Nuansa keberagaman tampak kuat dalam pelaksanaan kegiatan. Doa dipimpin oleh tokoh dari lima agama, yakni umat Islam dipimpin Prof. Dr. Suwarjin, M.A., umat Hindu oleh Dr. I Wayan Dharmayana, umat Kristen oleh Pdt. Maria Reinha Rapar-Tuan, S., umat Buddha oleh Romo Pandita Madya Sunli Tani, serta umat Katolik oleh R.P. Paulus Sarmono, SCJ.
Tidak hanya para pemimpin doa yang berasal dari berbagai latar belakang agama. Lebih dari 1.000 peserta turut memadati lokasi kegiatan dengan membawa semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap sesama. Kehadiran masyarakat dari berbagai agama dan unsur tersebut menjadi gambaran nyata bahwa perbedaan keyakinan tidak menjadi penghalang untuk bersatu dalam kemanusiaan.
Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Bengkulu, Dr. H. Saefudin, S.Ag., M.Si., turut hadir sekaligus menyampaikan ceramah kebangsaan. Hadir pula Rektor UINFAS Bengkulu Prof. Dr. KH. Khairuddin, M.Ag., Ketua FKUB Provinsi Bengkulu Prof. Dr. KH. Rohimin, M.Ag., Kabag TU Kanwil Kemenag Bengkulu Dr. Sri Ihsan, M.Pd., jajaran kepala bidang dan pembimas, tokoh agama, pimpinan organisasi kemasyarakatan keagamaan, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten/Kota se-Provinsi Bengkulu, serta masyarakat dari berbagai unsur.
Dalam ceramah kebangsaannya, Saefudin menegaskan bahwa seluruh agama mengajarkan nilai-nilai kerukunan, kasih sayang, dan kepedulian terhadap sesama. Karena itu, semangat tersebut harus terus dijaga dalam kehidupan masyarakat Bengkulu.
“Setiap agama semuanya mengajarkan tentang kerukunan, tentang kasih sayang. Oleh karena itu, Provinsi Bengkulu harus kita jaga,” tegas Saefudin.
Ia juga mengajak seluruh peserta untuk bersama-sama mendoakan masyarakat yang sedang menghadapi bencana di berbagai daerah di Indonesia. Menurutnya, doa yang dipanjatkan sesuai dengan keyakinan masing-masing merupakan bagian dari ikhtiar bersama sebagai anak bangsa untuk memberikan dukungan moral dan spiritual kepada mereka yang sedang tertimpa musibah.
“Saat ini di berbagai provinsi, seperti NTT, Kalimantan, Lombok dan berbagai daerah lainnya sedang berduka, tertimpa bencana. Maka hari ini kita hadir untuk mengirimkan doa sesuai dengan kepercayaan agamanya masing-masing, dipimpin oleh pemuka agamanya masing-masing,” tuturnya.
Selain doa kebangsaan, kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan penggalangan donasi bagi masyarakat yang terdampak bencana di NTT. Aksi solidaritas tersebut mendapat respons positif dari para peserta dan berhasil mengumpulkan donasi sebesar Rp20.017.000.
Bagi Kakan Kemenag Rejang Lebong, keikutsertaan dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen untuk terus memperkuat nilai-nilai kerukunan, toleransi, dan kepedulian sosial. Menurut Rahman, musibah yang terjadi di suatu daerah merupakan duka bersama yang perlu disikapi dengan kepedulian dan solidaritas tanpa memandang perbedaan agama, suku maupun latar belakang.
“Doa kebangsaan ini menjadi momentum untuk memperkuat persaudaraan dan menunjukkan bahwa keberagaman bukanlah penghalang untuk saling peduli. Ketika saudara kita mengalami musibah, sudah semestinya kita hadir melalui doa, dukungan, dan kepedulian,” ujar Rahman.
Ia berharap semangat kebersamaan yang tercermin dalam kegiatan tersebut dapat terus tumbuh dan menjadi kekuatan dalam menjaga persatuan bangsa.
“Semoga masyarakat yang terdampak bencana diberikan ketabahan dan kekuatan, serta seluruh daerah di Indonesia senantiasa diberikan perlindungan dan kedamaian. Mari kita terus merawat kerukunan dan persaudaraan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia,” pungkasnya.
Kegiatan Doa Kebangsaan tersebut menjadi bukti bahwa keberagaman di Bengkulu dapat menjadi kekuatan untuk membangun solidaritas. Dari ruang doa lintas agama, terpancar pesan bahwa kemanusiaan, persaudaraan, dan perdamaian merupakan nilai bersama yang dapat menyatukan seluruh anak bangsa
(Prada/Prada Utama, S.I.Kom)Hastag : #kemenagrl #rejanglebong
From : Kemenag

_(1)_(2).jpg)
