Bukan Sekadar Menikah! Penyuluh KUA Curup Kupas Kiat Memperkokoh Rumah Tangga Menuju Sakinah, Mawaddah, Warahmah
Rejang Lebong, (Humas) — Membangun rumah tangga bukan hanya tentang menyatukan dua insan dalam ikatan pernikahan, tetapi juga membutuhkan ilmu, kesabaran, komitmen, dan pemahaman agama yang kuat. Berangkat dari semangat tersebut, Penyuluh Agama Islam KUA Curup, Oli Sholihat, menyampaikan kiat dan trik dalam memperkokoh rumah tangga agar setiap keluarga mampu mewujudkan kehidupan yang sakinah, mawaddah, dan warahmah. (26/8)
Dalam penyampaiannya, Oli Sholihat mengajak catin untuk menjadikan nilai-nilai agama sebagai pedoman utama dalam menjalani kehidupan berumah tangga. Komunikasi yang baik, saling menghargai, kesabaran dalam menghadapi perbedaan, serta kemampuan untuk menyelesaikan persoalan dengan musyawarah menjadi bagian penting dalam menjaga keharmonisan keluarga.
Menurutnya, rumah tangga yang kokoh tidak terbentuk secara instan. Dibutuhkan komitmen bersama antara suami dan istri untuk saling memahami, menguatkan, serta menjalankan hak dan kewajiban dengan penuh tanggung jawab. Ketika nilai keimanan dan akhlak menjadi pondasi, keluarga akan memiliki kekuatan untuk menghadapi berbagai dinamika kehidupan.
Sebagai garda terdepan Kementerian Agama di tengah masyarakat, Penyuluh Agama Islam memiliki peran yang luas dalam memberikan pembinaan dan pendampingan kepada berbagai lapisan usia. Mulai dari calon pengantin, remaja, anak-anak, hingga masyarakat lanjut usia, seluruhnya membutuhkan sentuhan pembinaan keagamaan sesuai dengan kebutuhan dan fase kehidupan masing-masing.
Pembinaan kepada calon pengantin menjadi bekal awal dalam mempersiapkan kehidupan rumah tangga. Sementara itu, pembinaan kepada remaja dan anak-anak diharapkan dapat membentuk generasi yang memiliki karakter, akhlak, dan pedoman hidup yang baik sejak dini. Tidak kalah penting, pendampingan kepada para lansia juga menjadi bagian dari upaya memperkuat pemahaman keagamaan dan meningkatkan kualitas kehidupan di masa senja.
Melalui kegiatan penyuluhan yang dilakukan secara berkelanjutan, Oli Sholihat terus mengajak masyarakat untuk menjadikan ajaran agama sebagai kompas dalam menentukan arah kehidupan. Dengan pedoman yang kuat, setiap individu diharapkan mampu menjalani kehidupan dengan lebih bijaksana, memberikan manfaat bagi sesama, serta meraih kebahagiaan di dunia dan akhirat.
“Keluarga yang bahagia tidak hanya dibangun dengan cinta, tetapi juga dengan ilmu, kesabaran, komunikasi, dan keimanan. Ketika semuanya berjalan bersama, insyaallah rumah tangga akan menjadi tempat bertumbuhnya kasih sayang dan keberkahan,” menjadi pesan penting dalam pembinaan tersebut.
KUA Curup melalui para Penyuluh Agama Islam terus memperkuat perannya sebagai mitra masyarakat dalam membangun kehidupan yang harmonis. Dari membina calon pengantin hingga mendampingi berbagai kelompok usia, penyuluhan keagamaan menjadi langkah nyata untuk menciptakan masyarakat yang memiliki pedoman hidup, berakhlak mulia, bermanfaat bagi lingkungan, serta penuh kebahagiaan.
(Lidya /Edwinsya)Hastag : #KUAhebat #KUAkeren #PenyuluhBergerak
From : KUA Curup

.jpg)
.jpg)
