Asah Logika dan Pemahaman Konsep, Tim OMI Matematika MTsN 2 Rejang Lebong Bersiap Hadapi OMI 2026
Rejang Lebong, (Humas)— Persiapan menghadapi Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) tingkat Kabupaten terus dilakukan oleh MTsN 2 Rejang Lebong. Pada Rabu (26/8), setelah kegiatan pembelajaran selesai, tiga anggota Tim OMI bidang Matematika mengikuti sesi pembelajaran intensif di ruang kelas 8A bersama Pembimbing Olimpiade Matematika, Ririn Pebriyanti, S.Pd., Gr.
Ketiga siswa yang mengikuti pembinaan tersebut yaitu Dewi Cantika dari kelas 9A, Rahel Kiren dari kelas 8A, dan Berlian Ilham dari kelas 7A. Mereka dipersiapkan untuk mengikuti OMI tingkat Kabupaten yang dijadwalkan berlangsung pada 7–8 September 2026.
Sesi pembinaan dilakukan secara intensif dengan fokus pada penguatan kemampuan berpikir matematis, pemahaman konsep, serta strategi dalam menyelesaikan soal-soal olimpiade. Para siswa tidak hanya berlatih mengerjakan soal, tetapi juga diajak memahami alasan dan konsep di balik setiap penyelesaian.
Dalam kegiatan tersebut, tim membahas soal-soal OMI dan olimpiade terdahulu sebagai bahan latihan. Soal yang telah dikerjakan ditelaah kembali untuk mengetahui pola, tingkat kesulitan, serta strategi penyelesaian yang dapat digunakan ketika menghadapi soal dengan karakteristik serupa.
Pembimbing Olimpiade Matematika, Ririn menjelaskan bahwa pembinaan tidak diarahkan sekadar agar siswa mampu memperoleh jawaban dengan cepat. Peserta justru dilatih untuk memiliki pola pikir yang sistematis dan mampu menemukan strategi penyelesaian secara mandiri.
“Dalam olimpiade, anak-anak tidak cukup hanya hafal rumus. Mereka harus memahami konsep, mampu membaca pola, berpikir logis, dan berani mencoba berbagai strategi penyelesaian. Karena itu, kami banyak melakukan bedah soal dan mendiskusikan mengapa sebuah cara bisa digunakan,” jelas Ririn.
Selain membahas materi matematika secara mendalam, pembinaan juga diarahkan untuk mengintegrasikan konsep matematika dengan materi keagamaan. Pendekatan tersebut dilakukan agar siswa dapat melihat bahwa matematika tidak berdiri sendiri, tetapi dapat digunakan untuk memahami berbagai persoalan dalam kehidupan, termasuk konteks yang berkaitan dengan ilmu agama.
“Kami juga mencoba mengintegrasikan matematika dengan materi agama. Anak-anak perlu melihat bahwa kemampuan berhitung, logika, pola, dan penalaran bisa digunakan untuk memahami persoalan yang dekat dengan kehidupan mereka sebagai siswa madrasah,” tambahnya.
Menurut Ririn, pendekatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya membangun karakter siswa madrasah yang memiliki kemampuan akademik sekaligus pemahaman keagamaan.
Pembinaan intensif OMI menjadi ruang bagi siswa untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis, analitis, kreatif, dan problem solving. Siswa didorong untuk tidak mudah menyerah ketika menemukan soal yang sulit.
Proses pembelajaran berlangsung dalam suasana diskusi. Setiap siswa diberi kesempatan untuk menyampaikan cara berpikirnya, kemudian bersama-sama menelaah apakah strategi tersebut sudah tepat atau masih dapat dikembangkan.
Kepala MTsN 2 Rejang Lebong, Wawan Herianto, S.Pd., MM., melalui Waka Akademik, Apriliandi, M.Pd., Gr., memberikan apresiasi terhadap kesungguhan siswa dan pembimbing dalam mempersiapkan diri menghadapi OMI.
“Kami mengapresiasi anak-anak yang mau meluangkan waktu untuk belajar lebih intensif setelah kegiatan pembelajaran selesai. Ini menunjukkan adanya semangat untuk berkembang dan berprestasi. Madrasah tentu akan memberikan dukungan agar potensi mereka dapat berkembang secara maksimal,” ungkap April.
Ia menambahkan bahwa kompetisi seperti OMI dapat menjadi sarana bagi peserta didik untuk mengembangkan potensi sekaligus mengharumkan nama madrasah.
“Kami berharap anak-anak tidak menjadikan kompetisi hanya sebagai target juara. Jadikan proses persiapannya sebagai kesempatan untuk memperdalam ilmu, melatih mental, membangun disiplin, dan belajar menghadapi tantangan,” tambahnya.
April juga berharap integrasi antara matematika dan nilai-nilai keagamaan dapat terus dikembangkan dalam proses pembinaan.
“Sebagai madrasah, kita ingin anak-anak memiliki kemampuan akademik yang kuat tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman. Keduanya dapat berjalan bersama dan saling menguatkan,” tuturnya.
Dengan waktu pelaksanaan OMI tingkat Kabupaten yang semakin dekat, pembinaan akan terus dilakukan secara terarah. Evaluasi terhadap kemampuan siswa, pembahasan soal, penguatan materi, serta latihan strategi penyelesaian akan menjadi bagian dari persiapan tim.
Tiga siswa tersebut diharapkan mampu menunjukkan kemampuan terbaiknya saat mengikuti kompetisi. Lebih dari sekadar mengejar hasil, mereka diharapkan memperoleh pengalaman berharga dalam menghadapi soal-soal menantang dan mengembangkan pola pikir matematis.
Melalui pembinaan yang konsisten, MTsN 2 Rejang Lebong terus membuka ruang bagi siswa untuk mengembangkan potensi akademiknya. Tim OMI Matematika diharapkan mampu tampil percaya diri, menjunjung sportivitas, dan membawa semangat belajar serta nama baik madrasah pada OMI tingkat Kabupaten 2026.
(Ririn/Edwinsya)Hastag : #kemenagrejanglebong #mtsn2rejanglebong
From : MTsN 2


.jpeg)
