Kenalkan Rosyid, Siswa Multitalenta MTsN 2 Rejang Lebong: Penari, Kiper, Pendaki, hingga Pemain Hadroh
Rejang Lebong, (Humas)— Setiap anak memiliki potensi yang berbeda. Ada yang menonjol di bidang akademik, ada yang menemukan kepercayaan dirinya melalui olahraga, seni, organisasi, maupun berbagai aktivitas di lingkungan masyarakat. Nizar Rosyid, siswa kelas 7B MTsN 2 Rejang Lebong yang akrab disapa Rosyid, menjadi salah satu siswa yang menunjukkan semangat untuk terus mencoba dan mengembangkan berbagai minat serta bakatnya.
Cerita inspiratif Rosyid diterima oleh Tim Humas MTsN 2 Rejang Lebong melalui wawancara daring dengan orang tua Rosyid melalui Messenger Facebook, Rabu (26/8). Dari hasil wawancara tersebut diketahui bahwa aktivitas Rosyid telah tumbuh sejak dirinya masih duduk di bangku sekolah dasar.
Sejak SD, Rosyid telah aktif mengikuti berbagai kegiatan. Ia pernah berpartisipasi dalam lomba pantomim dan sepak bola. Pengalaman tersebut menjadi awal dari keberaniannya untuk mencoba berbagai bidang dan tampil di hadapan orang lain.
Tidak hanya olahraga, Rosyid juga memiliki perhatian terhadap seni tradisional di lingkungan tempat tinggalnya. Di Desa Barumanis, ia dikenal sebagai salah satu pelestari Seni Tari Jaran Cilik Bujang Ganong.
Rosyid telah tiga kali berpartisipasi dalam penampilan pada acara Sedekah Bumi Desa Barumanis. Keterlibatannya dalam kesenian tradisional tersebut menjadi pengalaman berharga sekaligus bentuk partisipasi generasi muda dalam menjaga keberlangsungan budaya lokal.
Bagi Rosyid, tampil dalam kesenian tradisional bukan hanya soal pertunjukan. Ia mendapatkan kesempatan untuk mengenal budaya di lingkungan sendiri dan berinteraksi dengan masyarakat.
Keterlibatan anak-anak dalam seni tradisional menjadi salah satu cara agar budaya lokal tetap memiliki generasi penerus. Semangat Rosyid untuk ikut tampil menunjukkan bahwa kegiatan budaya dapat menjadi ruang bagi anak untuk belajar, berani tampil, dan membangun rasa percaya diri.
Di bidang olahraga, Rosyid juga menunjukkan ketertarikannya pada sepak bola. Ia menjadi kiper sepak bola U12 di SBB “Bina Utama Barumanis”.
Sebagai penjaga gawang, Rosyid belajar tentang konsentrasi, keberanian mengambil keputusan, komunikasi dengan rekan satu tim, serta tanggung jawab. Pengalaman tersebut menjadi bagian dari proses pembentukan karakter melalui olahraga.
Tidak berhenti di bidang seni dan sepak bola, Rosyid juga pernah mendapatkan pengalaman unik sebagai pendaki termuda Bukit Daun melalui jalur Barumanis. Aktivitas tersebut menunjukkan keberaniannya mencoba pengalaman baru sekaligus mengenal lingkungan alam di sekitarnya.
Memasuki jenjang MTs, semangat Rosyid untuk mengikuti berbagai kegiatan tidak berhenti. Ia tetap aktif dalam kegiatan di madrasah maupun di lingkungan masyarakat.
Pada peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, 17 Agustus 2026, Rosyid turut tampil sebagai anggota Drumband Bahana Dwijaswara MTsN 2 Rejang Lebong. Dalam penampilan tersebut, ia dipercaya sebagai pemegang bendera.
Keterlibatannya dalam drumband memberikan pengalaman baru bagi Rosyid dalam bidang seni pertunjukan, kedisiplinan, dan kerja sama tim. Ia harus mengikuti latihan dan menjalankan tugas yang diberikan bersama anggota lainnya.
Selain drumband, Rosyid juga menjadi bagian dari Hadroh Hasbullah. Kelompok hadroh tersebut direncanakan akan tampil di masjid Desa Barumanis. Kegiatan ini menjadi pengalaman lain bagi Rosyid dalam mengembangkan minatnya di bidang seni bernuansa keagamaan.
Di balik keaktifan Rosyid, terdapat dukungan dan harapan sederhana dari orang tuanya. Kepada Tim Humas MTsN 2 Rejang Lebong, orang tua Rosyid menyampaikan harapan agar putranya mendapatkan bimbingan yang baik selama berada di madrasah.
“Meski anaknya gak pintar, mudah-mudahan gak nakal di sekolah dan mohon bimbingannya untuk mengembangkan minat dan bakat Rosyid.”
Harapan tersebut menunjukkan bahwa setiap orang tua memiliki impian agar anaknya tumbuh menjadi pribadi yang baik, meskipun setiap anak memiliki keunggulan dan jalur perkembangan yang berbeda.
Bagi madrasah, kemampuan akademik bukan satu-satunya ukuran keberhasilan seorang peserta didik. Minat, bakat, karakter, keberanian, kreativitas, dan kemampuan bersosialisasi juga merupakan potensi yang perlu ditemukan serta dikembangkan.
Kepala MTsN 2 Rejang Lebong, Bapak Wawan Herianto, S.Pd., MM., melalui Waka Humas, Ibu Ririn Pebriyanti, S.Pd., Gr., menyampaikan apresiasi terhadap semangat Rosyid yang aktif mengikuti berbagai kegiatan.
“Setiap anak memiliki kelebihan dan potensinya masing-masing. Tugas madrasah adalah membantu menemukan potensi tersebut dan memberikan ruang agar anak dapat berkembang. Kami tentu mengapresiasi anak-anak yang aktif dan memiliki kemauan untuk mencoba berbagai kegiatan positif,” ungkap Ririn.
Ia menambahkan bahwa pengalaman di luar kelas dapat menjadi bagian penting dalam pembentukan karakter peserta didik.
“Prestasi tidak selalu berbentuk piala. Keberanian tampil, kemampuan bekerja sama, menjaga budaya, berolahraga, dan mengikuti kegiatan keagamaan juga merupakan proses pembentukan karakter. Kami berharap Rosyid dapat terus mengembangkan bakatnya dengan tetap menjaga kedisiplinan dan tanggung jawab sebagai siswa,” tambahnya.
Kepala Madrasah juga berharap dukungan dari orang tua dan madrasah dapat berjalan beriringan.
“Kami berterima kasih kepada orang tua yang telah memberikan kesempatan kepada Rosyid untuk mencoba berbagai kegiatan. Mudah-mudahan kolaborasi antara keluarga dan madrasah dapat membantu Rosyid menemukan dan mengembangkan potensi terbaiknya,” ungkapnya.
Kisah Rosyid menjadi pengingat bahwa setiap anak memiliki panggungnya masing-masing. Ada yang menemukan dirinya melalui buku dan angka, ada yang melalui lapangan olahraga, panggung seni, kegiatan keagamaan, maupun petualangan di alam.
Dari pantomim, sepak bola, Jaran Cilik Bujang Ganong, pendakian Bukit Daun, drumband hingga hadroh, Rosyid menunjukkan bahwa keberanian untuk mencoba adalah bagian penting dari proses menemukan potensi diri.
MTsN 2 Rejang Lebong berkomitmen untuk terus memberikan ruang bagi peserta didik dalam mengembangkan minat dan bakatnya. Sebab, pendidikan bukan hanya tentang menemukan anak yang paling pintar, tetapi juga tentang membantu setiap anak menemukan alasan untuk percaya bahwa dirinya memiliki sesuatu yang berharga untuk dikembangkan.
(Ririn/Edwinsya)Hastag : #kemenagrejanglebong #mtsn2rejanglebong
From : MTsN 2


.jpeg)
