Dari Samar hingga Panjang! PAI KUA Curup Utara Bimbing Remaja Batu Panco Pahami Ikhfa dan Mad Lazim
Rejang Lebong (Humas) – Membaca Al-Qur’an tidak cukup hanya dengan lancar, tetapi juga perlu memperhatikan ketepatan pelafalan dan penerapan hukum bacaan. Hal inilah yang menjadi fokus Penyuluh Agama Islam (PAI) KUA Kecamatan Curup Utara, Siti Rodiatul Kholidawati, S.H.I, saat memberikan bimbingan penyuluhan kepada para remaja di Desa Batu Panco, Selasa (25/8).
Dalam kegiatan tersebut, Siti Rodiatul Kholidawati memberikan pemahaman tentang penerapan hukum bacaan Ikhfa dan Mad Lazim dalam membaca Al-Qur’an. Para remaja diajak tidak hanya mengenali teori, tetapi juga mempraktikkannya secara langsung melalui contoh-contoh bacaan Al-Qur’an.
Pada materi Ikhfa, para peserta dibimbing memahami cara membaca nun sukun atau tanwin ketika bertemu dengan huruf-huruf Ikhfa. Bacaan dibaca secara samar dengan tetap memperhatikan dengung atau ghunnah agar pelafalannya sesuai dengan kaidah tajwid.
Sementara itu, pada materi Mad Lazim, para remaja dikenalkan dengan bacaan mad yang memiliki ketentuan panjang tertentu. Penyuluh memberikan contoh secara perlahan agar peserta dapat membedakan bacaan yang harus dipanjangkan dengan bacaan yang tidak boleh dipanjangkan secara berlebihan.
“Belajar Al-Qur’an bukan hanya mengejar kelancaran membaca, tetapi bagaimana setiap huruf dan hukum bacaannya dapat diterapkan dengan benar. Dengan memahami Ikhfa dan Mad Lazim, insyaallah bacaan menjadi lebih tepat dan tartil,” ujar Siti.
Suasana bimbingan berlangsung interaktif. Para remaja diberikan kesempatan membaca secara bergantian, kemudian mendapatkan koreksi apabila terdapat kesalahan dalam makhraj, dengung, maupun panjang-pendek bacaan. Metode praktik langsung tersebut membuat peserta lebih mudah memahami materi dan berani memperbaiki bacaan mereka.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya PAI KUA Kecamatan Curup Utara dalam memperkuat Gerakan Pemberantasan Buta Aksara Al-Qur’an, sekaligus menanamkan kecintaan terhadap Al-Qur’an di kalangan generasi muda.
Melalui pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan, diharapkan para remaja Desa Batu Panco tidak hanya mampu membaca Al-Qur’an, tetapi juga memahami dan menerapkan kaidah tajwid dalam kehidupan sehari-hari.
Dari bacaan yang samar hingga panjang yang terukur, setiap hukum tajwid adalah bagian dari menjaga keindahan dan ketepatan membaca Kalamullah.
(Fitra/Edwinsya)Hastag : #IlmuTajwid#PenyuluhAgamaIslamBergerak#KUACurupUtara
From : KUA Curup Utara


.jpg)