Kepala Madrasah Bekali Santri dengan Strategi dan Tata Cara Mengikuti Olimpiade Madrasah Indonesia
Rejang Lebong, (Humas) — Menjelang pelaksanaan Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) 2026, Kepala Madrasah Aliyah Darul Ma’arif NU Rejang Lebong, Dedi Priyanto, S.E., M.E.Gr., memberikan arahan dan pembekalan kepada para santri sebagai persiapan menghadapi ajang kompetisi akademik tersebut. Dalam arahannya, kepala madrasah menyampaikan bahwa mengikuti OMI tidak hanya membutuhkan kemampuan akademik, tetapi juga kesiapan mental, kedisiplinan, ketelitian, serta pemahaman terhadap tata cara dan ketentuan yang telah ditetapkan. Para santri diingatkan untuk mempersiapkan diri sejak awal dan mengikuti setiap tahapan dengan sungguh-sungguh. (28/8)
“Yang paling penting bukan hanya bagaimana kita mendapatkan hasil terbaik, tetapi bagaimana kita mempersiapkan diri dengan baik, memahami aturan, berlatih secara konsisten, dan berani menunjukkan kemampuan yang kita miliki,” ungkap Kepala Madrasah.
Para santri juga diberikan pemahaman mengenai strategi menghadapi olimpiade, mulai dari mengenali bidang yang diikuti, memahami karakteristik soal, mengatur waktu saat mengerjakan, meningkatkan kemampuan melalui latihan soal, hingga tetap tenang ketika menghadapi soal yang sulit. Selain strategi, kepala madrasah menjelaskan pentingnya memperhatikan persyaratan peserta dan tata tertib OMI. Untuk OMI 2026 bidang Sains, peserta harus berstatus sebagai siswa aktif, memiliki NISN, dan untuk jenjang MA berasal dari kelas X, XI, atau XII pada Tahun Pelajaran 2026/2027. Setiap peserta juga hanya diperbolehkan mengikuti satu bidang kompetisi.
Pelaksanaan OMI bidang Sains dilakukan secara berjenjang, mulai dari tingkat satuan pendidikan, kabupaten/kota, provinsi, hingga tingkat nasional. Karena itu, para santri diminta tidak hanya berorientasi pada hasil akhir, tetapi menjadikan setiap tahapan sebagai kesempatan untuk belajar, mengukur kemampuan, dan menambah pengalaman berkompetisi.
Kepala Madrasah juga memberikan motivasi agar para santri tidak merasa takut untuk mencoba. Menurutnya, kesempatan mengikuti olimpiade merupakan bagian dari proses pembinaan prestasi sekaligus menjadi pengalaman berharga bagi peserta didik.
“Jangan takut mencoba dan jangan terlalu memikirkan hasil sebelum berjuang. Persiapkan diri, ikuti aturan, berusaha maksimal, dan tunjukkan bahwa santri madrasah juga mampu berprestasi,” pesannya.
Melalui pembekalan tersebut, Madrasah Aliyah Darul Ma’arif NU Rejang Lebong berharap para santri semakin memahami mekanisme pelaksanaan OMI sekaligus memiliki kesiapan akademik dan mental untuk menghadapi kompetisi. Bagi madrasah, keikutsertaan dalam OMI bukan sekadar mengejar juara, tetapi menjadi bagian dari upaya menumbuhkan talenta, membangun kepercayaan diri, meningkatkan kemampuan akademik, serta memberikan pengalaman kompetisi kepada para santri.
(De/Edwinsya)Hastag : #OMI2026 #OlimpiadeMadrasahIndonesia #MADarulMaarifNU #DarulMaarifNURejangLebong #SantriBerprestasi #MadrasahBerprestasi #SantriHebat #BeraniBerprestasi #RejangLebong #KemenagMadrasah
From : MA Darul Maarif NU



