Bukan Sekadar Takziah! Kepala KUA Curup Utara Titip Pesan tentang Sabar, Ikhlas, dan Bekal Akhirat di Sidorejo
Rejang Lebong (Humas) — Suasana duka di Sidorejo, Kecamatan Curup Tengah, Minggu (30/8) ba’da Maghrib, diwarnai tausiah penuh hikmah saat Kepala KUA Curup Utara H. Bulkis, S.Th.I., M.H.I. hadir dalam kegiatan takziah sekaligus menyampaikan pesan keagamaan kepada keluarga yang tengah berduka dan masyarakat yang hadir.
Kehadiran H. Bulkis tidak sekadar menjadi bentuk kepedulian dan silaturahmi kepada keluarga yang ditinggalkan. Momentum takziah tersebut dimanfaatkan untuk mengajak jamaah menjadikan peristiwa kematian sebagai bahan renungan tentang arti kehidupan, kesabaran, keikhlasan, serta pentingnya mempersiapkan bekal menuju kehidupan akhirat.
Dalam tausiahnya, H. Bulkis mengingatkan bahwa kehilangan orang yang dicintai merupakan ujian berat bagi keluarga. Namun, seorang muslim hendaknya menghadapi ujian tersebut dengan sabar dan ikhlas, seraya tetap memperbanyak doa untuk almarhum/almarhumah.
“Musibah adalah bagian dari perjalanan kehidupan. Ketika kehilangan datang, yang harus kita kuatkan bukan hanya hati, tetapi juga keimanan. Kesabaran dan keikhlasan menjadi jalan untuk menerima ketetapan Allah SWT,” pesan H. Bulkis dalam tausiahnya.
Ia juga mengajak jamaah untuk tidak hanya larut dalam kesedihan, tetapi mengambil pelajaran dari setiap kematian. Menurutnya, kematian merupakan pengingat bahwa kehidupan dunia memiliki batas dan setiap manusia pada akhirnya akan kembali menghadap Allah SWT.
“Kematian yang kita saksikan hendaknya menjadi pengingat bagi kita yang masih diberi kesempatan hidup. Selagi masih ada waktu, mari perbanyak amal saleh, perbaiki ibadah, jaga hubungan dengan sesama, dan siapkan bekal terbaik untuk kehidupan akhirat,” tuturnya.
Lebih lanjut, Kepala KUA Curup Utara tersebut menekankan bahwa takziah bukan hanya tentang datang ke rumah duka, tetapi juga menjadi kesempatan untuk mempererat ukhuwah, memberikan penguatan kepada keluarga yang berduka, serta bersama-sama mendoakan orang yang telah meninggal dunia.
Menurutnya, kepedulian terhadap sesama merupakan bagian penting dari kehidupan bermasyarakat. Kehadiran keluarga, tetangga, tokoh agama, dan masyarakat dalam suasana duka dapat menjadi sumber kekuatan bagi keluarga yang sedang menghadapi kehilangan.
Suasana ba’da Maghrib di Sidorejo pun berlangsung khidmat. Jamaah mengikuti tausiah dengan penuh perhatian, kemudian dilanjutkan dengan doa bersama untuk almarhum/almarhumah. Pesan tentang sabar, ikhlas, dan mempersiapkan bekal akhirat menjadi renungan bersama bagi seluruh yang hadir.
H. Bulkis berharap momentum takziah seperti ini dapat terus menjadi ruang untuk memperkuat silaturahmi sekaligus meningkatkan kesadaran keagamaan masyarakat.
“Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan, ketabahan, dan keikhlasan. Dan bagi kita semua, semoga momentum ini menjadi pengingat untuk terus memperbaiki diri sebelum tiba waktunya kita kembali kepada Allah SWT,” pungkasnya.
Kehadiran Kepala KUA Curup Utara di tengah masyarakat tersebut menjadi bagian dari komitmen untuk terus mendekatkan peran KUA kepada umat, tidak hanya dalam pelayanan administrasi keagamaan, tetapi juga melalui dakwah, pembinaan, silaturahmi, dan penguatan kehidupan keagamaan masyarakat.
(Rodia/Edwinsya)Hastag : #CeramahTakziah#Sidorejo#KUACurupUtara
From : KUA Curup Utara


.jpeg)
