Momen Muktamar NU di Tambakberas, Para Kiai Darul Ma’arif NU Rejang Lebong Bertemu Alumni Santri di Jawa Timur
Rejang Lebong, (Humas)— Momen Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, tidak hanya menjadi momentum penting bagi perjalanan organisasi Nahdlatul Ulama, tetapi juga menjadi kesempatan berharga bagi keluarga besar Pondok Pesantren Darul Ma’arif NU Rejang Lebong untuk mempererat silaturahmi. Para kiai dan pengasuh Pondok Pesantren Darul Ma’arif NU Rejang Lebong yang hadir dalam rangkaian kegiatan Muktamar NU memanfaatkan kesempatan tersebut untuk bersilaturahmi dengan salah seorang alumni santri, Muklisin, yang saat ini tengah melanjutkan pendidikan tinggi di Universitas KH Abdul Chalim, Mojokerto, Jawa Timur. (31/8)
Pertemuan tersebut menjadi momen yang penuh keakraban. Di tengah kesibukan para kiai mengikuti agenda Muktamar, bertemu dengan alumni santri menjadi kebahagiaan tersendiri. Perjalanan pendidikan santri yang dahulu menimba ilmu di Pondok Pesantren Darul Ma’arif NU Rejang Lebong kini berlanjut ke jenjang perguruan tinggi di Jawa Timur.
Muklisin merupakan salah satu alumni santri Pondok Pesantren Darul Ma’arif NU Rejang Lebong yang sejak sekitar dua tahun lalu melanjutkan pendidikan di Universitas KH Abdul Chalim, Mojokerto. Ia dapat melanjutkan pendidikan melalui jalur beasiswa, sebuah kesempatan yang menjadi bagian penting dalam perjalanan pendidikannya. Keberadaan Muklisin di Jawa Timur menjadi kebanggaan tersendiri bagi keluarga besar pesantren. Perjalanan tersebut menunjukkan bahwa pendidikan di pesantren dapat menjadi bagian dari proses mempersiapkan santri untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi dan mengembangkan diri di berbagai bidang.
Pertemuan dengan para kiai juga menjadi kesempatan bagi Muklisin untuk kembali menyambung silaturahmi dengan para guru dan pengasuh yang pernah memberikan pendidikan serta pembinaan selama berada di pesantren.
Bagi keluarga besar Pondok Pesantren Darul Ma’arif NU Rejang Lebong, hubungan dengan alumni tidak berhenti ketika seorang santri menyelesaikan pendidikan di pesantren. Alumni tetap menjadi bagian dari keluarga besar pesantren yang diharapkan terus menjaga hubungan, komunikasi, dan nilai-nilai yang telah diperoleh selama menjadi santri. Momen Muktamar NU di Tambakberas pun menjadi ruang yang mempertemukan kembali guru dan murid, pesantren dan alumni, dalam suasana penuh keakraban.
Pertemuan tersebut juga menjadi pengingat bahwa perjalanan seorang santri dapat terus berlanjut ke berbagai tempat. Dari Rejang Lebong, Bengkulu, hingga Mojokerto dan Jombang, Jawa Timur, silaturahmi tetap terjaga dan ikatan sebagai keluarga besar pesantren tetap melekat.
Semoga perjalanan pendidikan Muklisin di Universitas KH Abdul Chalim dapat terus berjalan dengan baik, diberikan kemudahan dalam menuntut ilmu, serta kelak mampu memberikan manfaat bagi masyarakat, agama, bangsa, dan almamater pesantren.
(De/Edwinsya)Hastag : #DarulMaarifNURejangLebong #PondokPesantrenDarulMaarifNU #MuktamarNU35
From : MA Darul Maarif NU


